Harga Emas Antam Naik, Buyback Jadi Rp2,45 Juta

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 12 September 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas Antam menguat Rp4.000 menjadi Rp2.604.000 per gram pada Sabtu, 12 September 2026.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Harga emas Antam menguat Rp4.000 menjadi Rp2.604.000 per gram pada Sabtu, 12 September 2026.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Jakarta, Britakini.com – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali naik pada perdagangan Sabtu (12/9/2026). Harga emas Antam hari ini bertambah Rp4.000 per gram.

Mengutip laman resmi Logam Mulia, Antam menjual emas dengan harga Rp2.604.000 per gram. Pada perdagangan sebelumnya, harga emas Antam berada di angka Rp2.600.000 per gram.

Antam juga menaikkan harga buyback sebesar Rp4.000 per gram. Kini, Antam membeli kembali emas dari pemilik dengan harga Rp2.454.000 per gram.

Harga buyback menunjukkan nilai yang Antam bayarkan saat konsumen menjual kembali emas batangan. Sementara itu, harga jual menunjukkan nilai yang konsumen bayarkan saat membeli emas dari Antam.

Antam pernah mencatat harga emas tertinggi sepanjang sejarah pada Kamis (29/1/2026). Saat itu, harga emas Antam mencapai Rp3.168.000 per gram.

Pada hari yang sama, Antam juga menetapkan harga buyback sebesar Rp2.989.000 per gram.

Pergerakan harga emas dapat berubah mengikuti kondisi pasar. Karena itu, investor perlu memantau harga sebelum membeli atau menjual emas.

Rincian Harga Emas Antam Sabtu, 12 September 2026

Berikut daftar harga emas Antam berdasarkan ukuran pecahan:

  • 0,5 gram: Rp1.352.000
  • 1 gram: Rp2.604.000
  • 2 gram: Rp5.158.000
  • 3 gram: Rp7.719.000
  • 5 gram: Rp12.835.000
  • 10 gram: Rp25.590.000
  • 25 gram: Rp63.810.000
  • 50 gram: Rp127.455.000
  • 100 gram: Rp254.760.000
  • 250 gram: Rp636.590.000 (pre-order)
  • 500 gram: Rp1.272.900.000 (pre-order)
  • 1.000 gram: Rp2.544.600.000 (pre-order)
Baca Juga :  Wako Alfin Menyerahkan Bantuan Benih dan Pakan Lele

Harga Emas Dunia

Harga emas dunia juga menguat pada perdagangan Jumat (11/9/2026) atau Sabtu pagi waktu Jakarta. Juga emas spot naik lebih dari 1% setelah sebelumnya mengalami penurunan.

Mengutip CNBC, harga emas spot naik 1,1% menjadi US$4.363,01 per ons. Namun, harga emas masih mencatat penurunan sekitar 1,5% sepanjang pekan.

Pedagang logam independen Tai Wong mengatakan emas mulai menemukan titik dasar dalam jangka pendek. Ia menilai pasar sudah memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada pekan depan.

Sebelumnya, pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sekitar 70%. Ekspektasi tersebut membantu meredakan gejolak harga emas setelah penurunan sebelumnya.

Sementara itu, harga emas berjangka Amerika Serikat hampir tidak berubah. Kontrak tersebut berakhir di level US$4.408,90 per ons.

Harga emas sempat turun hampir 2% pada Kamis. Data Indeks Harga Produsen (PPI) Amerika Serikat ikut memengaruhi pergerakan tersebut.

Data PPI menunjukkan kenaikan harga pada Agustus. Kondisi itu membuat pasar kembali memperhatikan arah kebijakan suku bunga The Fed.

Inflasi dan Harga Minyak Pengaruhi Emas

Data inflasi Amerika Serikat juga memengaruhi pergerakan harga emas. Biro Statistik Tenaga Kerja AS mencatat Indeks Harga Konsumen (CPI) naik 0,4% pada bulan lalu.

Baca Juga :  Emas Antam Tak Bergerak, Harga Tetap Rp 2,69 Juta

Pada Juli, CPI hanya naik 0,1%. Kenaikan tersebut menunjukkan tekanan harga yang lebih kuat di Amerika Serikat.

Di sisi lain, harga minyak mengalami penurunan. Meski begitu, harga minyak masih berpeluang mencatat kenaikan dalam sepekan.

Kenaikan harga minyak dapat meningkatkan tekanan inflasi. Kondisi tersebut kemudian mendorong pasar memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga.

Kenaikan suku bunga biasanya membuat emas kurang menarik bagi investor. Emas tidak memberikan bunga atau imbal hasil seperti sejumlah instrumen investasi lainnya.

Pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed mencapai 87% pada pertemuan pekan depan. Sebelumnya, pasar hanya memperkirakan peluang sebesar 67%.

Data tersebut berasal dari CME FedWatch Tool. Perubahan ekspektasi suku bunga ikut memengaruhi pergerakan harga emas dunia.

Sementara itu, permintaan emas di India cenderung melemah pada pekan ini. Fluktuasi harga membuat sebagian pembeli memilih menunda transaksi.

Kondisi berbeda terlihat di China. Permintaan emas untuk investasi masih cukup kuat di negara tersebut.

China juga menjadi salah satu negara dengan konsumsi emas terbesar di dunia. (Ven*)

Penulis : Vendra

Editor : Vendra

Sumber Berita: Liputan6.com

Berita Terkait

Antam, UBS, Galeri24 Kompak Turun, Ini Daftarnya
Update Harga BBM Hari Ini, Pertamax hingga Diesel
Pasar Obligasi Bergejolak, Ini Strategi Investasi yang Tepat
Rupiah Diprediksi Tembus Rp 18.320 per Dolar AS Pekan Depan
Harga Emas Antam Melemah, Minyak Dunia Justru Melonjak
Harga Minyak Melonjak, Investor Waspadai Risiko Energi Global
Harga BBM Pertamina Terbaru November 2026 Seluruh Wilayah
20 Saham IDX Commodity 20, Peluang Investasi Terbaru
Berita ini 10 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 19:00 WIB

Antam, UBS, Galeri24 Kompak Turun, Ini Daftarnya

Minggu, 1 November 2026 - 17:00 WIB

Update Harga BBM Hari Ini, Pertamax hingga Diesel

Minggu, 1 November 2026 - 16:00 WIB

Pasar Obligasi Bergejolak, Ini Strategi Investasi yang Tepat

Minggu, 1 November 2026 - 13:00 WIB

Harga Emas Antam Melemah, Minyak Dunia Justru Melonjak

Minggu, 1 November 2026 - 11:00 WIB

Harga Minyak Melonjak, Investor Waspadai Risiko Energi Global

Berita Terbaru

Harga emas Antam, UBS, dan Galeri24 di Pegadaian kompak turun pada Sabtu (31/10/2026).(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Antam, UBS, Galeri24 Kompak Turun, Ini Daftarnya

Minggu, 1 Nov 2026 - 19:00 WIB

Harga BBM terbaru di sejumlah SPBU Indonesia pada 1 November 2026.(Foto : Kapanlagi.com/Budy Santoso)

Ekonomi

Update Harga BBM Hari Ini, Pertamax hingga Diesel

Minggu, 1 Nov 2026 - 17:00 WIB

Rupiah melemah terhadap dolar AS, sementara yield obligasi pemerintah Indonesia terus meningkat. (AP Photo/Tatan Syuflana)

Ekonomi

Pasar Obligasi Bergejolak, Ini Strategi Investasi yang Tepat

Minggu, 1 Nov 2026 - 16:00 WIB

Sekda Kota Sungai Penuh Alpian menghadiri pelantikan Pengawas, Dewan Hakim, dan Panitera MTQH ke-55 Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2026 di Kantor Wali Kota Jambi.

Jambi

MTQH Jambi 2026 Resmi Dimulai, Alpian Hadir

Minggu, 1 Nov 2026 - 15:35 WIB

Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah bersama masyarakat mengikuti rangkaian kegiatan HUT ke-18 Kota Sungai Penuh di Lapangan Merdeka.

Sungai Penuh

HUT ke-18 Sungai Penuh, Azhar Hamzah Gaungkan Hidup Sehat

Minggu, 1 Nov 2026 - 15:00 WIB