Jakarta, Britakini.com – Harga emas batangan Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) turun pada perdagangan Selasa (5/5/2026).
Antam menetapkan harga emas di level Rp 2.760.000 per gram, turun Rp 35.000 dibandingkan hari sebelumnya. Antam juga memangkas harga pembelian kembali (buyback) menjadi Rp 2.545.000 per gram, atau turun Rp 40.000 dari posisi sebelumnya.
Penurunan harga emas Antam mengikuti pelemahan harga emas dunia. Di pasar spot, pelaku pasar menutup harga emas global di US$ 4.521,5 per troy ons, turun 1,97% dan menjadi level terendah sejak 30 Maret 2026.
Konflik di Timur Tengah turut menekan harga emas. Meski memasuki fase gencatan senjata, Amerika Serikat dan Iran masih saling melancarkan serangan.
Militer AS mengawal kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Mengutip laporan Bloomberg News, Iran menyerang saat AS mengawal dua kapal berbendera Amerika.
Ketegangan meningkat setelah Uni Emirat Arab berhasil mencegat rudal jelajah yang diduga diluncurkan Iran. Selain itu, serangan drone Iran merusak fasilitas di Pelabuhan Fujairah.
Jika konflik berlanjut, pelaku pasar memperkirakan harga energi global akan terus naik. Harga minyak jenis Brent melonjak 5,8% ke US$ 114,44 per barel, tertinggi sejak Juni 2022.
Bart Melek, Global Head of Commodity Strategy di TD Securities, menilai lonjakan harga minyak dapat mendorong kenaikan harga pangan dan bensin sehingga meningkatkan tekanan inflasi inti. Ia juga memperkirakan kondisi ini dapat mendorong Federal Reserve untuk kembali menaikkan suku bunga acuan.
Kenaikan suku bunga membuat emas kehilangan daya tarik. Investor cenderung mengalihkan dana ke instrumen lain karena emas tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). (Ven*)









