Rupiah Berpotensi Melemah di Tengah Tekanan Dolar AS

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif dan cenderung melemah terhadap dolar AS.

Nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif dan cenderung melemah terhadap dolar AS.

Jakarta, Britakini.comPergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat diperkirakan akan bergerak fluktuatif dan cenderung melemah ke kisaran Rp17.380 hingga Rp17.420 pada perdagangan Kamis (7/5/2026).

Data RTI Infokom mencatat rupiah menguat 0,22% hingga ditutup di level Rp17.372 per dolar AS pada perdagangan sebelumnya.

 Selama perdagangan berlangsung, rupiah sempat menyentuh level tertinggi Rp17.358 dan level terendah Rp17.411 per dolar AS.

Sejumlah mata uang Asia juga mencatat penguatan terhadap dolar AS. Yuan China naik 0,19%, yen Jepang melonjak 1,06%, won Korea Selatan menguat 1,41%, dolar Singapura naik 0,35%, dan baht Thailand bertambah 0,62%.

Pasar Merespons Positif Pernyataan Donald Trump

Direktur Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi menilai pasar merespons positif pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait peluang perdamaian antara AS dan Iran.

Baca Juga :  SK PPPK Sungai Penuh Segera Diserahkan

Trump menyampaikan rencana penghentian sementara operasi pengawalan kapal di Selat Hormuz. Ia mengambil langkah itu karena melihat kemajuan menuju kesepakatan komprehensif dengan Iran, meski belum menjelaskan rincian kesepakatan tersebut.

Pernyataan Trump mendorong optimisme pelaku pasar dan menekan pergerakan dolar AS di pasar global.

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tunjukkan Tren Positif

Ibrahim menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61% menunjukkan tren ekonomi yang semakin menguat dibandingkan periode sebelumnya.

Namun, pelaku pasar masih menunjukkan kekhawatiran dan memilih menarik dana dari pasar modal. Kondisi tersebut membuat pasar belum sepenuhnya merespons positif pertumbuhan ekonomi nasional.

“Pelaku pasar belum sepenuhnya memahami percepatan ini. Mereka justru masih merasa khawatir dan cenderung menarik dana dari pasar modal,” ujar Ibrahim dalam keterangan resminya, Rabu (6/5/2026).

Baca Juga :  Manfaat Vitamin D untuk Imunitas Tubuh dan Suplemennya

Pemerintah Siapkan Paket Stimulus Ekonomi

Pemerintah juga tengah menyiapkan paket stimulus tambahan untuk mendorong aktivitas ekonomi nasional dalam waktu dekat.

Ibrahim berharap kebijakan tersebut mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan aktivitas usaha, dan memperkuat kepercayaan pasar.

Rupiah Sempat Menguat pada Awal Perdagangan

Pada pukul 09.08 WIB, rupiah membuka perdagangan dengan penguatan 0,24% ke level Rp17.330 per dolar AS.

Sepanjang perdagangan pagi, rupiah bergerak di kisaran Rp17.292 hingga Rp17.372 per dolar AS.

Namun, pada pukul 12.16 WIB, rupiah kembali melemah 0,23% atau sekitar 40 poin ke level Rp17.357 per dolar AS.

Mata uang Asia lainnya juga bergerak menguat. Yen Jepang naik 0,10%, dolar Hong Kong bertambah 0,05%, yuan China naik 0,08%, dan dolar Singapura menguat 0,06%. (50Ven*)

Berita Terkait

BCA Luncurkan Tabungan Emas, Investasi Mulai Rp10.000
Rupiah Tertekan, Ini Prediksi Dolar AS Hari Ini
Fatwa Muhammadiyah Soal Kripto, Investor Wajib Tahu
Rupiah Tertekan, Dolar AS Pulih, Investor Waspada
Harga Emas Antam Naik, Buyback Tembus Rp2,5 Juta
Rupiah Tertekan, Pasar Nantikan Inflasi AS dan MSCI
Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik Turun Lengkap
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp20.000 per Gram
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:00 WIB

BCA Luncurkan Tabungan Emas, Investasi Mulai Rp10.000

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Rupiah Tertekan, Ini Prediksi Dolar AS Hari Ini

Jumat, 14 Agustus 2026 - 01:00 WIB

Fatwa Muhammadiyah Soal Kripto, Investor Wajib Tahu

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Rupiah Tertekan, Dolar AS Pulih, Investor Waspada

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Rupiah Tertekan, Pasar Nantikan Inflasi AS dan MSCI

Berita Terbaru

BCA dan Pegadaian meluncurkan layanan Tabungan Emas melalui aplikasi dan situs web myBCA.(Foto : kompas.com/PEXELS/ZLATAKY.CZ)

Ekonomi

BCA Luncurkan Tabungan Emas, Investasi Mulai Rp10.000

Jumat, 14 Agu 2026 - 19:00 WIB

Rupiah diprediksi melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Jumat, 14 Agustus 2026.(Foto : Bisnis/Himawan L Nugraha)

Ekonomi

Rupiah Tertekan, Ini Prediksi Dolar AS Hari Ini

Jumat, 14 Agu 2026 - 09:00 WIB

Muhammadiyah menerbitkan fatwa tentang aset kripto.(Foto: Shutterstock/detik.com)

Ekonomi

Fatwa Muhammadiyah Soal Kripto, Investor Wajib Tahu

Jumat, 14 Agu 2026 - 01:00 WIB

Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan ekosistem Motor Listrik Nasional (Molinas) di fasilitas produksi Alva, Cikarang, Bekasi.(Foto : Eva/detikcom)

Nasional

Prabowo Dorong Industri Motor Listrik Nasional Indonesia

Kamis, 13 Agu 2026 - 23:00 WIB

Ilustrasi rupiah dan dolar AS saat nilai tukar rupiah mengalami pelemahan.( Foto : Ilustrasi AI )

Ekonomi

Rupiah Tertekan, Dolar AS Pulih, Investor Waspada

Kamis, 13 Agu 2026 - 13:00 WIB