Jakarta, Britakini.com — Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menyatakan pemerintah masih mengusulkan insentif Rp5 juta per unit untuk pembelian motor listrik baru. Saat ini, pemerintah terus menyusun kebijakan yang paling tepat sebelum kembali menyalurkan subsidi tersebut.
“Saya masih menunggu hasil dari tim teknis terkait besaran subsidi. Dari situ, kami bisa menentukan pagu anggaran sekaligus jumlah unit motor yang akan menerima bantuan,” ujar Agus, Rabu (29/4).
Sinyal Penguatan Transisi Energi
Agus menilai angka Rp5 juta sudah cukup memberi sinyal kuat bahwa pemerintah serius mendorong transisi energi. Jika Kementerian Keuangan dan Kementerian Perindustrian menyepakati angka tersebut, kebijakan ini akan berada di jalur yang tepat.
Ia menegaskan pemerintah ingin memperkuat ketahanan energi nasional, terutama setelah menghadapi berbagai dinamika geopolitik, termasuk situasi di Selat Hormuz. Karena itu, pemerintah perlu menekan ketergantungan pada impor BBM.
Menunggu Keputusan Final Pemerintah
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menyebut Rp5 juta sebagai usulan awal subsidi motor listrik. Namun, ia menegaskan angka tersebut belum final dan masih dalam tahap pembahasan.
“Kami akan berdiskusi dengan Menteri Perindustrian dan Menko Perekonomian, lalu melaporkannya kepada Presiden sesuai arahan,” kata Purbaya.
Purbaya juga menyampaikan bahwa pemerintah telah mengajukan usulan tersebut kepada Presiden Prabowo. Pemerintah membuka peluang untuk merealisasikannya selama anggaran tersedia.
“Saya sudah meminta arahan Presiden, dan beliau meminta program ini dijalankan jika anggarannya ada,” ujarnya.
Evaluasi Program Insentif Sebelumnya
Pada 2023, pemerintah memberikan insentif motor listrik sebesar Rp7 juta per unit untuk satu KTP. Pemerintah melanjutkan program ini pada 2024, tetapi memangkas kuota menjadi 60 ribu unit karena minat masyarakat masih rendah.
Kuota tersebut habis pada September 2024. Meski pemerintah sempat merencanakan kelanjutan program, hingga pergantian tahun kebijakan itu belum juga terealisasi.
Dampak Ketidakpastian ke Industri
Sejumlah perusahaan menilai pemerintah belum memberikan kepastian terkait kelanjutan insentif. Kondisi ini membuat pasar ragu dan menekan penjualan motor listrik hingga turun drastis. (Ven*)









