Rupiah Tembus 17.400 BI Intervensi Redam Tekanan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pergerakan nilai tukar rupiah yang tertekan terhadap dolar Amerika Serikat di pasar keuangan

Ilustrasi pergerakan nilai tukar rupiah yang tertekan terhadap dolar Amerika Serikat di pasar keuangan

Jakarta, Britakini.comNilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terus melemah pada perdagangan Selasa (5/5/2026) hingga menembus level Rp17.400/US$.

Merespons kondisi tersebut, Bank Indonesia (BI) mengambil langkah khusus untuk meredam tekanan melalui berbagai intervensi yang terukur.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin G. Hutapea, menegaskan bahwa Bank Indonesia akan terus hadir di pasar guna memastikan mekanisme berjalan dengan baik serta menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar tetap sesuai dengan fundamentalnya.

Ia menjelaskan bahwa pergerakan rupiah sejak awal konflik di Timur Tengah masih sejalan dengan mayoritas mata uang emerging market lainnya. Philippine peso tercatat melemah 6,58%, Thailand baht 5,04%, India rupee 4,32%, Chile peso 4,24%, rupiah 3,65%, dan Korea won 2,29%.

Baca Juga :  Depati Benny Bantah Isu, Menjalankan Proposal

Untuk menjaga stabilitas, Bank Indonesia mengoptimalkan intervensi di pasar valuta asing melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot, serta Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik. Selain itu, BI juga melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Baca Juga :  Satresnarkoba Bekuk Tiga Pemuda COD Ganja Sungai Penuh

Erwin menegaskan bahwa Bank Indonesia secara konsisten menjalankan langkah-langkah tersebut guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan global yang masih berlangsung.

Pada perdagangan hari ini, tekanan terhadap rupiah terus meningkat. Berdasarkan data Refinitiv per pukul 09.07 WIB, rupiah melemah 0,22% ke posisi Rp17.403/US$, lebih dalam dibandingkan saat pembukaan di level Rp17.380/US$.

Dengan pelemahan tersebut, rupiah resmi menembus level psikologis Rp17.400/US$ sekaligus mencatat rekor terlemah intraday sepanjang sejarah. (Ven*)

Berita Terkait

Dolar AS Menguat, Rupiah Melemah ke Rp17.405
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp20 Ribu
Harga Emas Antam Tak Bergerak, Emas Dunia Melonjak
Harga Emas Pegadaian Bergerak Variatif UBS Turun Antam Naik
Rupiah Berpotensi Melemah di Tengah Tekanan Dolar AS
Harga Emas Antam Turun Tertekan Konflik Timur Tengah
Pemerintah Siapkan Insentif Rp5 Juta Motor Listrik Baru
Antam Pertahankan Harga Emas di Level Rp2,79 Juta
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 19:00 WIB

Dolar AS Menguat, Rupiah Melemah ke Rp17.405

Senin, 11 Mei 2026 - 18:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp20 Ribu

Sabtu, 9 Mei 2026 - 13:00 WIB

Harga Emas Antam Tak Bergerak, Emas Dunia Melonjak

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Bergerak Variatif UBS Turun Antam Naik

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:00 WIB

Rupiah Berpotensi Melemah di Tengah Tekanan Dolar AS

Berita Terbaru

Grace Natalie menyampaikan klarifikasi soal unggahan video ceramah Jusuf Kalla dalam konferensi pers di Jakarta.

Nasional

Grace Natalie Tegaskan Video JK Bukan Atas Nama PSI

Senin, 11 Mei 2026 - 21:00 WIB

Kirmanto, anak petani asal Pemalang, kini bekerja di PT Nestlé Indonesia setelah lulus cumlaude dari UNU Yogyakarta.

Nasional

Anak Petani Pemalang Tembus Nestlé, Kisah Kirmanto

Senin, 11 Mei 2026 - 20:00 WIB

Layar menampilkan pergerakan nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar AS pada perdagangan terbaru

Ekonomi

Dolar AS Menguat, Rupiah Melemah ke Rp17.405

Senin, 11 Mei 2026 - 19:00 WIB

Ilustrasi emas batangan Antam. Harga emas Antam hari ini turun menjadi Rp2.819.000 per gram.

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp20 Ribu

Senin, 11 Mei 2026 - 18:00 WIB