Stok Melimpah, Indonesia Optimistis Tanpa Impor Beras 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 23 April 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Andi Amran Sulaiman saat mengecek cadangan beras nasional di gudang Perum Bulog Karawang, Jawa Barat

Andi Amran Sulaiman saat mengecek cadangan beras nasional di gudang Perum Bulog Karawang, Jawa Barat

Karawang, Britakini.com — Pemerintah memastikan Indonesia tidak akan mengimpor beras pada 2026 karena cadangan stok nasional melimpah. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa kondisi ini berbanding terbalik dengan periode 2023–2024, saat Indonesia masih mengimpor beras hingga 7 juta ton.

Tanpa Impor Sejak 2025

Amran menyampaikan bahwa pemerintah telah menghentikan impor beras sejak 2025. Ia optimistis Indonesia mampu mempertahankan kebijakan tanpa impor pada 2026 dengan memperkuat kolaborasi dan meningkatkan produksi pangan nasional.

“Pada 2023–2024, Indonesia mengimpor beras sekitar 7 juta ton, termasuk jagung, dengan nilai kurang lebih Rp100 triliun. Alhamdulillah, pada 2025 kita tidak impor. Insyaallah 2026 juga tidak impor. Kita terus berdoa dan memperkuat kolaborasi agar target ini tercapai,” ujar Amran saat mengunjungi gudang beras Perum Bulog di Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4/2026).

Baca Juga :  Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik Turun Variatif

Dampak ke Pasar Global

Amran menjelaskan bahwa kebijakan ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan dalam negeri, tetapi juga memberi kontribusi terhadap pasar pangan global. Ia menilai beras sebagai komoditas utama yang dikonsumsi oleh puluhan negara dan ratusan juta penduduk dunia.

“Langkah ini tidak hanya bermanfaat bagi rakyat Indonesia, tetapi juga memberi kontribusi bagi dunia. Sebanyak 33 negara mengonsumsi beras, dan sebagian penduduk di 170 negara bergantung pada komoditas ini. Indonesia kini ikut berkontribusi secara global,” jelasnya.

Stok Tertinggi Sepanjang Sejarah

Amran mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengumpulkan cadangan beras sekitar 5 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah. Sementara itu, Perum Bulog hanya memiliki kapasitas gudang sekitar 3 juta ton. Untuk mengatasi kelebihan stok, pemerintah menyewa gudang tambahan yang mampu menampung sekitar 2 juta ton beras.

Baca Juga :  Iran Tutup Selat Hormuz, Drone Serang Tanker

Data Transparan dan Terverifikasi

Amran menegaskan bahwa pemerintah menyusun data cadangan beras secara akurat dan transparan. Pemerintah menggunakan data dari Badan Pusat Statistik dan telah melewati proses audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Ia memastikan tidak ada manipulasi data karena pelanggaran tersebut dapat berujung pada sanksi hukum.

“Hari ini menjadi momen kebahagiaan bagi petani. Produksi meningkat dan pendapatan ikut naik. Stok Bulog telah mencapai 5.000.198 ton, tertinggi sepanjang sejarah sejak Indonesia merdeka,” tutup Amran. (Ven*)

Berita Terkait

Stok Beras Nasional Aman 15 Bulan Hadapi El Nino Ekstrem
BI Jelaskan Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.300
Tekanan Inflasi Dorong Masyarakat Ubah Strategi Investasi
Harga Emas Antam Turun Rp52.000 di Pegadaian Hari Ini
Pajak Tahunan Toyota Veloz Hybrid 2026 Indonesia
Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik Turun Variatif
Harga Emas Dunia Melemah Dua Hari Beruntun
Tarif Listrik PLN April 2026 Tetap Stabil Tanpa Kenaikan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 17:00 WIB

Stok Beras Nasional Aman 15 Bulan Hadapi El Nino Ekstrem

Kamis, 23 April 2026 - 16:00 WIB

BI Jelaskan Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.300

Kamis, 23 April 2026 - 13:00 WIB

Tekanan Inflasi Dorong Masyarakat Ubah Strategi Investasi

Kamis, 23 April 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Turun Rp52.000 di Pegadaian Hari Ini

Rabu, 22 April 2026 - 15:00 WIB

Pajak Tahunan Toyota Veloz Hybrid 2026 Indonesia

Berita Terbaru

Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz tetap berlangsung di bawah pengawasan ketat militer di tengah konflik dan ancaman ranjau laut.

Internasional

AS Butuh Enam Bulan Bersihkan Ranjau Selat Hormuz

Kamis, 23 Apr 2026 - 18:00 WIB

Wali Kota Sungai Penuh menandatangani MoU kerja sama dengan Universitas Adiwangsa Jambi disaksikan jajaran pejabat daerah.

Uncategorized

Pemkot Sungai Penuh Kerja Sama dengan Universitas Adiwangsa

Kamis, 23 Apr 2026 - 17:51 WIB

Andi Amran Sulaiman saat meninjau gudang beras Bulog di Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4/2026).

Nasional

Stok Beras Nasional Aman 15 Bulan Hadapi El Nino Ekstrem

Kamis, 23 Apr 2026 - 17:00 WIB

Tampak gedung Bank Indonesia di Jakarta yang menjadi pusat pengambilan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah.

Nasional

BI Jelaskan Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.300

Kamis, 23 Apr 2026 - 16:00 WIB

Ilustrasi serangan siber yang menggambarkan dugaan penggunaan backdoor dan botnet untuk melumpuhkan jaringan

Internasional

Iran Ungkap Dugaan Serangan Siber AS ke Jaringan

Kamis, 23 Apr 2026 - 15:00 WIB