Serangan Rudal Iran Picu Sirene Peringatan di Israel

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 8 Maret 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Israel bergegas menuju tempat perlindungan setelah sirene serangan udara berbunyi menyusul peluncuran rudal dari Iran, Minggu pagi.

Warga Israel bergegas menuju tempat perlindungan setelah sirene serangan udara berbunyi menyusul peluncuran rudal dari Iran, Minggu pagi.

Jakarta, Britakini.com — Iran meluncurkan serangan rudal ke Israel pada Minggu pagi. Sirene serangan udara langsung berbunyi di wilayah utara Israel untuk memperingatkan datangnya rudal dari Iran.

Pihak berwenang segera meminta warga berlindung di tempat evakuasi atau selter yang telah mereka siapkan. Otoritas keamanan juga mengimbau warga tetap tenang dan mengikuti instruksi mereka.

Banyak warga segera menghentikan aktivitas setelah mendengar sirene peringatan tersebut. Mereka bergerak cepat menuju tempat perlindungan terdekat untuk menghindari potensi bahaya.

Militer Israel Aktifkan Sistem Pertahanan Udara

Militer Israel segera mengaktifkan sistem pertahanan udara setelah mendeteksi peluncuran rudal dari Iran. Sistem tersebut melacak, mengidentifikasi, dan mencegat rudal sebelum mencapai wilayah permukiman.

Militer juga mengerahkan unit pertahanan udara untuk memantau perkembangan situasi di wilayah utara. Hingga saat ini, otoritas Israel belum melaporkan adanya kerusakan besar maupun korban jiwa akibat serangan tersebut.

Sirene Peringatan Berbunyi di Haifa

Komando Pertahanan Dalam Negeri militer Israel menyalakan sirene peringatan di sebagian besar wilayah utara Israel, termasuk kota pelabuhan Haifa. Sirene itu memberi waktu kepada warga untuk segera mencari perlindungan.

Baca Juga :  Kode Redeem Free Fire April 2026 Hadiah Gratis

Petugas keamanan memerintahkan warga untuk masuk ke ruang aman, bunker, atau tempat perlindungan terdekat. Pemerintah daerah juga meminta masyarakat untuk tetap mengikuti arahan aparat selama situasi darurat berlangsung.

Warga Segera Menuju Tempat Perlindungan

Warga yang mendengar sirene langsung menghentikan aktivitas mereka dan bergerak menuju tempat perlindungan. Sejumlah fasilitas umum seperti sekolah, kantor, dan pusat perbelanjaan juga menjalankan prosedur darurat dengan mengarahkan orang-orang ke ruang aman.

Aparat keamanan dan petugas darurat juga bersiaga di berbagai lokasi untuk memastikan keselamatan warga serta mengantisipasi kemungkinan situasi darurat lainnya.

Peringatan Dicabut Setelah Situasi Mereda

Beberapa waktu kemudian, otoritas Israel mencabut peringatan setelah menilai situasi telah lebih aman. Militer Israel menyatakan warga di seluruh wilayah negara sudah boleh meninggalkan tempat perlindungan.

Meski demikian, pemerintah tetap mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan serangan lanjutan. Aparat keamanan juga terus memantau perkembangan situasi di wilayah tersebut.

Baca Juga :  Manfaat Air Kelapa untuk Hidrasi dan Kesehatan Ramadan

Sistem Pertahanan Udara Israel Cegat Rudal

Media Israel melaporkan Iran meluncurkan beberapa rudal dalam serangan tersebut. Namun, sistem pertahanan udara Israel berhasil mencegat sebagian besar rudal sebelum mencapai target.

Keberhasilan pencegatan ini membantu mengurangi risiko kerusakan dan korban di wilayah yang terancam. Militer Israel juga terus mengevaluasi kesiapan sistem pertahanan udara mereka.

Konflik Timur Tengah Kian Memanas

Serangan rudal Iran ini terjadi di tengah konflik yang semakin memanas di kawasan Timur Tengah. Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari.

Sejak saat itu, kedua pihak terus meningkatkan tekanan militer melalui berbagai aksi dan serangan balasan. Situasi ini membuat banyak negara memantau perkembangan konflik dengan cermat.

Serangan rudal Iran dalam konflik tersebut telah menewaskan sedikitnya 10 orang di Israel. Kondisi keamanan di kawasan itu pun masih menjadi perhatian dunia internasional karena berpotensi memicu eskalasi konflik yang lebih luas.

Berita Terkait

Rudal Houthi Hantam Bandara Riyadh, Ratusan Orang Terluka
Pasar Arab Saudi Jadi Peluang Bisnis Indonesia
OPEC+ Naikkan Produksi Minyak Saat Krisis Pasokan Global
Pengadilan Yordania Jatuhkan Hukuman Mati Pembunuh Polisi
Harga Minyak Dunia Turun Usai Kesepakatan AS Iran
Israel Bebaskan Relawan GSF, Tiba Selamat di Istanbul Turki
Iran Perluas Kendali Selat Hormuz, Tegangan Regional Meningkat
Gaza Dilaporkan Hancur, Ribuan Jenazah Masih Tertimbun
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Rudal Houthi Hantam Bandara Riyadh, Ratusan Orang Terluka

Jumat, 25 September 2026 - 00:00 WIB

Pasar Arab Saudi Jadi Peluang Bisnis Indonesia

Senin, 8 Juni 2026 - 05:00 WIB

OPEC+ Naikkan Produksi Minyak Saat Krisis Pasokan Global

Senin, 8 Juni 2026 - 01:00 WIB

Pengadilan Yordania Jatuhkan Hukuman Mati Pembunuh Polisi

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:00 WIB

Harga Minyak Dunia Turun Usai Kesepakatan AS Iran

Berita Terbaru

Singapura menyoroti tujuh perusahaan Indonesia terkait karhutla dan kabut asap lintas batas, sementara DPR mendesak pemerintah membuka data 52 perusahaan yang diduga terkait kebakaran hutan.(Foto : tribunnews.com/HO)

Nasional

Prabowo Didesak Buka Data 52 Perusahaan Karhutla

Minggu, 18 Okt 2026 - 02:00 WIB

Harga emas Antam, UBS, dan Galeri24 menunjukkan perbedaan berdasarkan merek dan berat.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Hari Ini: Antam, UBS, Galeri24, Mana Termurah?

Sabtu, 17 Okt 2026 - 15:00 WIB

Harga emas batangan Antam naik Rp7.000 menjadi Rp2.572.000 per gram pada Sabtu, 17 Oktober 2026.(Foto : Liputan6.com/Johan Tallo)

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp7.000

Sabtu, 17 Okt 2026 - 13:00 WIB