Jakarta, Britakini.com — Iran Tegaskan Siap Melawan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menegaskan Iran siap melawan Amerika Serikat jika Washington melancarkan serangan. Ia menyampaikan pernyataan itu di tengah meningkatnya ancaman Presiden AS Donald Trump dan berlanjutnya negosiasi nuklir kedua negara.
Baghaei menyatakan Iran menganggap setiap serangan AS, termasuk serangan terbatas, sebagai tindakan agresi. Karena itu, ia memastikan Iran akan langsung merespons setiap serangan tersebut.
Baghaei mengatakan dalam konferensi pers pada Senin (23/2), seperti dikutip Al Jazeera, “Suatu tindakan agresi adalah tindakan agresi.”
Ia juga menegaskan Iran akan menggunakan haknya untuk membela diri. Menurut dia, setiap negara berhak mempertahankan kedaulatannya saat menghadapi agresi. “Kami akan membela diri dengan tegas,” ujarnya.
Presiden Iran Siapkan Skenario
Presiden Iran Masoud Pezehskian menyampaikan sikap serupa. Ia mengatakan pemerintah terus memantau langkah Amerika Serikat dan menyiapkan berbagai skenario untuk menghadapi kemungkinan serangan.
Pezehskian menulis di X pada Minggu, “Kami terus memantau dengan cermat tindakan AS dan telah menyiapkan semua langkah yang diperlukan untuk menghadapi skenario apa pun.”
Selain itu, Pezehskian menegaskan komitmen Iran untuk menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan. Ia menyebut negosiasi terbaru di Jenewa menghasilkan pertukaran proposal praktis. Ia menilai pertemuan tersebut memberikan sinyal positif bagi pemerintahannya.
Trump Tingkatkan Tekanan
Sebelumnya, Donald Trump menyatakan akan melancarkan serangan terbatas untuk menekan Iran agar menyepakati kesepakatan nuklir. Para penasihatnya kemudian melaporkan bahwa AS berencana melancarkan serangan dalam beberapa hari ke depan guna menggertak Iran agar menghentikan kemampuan pengembangan senjata nuklir.
Jika langkah itu gagal, Trump mempertimbangkan serangan lanjutan pada akhir tahun ini. Ia bahkan disebut menargetkan perubahan kepemimpinan di Iran.
Trump terus melontarkan ancaman terhadap Iran. Sebagai bagian dari tekanan tersebut, pemerintah AS telah mengerahkan dua kapal induk ke perairan Timur Tengah.
Sejumlah sumber juga menyebut Trump menuntut Iran menghentikan pengayaan uranium hingga nol serta membatasi produksi rudal balistiknya.
(Tim*)









