Suster Ika Selamatkan Korban TPPO di Maumere NTT

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 21 Februari 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suster Ika mendampingi korban TPPO yang telah dievakuasi dan mendapatkan pendampingan di rumah aman.

Suster Ika mendampingi korban TPPO yang telah dievakuasi dan mendapatkan pendampingan di rumah aman.

Britakini.com — Suster Fransiska Imakulata menyelamatkan 13 perempuan asal Jawa Barat yang menjadi korban TPPO di Maumere, Kabupaten Sikka. Para korban melaporkan kekerasan, pelecehan seksual, ancaman, dan pemaksaan bekerja di luar kontrak di tempat hiburan malam.

Korban menghubungi Suster Ika melalui WhatsApp pada 20 Januari 2026 dan mengaku depresi serta tidak bisa meninggalkan tempat kerja. Suster Ika dan tim dari Tim Relawan untuk Kemanusiaan Flores berkoordinasi dengan unit PPA Polres Sikka untuk melakukan penyelamatan.

Pada 21 Januari 2026, tim datang ke lokasi dengan izin pengelola. Petugas kepolisian berjaga di luar, sementara Suster Ika menemui korban dan menenangkan mereka. Keesokan harinya, tiga korban mengirim bukti kekerasan berupa foto luka lebam. Berdasarkan bukti itu, tim berkoordinasi kembali dengan Polres Sikka dan mengevakuasi seluruh korban.

Baca Juga :  Prabowo Tinjau Korban Kecelakaan KA di Bekasi Timur

Pihak tempat hiburan menahan KTP para korban, tetapi penyidik meminta mereka mengembalikan identitas tersebut. Kuasa hukum pemilik pub memprotes penjemputan, namun proses tetap berjalan karena ada surat penyidikan dari kepolisian.

Setelah dievakuasi, 13 korban tinggal di rumah aman dan mendapatkan pendampingan psikologis serta hukum. Mereka melaporkan kasus TPPO secara resmi pada 6 Februari 2026, dan proses hukum masih berlangsung.

Baca Juga :  Resep Bolu Keju Cheddar Lembut Gurih Praktis

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun tangan dengan berkomunikasi langsung kepada korban dan berencana menjemput mereka dari NTT untuk dipulangkan ke Jawa Barat guna mempercepat pemulihan tanpa mengganggu proses hukum.

Kondisi korban mulai membaik setelah mendapat perlindungan. Kasus ini menyoroti pentingnya penegakan hukum TPPO dan pendampingan korban agar mereka tidak menjadi korban berulang.

(Tim*)

Berita Terkait

Prabowo Didesak Buka Data 52 Perusahaan Karhutla
Asap Karhutla Capai Pulau Jawa, BMKG Pantau Kualitas Udara
Pemerintah Kerahkan 60 Ribu Personel untuk Padamkan Karhutla
Karhutla Sumsel dan Kalimantan Meluas, Asap Ancam Kesehatan
Cuaca Besok Senin, BMKG Tetapkan Status Siaga Hujan Lebat
Syarat Guru PPPK Menjadi PNS Mulai 2027 Terungkap
Dewan Pers Minta ASEAN Lindungi Karya Jurnalistik
15 Penerbangan Terdampak Kabut Asap di Palembang
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Prabowo Didesak Buka Data 52 Perusahaan Karhutla

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Asap Karhutla Capai Pulau Jawa, BMKG Pantau Kualitas Udara

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Pemerintah Kerahkan 60 Ribu Personel untuk Padamkan Karhutla

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Karhutla Sumsel dan Kalimantan Meluas, Asap Ancam Kesehatan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Cuaca Besok Senin, BMKG Tetapkan Status Siaga Hujan Lebat

Berita Terbaru

Singapura menyoroti tujuh perusahaan Indonesia terkait karhutla dan kabut asap lintas batas, sementara DPR mendesak pemerintah membuka data 52 perusahaan yang diduga terkait kebakaran hutan.(Foto : tribunnews.com/HO)

Nasional

Prabowo Didesak Buka Data 52 Perusahaan Karhutla

Minggu, 18 Okt 2026 - 02:00 WIB

Harga emas Antam, UBS, dan Galeri24 menunjukkan perbedaan berdasarkan merek dan berat.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Hari Ini: Antam, UBS, Galeri24, Mana Termurah?

Sabtu, 17 Okt 2026 - 15:00 WIB

Harga emas batangan Antam naik Rp7.000 menjadi Rp2.572.000 per gram pada Sabtu, 17 Oktober 2026.(Foto : Liputan6.com/Johan Tallo)

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp7.000

Sabtu, 17 Okt 2026 - 13:00 WIB