Suyudi Ario Seto Disetujui DPR Menjadi Kapolri Baru

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komjen Suyudi Ario Seto menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon Kapolri di Komisi III DPR, Kamis (1/10/2026).(Foto : KOMPAS/Machradin Wahyudi Ritonga)

Komjen Suyudi Ario Seto menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon Kapolri di Komisi III DPR, Kamis (1/10/2026).(Foto : KOMPAS/Machradin Wahyudi Ritonga)

Jakarta, Britakini.com – DPR RI menyetujui Komisaris Jenderal Suyudi Ario Seto sebagai calon Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri). Suyudi akan menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang telah memimpin Polri selama sekitar enam tahun.

Komisi III DPR mengambil keputusan tersebut setelah menggelar uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test terhadap Suyudi pada Kamis (1/10/2026).

Presiden Prabowo Subianto mengusulkan Suyudi sebagai calon Kapolri melalui Surat Presiden Nomor R57/Surpres/09/2026 tertanggal 30 September 2026.

Surat Presiden tersebut mengusulkan pemberhentian Listyo Sigit dari jabatan Kapolri sekaligus pengangkatan Suyudi sebagai Kapolri.

Komisi III DPR Setujui Suyudi Secara Aklamasi

Badan Musyawarah DPR langsung menggelar rapat setelah menerima Surat Presiden. Bamus kemudian meminta Komisi III DPR menjalankan uji kelayakan terhadap Suyudi.

Dalam uji kelayakan tersebut, Suyudi memaparkan visi dan misinya sebagai calon Kapolri selama sekitar 22 menit.

Setelah mendengarkan pemaparan tersebut, anggota Komisi III DPR menyetujui Suyudi secara aklamasi.

Keputusan DPR itu membuka jalan bagi Suyudi untuk memimpin Polri. Ia selanjutnya menunggu proses pelantikan sebagai Kapolri.

Suyudi Ario Seto Lulusan Akpol 1994

Suyudi Ario Seto lahir di Jakarta pada 14 Juli 1973. Ia menyelesaikan pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) pada 1994.

Setelah lulus Akpol, Suyudi mengawali karier melalui sejumlah posisi di bidang operasional dan reserse.

Ia pernah menjadi Kanit II Resmob Polda Metro Jaya. Setelah itu, ia menjabat Kapolsek Metro Pasar Minggu dan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan.

Suyudi kemudian mendapat tugas sebagai Kanit Jatanras Polda Metro Jaya. Ia juga pernah menjadi Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota.

Karier Suyudi terus berkembang. Ia kemudian memimpin Polsek Metro Penjaringan.

Pada 2014, Suyudi menjabat Kasubbid Paminal Bidang Propam Polda Metro Jaya.

Setelah itu, ia mendapat kepercayaan sebagai Kapolres Majalengka. Ia kemudian memimpin Polres Bogor dan Polresta Bogor Kota.

Suyudi Pernah Menjabat Kapolda Banten

Suyudi kemudian mendapat sejumlah jabatan strategis sebagai perwira tinggi Polri.

Pada 2020, ia menjabat Wadirtipidsiber Bareskrim Polri. Setelah itu, ia menjadi Penyidik Tindak Pidana Utama Tingkat II Bareskrim Polri.

Pada 2023, Suyudi menjabat Wakapolda Metro Jaya.

Setahun kemudian, Presiden menunjuk Suyudi sebagai Kapolda Banten.

Kariernya berlanjut ke Badan Narkotika Nasional (BNN). Presiden menunjuk Suyudi sebagai Kepala BNN pada 25 Agustus 2025.

Selama memimpin BNN, Suyudi menjalankan berbagai operasi pemberantasan narkotika.

BNN Ungkap 11 Jaringan Narkotika

BNN langsung mencatat sejumlah pengungkapan kasus setelah Suyudi memimpin lembaga tersebut.

Pada Agustus hingga September 2025, BNN mengungkap 11 jaringan narkotika di berbagai daerah.

Baca Juga :  Wali Kota Alfin Ikuti Rapat DPR Bahas PPPK ASN

Petugas menangkap 53 tersangka dalam pengungkapan tersebut. Mereka juga menyita ratusan kilogram narkotika dari berbagai jenis.

BNN kemudian memusnahkan barang bukti hasil pengungkapan kasus sepanjang Oktober hingga Desember 2025.

Pemusnahan berlangsung pada Desember 2025.

Barang bukti tersebut terdiri atas 113.230,10 gram sabu dan 318 mililiter sabu cair. Petugas juga memusnahkan 233.866,21 gram ganja.

Selain itu, petugas memusnahkan 5.044 butir dan 28,18 gram ekstasi.

BNN juga memusnahkan 3.911 mililiter prekursor cair, 1.064 gram prekursor padat, 2.602 mililiter cairan bahan kimia, serta 1.300 gram bahan kimia padat.

BNN tidak memusnahkan seluruh barang bukti. Petugas menyisihkan sebagian untuk pemeriksaan laboratorium serta kebutuhan penelitian, teknologi, dan pelatihan.

Barang yang disisihkan terdiri atas 423,56 gram sabu, 11 mililiter sabu cair, 1.226,60 gram ganja, serta 41 butir dan 0,96 gram ekstasi.

Suyudi Pimpin Operasi Kampung Narkoba

Suyudi juga memimpin Operasi Bersama Pemberantasan dan Pemulihan Kampung Narkoba pada 5-7 November 2025.

BNN menjalankan operasi tersebut secara serentak di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam operasi itu, BNN bekerja sama dengan Polri dan TNI.

Tim gabungan menyasar 53 lokasi yang tersebar di 34 provinsi. Petugas mengamankan 1.259 orang dalam operasi tersebut.

Di Jakarta, petugas menjalankan operasi di sejumlah lokasi. Salah satunya berada di kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok.

Suyudi memimpin langsung puncak operasi tersebut.

Tim gabungan kemudian menyita 89.159,42 gram sabu, 91,53 gram ganja, dan 159 butir ekstasi.

Petugas juga mengamankan uang tunai Rp1,4 miliar dan uang palsu Rp5,5 juta.

BNN Gagalkan Penyelundupan Ketamin 1,3 Ton

BNN kembali mengungkap kasus narkotika dalam jumlah besar pada 2026.

Pada Agustus 2026, BNN bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, TNI Angkatan Laut, Bareskrim Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), dan Polda Kepulauan Riau.

Tim gabungan menggagalkan penyelundupan sekitar 1,3 ton ketamin di perairan Natuna, Kepulauan Riau.

Petugas menemukan narkotika tersebut di kapal Fude/King Sun.

Kapal itu bergerak dari wilayah Teluk Thailand menuju perairan Indonesia.

Selain kasus tersebut, BNN kembali menggagalkan penyelundupan narkotika dalam jumlah besar.

BNN bersama Ditjen Bea dan Cukai mengungkap penyelundupan 2,6 ton metamfetamina cair di perairan Karimun, Kepulauan Riau.

Petugas menemukan narkotika golongan I tersebut di kapal MV Ocean Porter berbendera Tanzania.

Pengungkapan itu berlangsung pada 17 Agustus 2026.

IPW Soroti Rekam Jejak Suyudi

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso menyoroti rekam jejak Suyudi selama memimpin BNN.

Menurut Sugeng, Suyudi berhasil memimpin sejumlah pengungkapan kasus narkotika dalam jumlah besar.

BNN juga bekerja sama dengan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri untuk menangkap oknum polisi yang terlibat dalam peredaran narkotika.

Baca Juga :  Emas Antam Hari Ini Menguat, Harga Buyback Naik

Sugeng mengatakan Presiden tentu memiliki sejumlah pertimbangan sebelum mengusulkan Suyudi sebagai calon Kapolri.

Ia menyebut pengalaman Suyudi memimpin BNN, Polda Banten, dan Wakapolda Metro Jaya sebagai bagian dari rekam jejaknya.

Pengalaman tersebut juga membuat Suyudi memahami pengelolaan organisasi dengan jumlah personel yang besar.

Akpol 1994 Duduki Sejumlah Jabatan Strategis

Suyudi merupakan bagian dari Akpol angkatan 1994.

Menurut Sugeng, setidaknya 14 lulusan Akpol 1994 kini menduduki jabatan strategis di lingkungan Polri.

Sebagian dari mereka memimpin sejumlah kepolisian daerah sebagai kapolda.

Beberapa nama di antaranya yaitu Irjen Whisnu Hermawan Februanto sebagai Kapolda Sumatera Utara, Komjen Asep Edi Suheri sebagai Kapolda Metro Jaya, dan Irjen Pipit Rismanto sebagai Kapolda Jawa Barat.

Selain itu, Irjen Anggoro Sukartono menjabat Kapolda DI Yogyakarta.

Komjen Roycke Harry Langie juga menjabat Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops).

Sugeng menilai banyaknya lulusan Akpol 1994 yang mengisi jabatan strategis menjadi bagian dari dinamika kepemimpinan Polri.

Reformasi Kultural Menjadi Tantangan Kapolri

Suyudi akan menghadapi sejumlah pekerjaan rumah setelah resmi menjabat Kapolri.

Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso menyebut reformasi kultural sebagai salah satu agenda penting Polri.

Menurut Sugeng, Kapolri perlu meneruskan pendekatan kepemimpinan yang humanis.

Kapolri juga perlu mengarahkan ratusan ribu anggota Polri agar bekerja secara profesional dan akuntabel.

Selain itu, Polri perlu memperkuat perannya dalam menjaga demokrasi.

Polri Perlu Beradaptasi dengan Teknologi

Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto, juga menyoroti tantangan Kapolri baru.

Menurut Bambang, pergantian Kapolri merupakan bagian dari dinamika organisasi.

Ia menyebut Polri membutuhkan penyegaran kepemimpinan setelah Listyo Sigit memimpin selama sekitar enam tahun.

Bambang juga menyoroti pembenahan organisasi dan reformasi kultural yang belum tuntas.

Selain itu, Polri harus mengikuti perkembangan teknologi. Salah satunya adalah perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Menurut Bambang, teknologi akan memengaruhi ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan kepolisian.

Karena itu, Polri perlu menyesuaikan cara kerja dan pelayanan dengan perkembangan tersebut.

Bambang Soroti Independensi Polri

Selain reformasi internal, Bambang menyoroti pentingnya independensi Polri.

Menurut dia, Kapolri harus menjaga agar institusi kepolisian tetap menjalankan tugas berdasarkan konstitusi.

Bambang menegaskan bahwa independensi Polri tidak berarti kepolisian harus berseberangan dengan Presiden.

Sebaliknya, Polri harus tetap menjalankan tugas sesuai konstitusi dan aturan hukum.

Dengan persetujuan Komisi III DPR pada Kamis (1/10/2026), Suyudi Ario Seto memasuki tahap akhir sebelum menggantikan Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri. (Ven*)

Penulis : Vendra

Editor : Vendra

Sumber Berita: kompas.com

Berita Terkait

Asap Karhutla Capai Pulau Jawa, BMKG Pantau Kualitas Udara
Pemerintah Kerahkan 60 Ribu Personel untuk Padamkan Karhutla
Karhutla Sumsel dan Kalimantan Meluas, Asap Ancam Kesehatan
Cuaca Besok Senin, BMKG Tetapkan Status Siaga Hujan Lebat
Syarat Guru PPPK Menjadi PNS Mulai 2027 Terungkap
Dewan Pers Minta ASEAN Lindungi Karya Jurnalistik
15 Penerbangan Terdampak Kabut Asap di Palembang
Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Asap Karhutla Capai Pulau Jawa, BMKG Pantau Kualitas Udara

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Pemerintah Kerahkan 60 Ribu Personel untuk Padamkan Karhutla

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Karhutla Sumsel dan Kalimantan Meluas, Asap Ancam Kesehatan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Cuaca Besok Senin, BMKG Tetapkan Status Siaga Hujan Lebat

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Syarat Guru PPPK Menjadi PNS Mulai 2027 Terungkap

Berita Terbaru

Tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan meluas di Tahura Orang Kayo Hitam, Jambi.(Foto : Dok.Istimewa)

Jambi

Al Haris Perkuat Koordinasi Penanganan Karhutla di Jambi

Sabtu, 17 Okt 2026 - 03:00 WIB

Yamaha XSR900 2027 hadir dengan warna Neon White yang mengusung nuansa balap era 1990-an untuk pasar Eropa.(Foto : Paultan)

Teknologi

Yamaha XSR900 2027 Usung Warna Neon White Bergaya Retro

Sabtu, 17 Okt 2026 - 01:00 WIB

Yadea GT80 mengandalkan baterai ganda untuk mengejar jarak tempuh lebih dari 180 km dalam sekali pengisian daya.(Foto : Ist)

Teknologi

Yadea GT80 Diklaim Bisa Tempuh 190 Km, Ini Spesifikasinya

Jumat, 16 Okt 2026 - 23:00 WIB

Saham Bank Mandiri (BMRI) mengalami koreksi 8,54% seiring dengan anjloknya IHSG pada sesi pertama perdagangan Jumat (16/10/2026).(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

IHSG Ambruk 10,76%, Saham Bank Mandiri Ikut Terkoreksi

Jumat, 16 Okt 2026 - 20:00 WIB

BMKG mendeteksi sebaran asap karhutla dari Kalimantan hingga wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.(Foto : detik.com)

Nasional

Asap Karhutla Capai Pulau Jawa, BMKG Pantau Kualitas Udara

Jumat, 16 Okt 2026 - 18:00 WIB