Jakarta, Britakini.com — Kenaikan harga BBM nonsubsidi di Indonesia mendorong perubahan perilaku konsumen. Pertamina dan sejumlah SPBU swasta menaikkan harga bahan bakar secara signifikan, bahkan harga diesel kini menembus Rp30 ribu per liter. Kondisi ini justru menjadi peluang bagi produsen mobil listrik.
Indomobil Group, yang memasarkan mobil listrik asal China seperti GAC AION, Changan, dan Maxus, mencatat peningkatan penjualan dalam sebulan terakhir. Pihak perusahaan mengakui bahwa lonjakan tersebut dipicu oleh naiknya harga BBM.
Tan menjelaskan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, terutama pada April, masyarakat mulai beralih ke mobil listrik. Ia memperkirakan tren penjualan kendaraan listrik akan terus meningkat, sebagaimana nanti terlihat dalam laporan Gaikindo.
Menurutnya, tingginya biaya bahan bakar membuat masyarakat mencari alternatif yang lebih hemat. Mobil listrik menawarkan penghematan biaya operasional yang sangat besar, bahkan bisa mencapai 80–90 persen dalam kondisi normal. Ketika harga BBM terus naik, tingkat penghematan itu bisa melampaui 90 persen.
Selain hemat, mobil listrik juga menawarkan keunggulan lain, seperti ramah lingkungan, biaya perawatan yang lebih rendah, dan operasional yang lebih murah.
Indomobil saat ini terus memperkuat pasar kendaraan listrik di Indonesia. Dalam waktu dekat, perusahaan berencana menghadirkan dua merek EV baru dari China, yaitu Leapmotor dan Hongqi.
Sebagai gambaran, harga BBM nonsubsidi memang melonjak tajam. Pertamina menetapkan harga Pertamax Turbo sebesar Rp19.900 per liter, naik hampir Rp7.000 dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, penyedia BBM juga menaikkan harga diesel secara signifikan: Pertamina menjual Pertamina Dex seharga Rp27.900 per liter, sedangkan BP memasarkan BP Ultimate Diesel dan Diesel Primus masing-masing seharga Rp30.890 per liter. (Ven*)









