Gaikindo Ungkap Peluang Besar Investasi Mobil Listrik Indonesia

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 28 Agustus 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi mobil listrik yang mendukung pengembangan industri otomotif dan peningkatan TKDN di Indonesia.(Foto : KOMPAS.com/Gilang)

Ilustrasi mobil listrik yang mendukung pengembangan industri otomotif dan peningkatan TKDN di Indonesia.(Foto : KOMPAS.com/Gilang)

Gaikindo Minta Pemerintah Kawal TKDN Mobil Listrik

Jakarta, Britakini.com – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) meminta pemerintah mengawal peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mobil listrik.

Gaikindo ingin kebijakan TKDN memberikan manfaat langsung bagi industri otomotif nasional. Karena itu, pemerintah perlu memastikan industri mampu memenuhi setiap target yang sudah ditetapkan.

Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara menyebut kenaikan TKDN pada 2027 sebagai salah satu tantangan yang harus segera disiapkan.

“Jadi yang harus dikawal adalah masalah TKDN. Nanti di tahun 2027 ada peningkatan. Tapi betul itu akan dilakukan? Ini yang jadi PR tersendiri,” ujar Kukuh dalam diskusi Indonesia Business Forum, Rabu (26/8/2026).

Target TKDN Mobil Listrik Meningkat

Pemerintah menetapkan target TKDN mobil listrik secara bertahap. Pada 2026, pemerintah menargetkan kandungan lokal minimal 40 persen.

Pemerintah kemudian menaikkan target tersebut menjadi 60 persen pada 2027-2028. Selanjutnya, pemerintah menargetkan TKDN minimal 80 persen pada 2030.

Gaikindo menilai industri membutuhkan persiapan untuk mencapai target itu. Produsen harus meningkatkan kapasitas produksi komponen di dalam negeri.

Selain itu, produsen perlu memperkuat kerja sama dengan pemasok lokal. Langkah tersebut dapat membantu industri membangun rantai pasok yang lebih kuat.

Gaikindo Minta Lokalisasi Berjalan Bertahap

Kukuh mengatakan industri tidak dapat melokalkan seluruh komponen mobil listrik dalam waktu singkat. Industri membutuhkan waktu untuk membangun kemampuan produksi dan pemasok lokal.

“Proses untuk kita mendapatkan manfaat yang optimal memang perlu waktu lama. Ini enggak bisa mendadak, kemudian semua bisa dilokalkan,” kata Kukuh.

Baca Juga :  Nissan Kicks e-POWER Terbaru Hadir Lebih Modern

Karena itu, pemerintah perlu menjalankan peningkatan TKDN secara bertahap. Pemerintah juga harus menyesuaikan target dengan kemampuan industri nasional.

Selain kapasitas produksi, industri menghadapi tantangan dari sisi biaya. Beban pajak kendaraan baru turut memengaruhi harga mobil yang dibayar konsumen.

Kukuh menjelaskan, harga kendaraan bisa meningkat cukup besar setelah keluar dari pabrik. Sebagai contoh, mobil dengan harga sekitar Rp 100 juta dari pabrik bisa mendapat tambahan biaya hingga sekitar 40 persen sebelum sampai ke konsumen.

Insentif Mobil Listrik Perlu Perkuat Industri

Pemerintah memberikan sejumlah insentif untuk kendaraan listrik. Insentif tersebut membuat pengembangan dan pemasaran mobil listrik semakin menarik.

Namun, Kukuh meminta pemerintah menghubungkan insentif dengan pengembangan industri lokal. Dengan cara itu, pertumbuhan mobil listrik juga dapat memberikan manfaat bagi produsen dan pemasok dalam negeri.

Kukuh menegaskan, pemerintah tidak cukup hanya mengejar persentase TKDN. Pemerintah juga perlu memastikan kebijakan tersebut menciptakan nilai ekonomi bagi industri nasional.

Peningkatan TKDN dapat mendorong produsen menggunakan lebih banyak komponen lokal. Kebijakan tersebut juga dapat memperkuat pemasok dan rantai pasok otomotif Indonesia.

Produsen China Berpeluang Bangun Basis EV

Kukuh juga melihat peluang dari masuknya produsen mobil listrik asal China ke Indonesia.

Menurut dia, Indonesia memiliki keunggulan karena menggunakan kendaraan dengan setir kanan. Kondisi tersebut dapat mendukung Indonesia menjadi basis produksi mobil listrik setir kanan.

Baca Juga :  Harga Nissan Tekton SUV Baru Irit Fitur Lengkap

Karena itu, Gaikindo mendorong produsen China agar tidak hanya menjadikan Indonesia sebagai pasar. Produsen juga dapat memanfaatkan Indonesia sebagai pusat produksi mobil listrik.

Kukuh mengatakan, pihaknya pernah mendorong produsen China untuk memanfaatkan Indonesia sebagai basis produksi kendaraan listrik setir kanan.

“Pada waktu China masuk ke sini, kita juga tantang, kalau di China kan setir kiri, kenapa enggak mereka memanfaatkan Indonesia sebagai basis produksi EV untuk setir kanan. Mereka setuju,” ujar Kukuh.

Kapasitas Produksi Otomotif Masih Besar

Kukuh meminta pemerintah terus mengawal investasi kendaraan listrik yang masuk ke Indonesia. Menurut dia, investasi tersebut harus ikut menggerakkan industri otomotif lokal.

Indonesia memiliki kapasitas produksi kendaraan hingga 2,6 juta unit per tahun. Namun, industri belum menggunakan kapasitas tersebut secara maksimal.

Saat ini, pemanfaatan kapasitas produksi baru mencapai sekitar 60 persen.

“Baru sekitar 60 persen, jadi masih banyak ruang yang bisa kita manfaatkan untuk meningkatkan industri kendaraan bermotor,” ucap Kukuh.

Karena itu, pemerintah dan industri masih memiliki ruang untuk meningkatkan produksi kendaraan. Pada saat yang sama, investasi mobil listrik dapat memperkuat rantai pasok dan meningkatkan penggunaan komponen lokal.

Dengan langkah tersebut, kebijakan TKDN tidak hanya memenuhi target kandungan lokal. Kebijakan itu juga dapat mendorong investasi, membuka peluang produksi, dan memperkuat industri otomotif nasional. (Ven*)

Penulis : Vendra

Editor : vendra

Sumber Berita: kompas.com

Berita Terkait

Yamaha XSR900 2027 Usung Warna Neon White Bergaya Retro
Yadea GT80 Diklaim Bisa Tempuh 190 Km, Ini Spesifikasinya
BYD Atto 1 Terlaris, Toyota Avanza Terus Membuntuti
Riset Ungkap Usia Pakai Baterai Mobil Listrik Terbaru
Mitsubishi New Xforce ICE Cocok untuk SUV Pertama
Aplikasi Penghasil Uang 2026, Begini Cara Mengumpulkan Koin
BYD Atto 1 Terbaru Diprediksi Berharga Rp260 Juta
5 Aplikasi Penghasil Uang Bisa Cair ke DANA
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 01:00 WIB

Yamaha XSR900 2027 Usung Warna Neon White Bergaya Retro

Jumat, 16 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Yadea GT80 Diklaim Bisa Tempuh 190 Km, Ini Spesifikasinya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:00 WIB

BYD Atto 1 Terlaris, Toyota Avanza Terus Membuntuti

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Riset Ungkap Usia Pakai Baterai Mobil Listrik Terbaru

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Mitsubishi New Xforce ICE Cocok untuk SUV Pertama

Berita Terbaru

Tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan meluas di Tahura Orang Kayo Hitam, Jambi.(Foto : Dok.Istimewa)

Jambi

Al Haris Perkuat Koordinasi Penanganan Karhutla di Jambi

Sabtu, 17 Okt 2026 - 03:00 WIB

Yamaha XSR900 2027 hadir dengan warna Neon White yang mengusung nuansa balap era 1990-an untuk pasar Eropa.(Foto : Paultan)

Teknologi

Yamaha XSR900 2027 Usung Warna Neon White Bergaya Retro

Sabtu, 17 Okt 2026 - 01:00 WIB

Yadea GT80 mengandalkan baterai ganda untuk mengejar jarak tempuh lebih dari 180 km dalam sekali pengisian daya.(Foto : Ist)

Teknologi

Yadea GT80 Diklaim Bisa Tempuh 190 Km, Ini Spesifikasinya

Jumat, 16 Okt 2026 - 23:00 WIB

Saham Bank Mandiri (BMRI) mengalami koreksi 8,54% seiring dengan anjloknya IHSG pada sesi pertama perdagangan Jumat (16/10/2026).(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

IHSG Ambruk 10,76%, Saham Bank Mandiri Ikut Terkoreksi

Jumat, 16 Okt 2026 - 20:00 WIB

BMKG mendeteksi sebaran asap karhutla dari Kalimantan hingga wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.(Foto : detik.com)

Nasional

Asap Karhutla Capai Pulau Jawa, BMKG Pantau Kualitas Udara

Jumat, 16 Okt 2026 - 18:00 WIB