Jakarta, Britakini.com – Pegadaian mencatat harga emas produksi Galeri24, Antam, dan UBS bervariasi pada Senin (20/7/2026) pukul 10.31 WIB. Ketiga produk logam mulia tersebut diperdagangkan di kisaran Rp2,5 juta hingga Rp2,7 juta per gram.
Mengutip Antara, Pegadaian menjual emas Galeri24 seharga Rp2.578.000 per gram. Pegadaian juga menetapkan harga emas Antam sebesar Rp2.715.000 per gram dan mematok harga emas UBS di level Rp2.591.000 per gram.
Pegadaian menyesuaikan harga tersebut secara berkala mengikuti kondisi pasar.
Ragam Ukuran Emas di Pegadaian
Pegadaian menyediakan emas Galeri24 dalam berbagai ukuran, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Untuk emas UBS, Pegadaian menawarkan ukuran dari 0,5 gram hingga 500 gram. Sementara itu, Pegadaian menghadirkan emas Antam hingga ukuran 100 gram.
Daftar Harga Emas Pegadaian
Galeri24
0,5 gram: Rp1.352.000
1 gram: Rp2.578.000
2 gram: Rp5.095.000
5 gram: Rp12.644.000
10 gram: Rp25.221.000
25 gram: Rp62.712.000
50 gram: Rp125.325.000
100 gram: Rp250.527.000
250 gram: Rp624.779.000
500 gram: Rp1.249.556.000
1.000 gram: Rp2.499.111.000
Antam
0,5 gram: Rp1.410.000
1 gram: Rp2.715.000
2 gram: Rp5.367.000
3 gram: Rp8.024.000
5 gram: Rp13.338.000
10 gram: Rp26.619.000
25 gram: Rp66.417.000
50 gram: Rp132.751.000
100 gram: Rp265.421.000
UBS
0,5 gram: Rp1.401.000
1 gram: Rp2.591.000
2 gram: Rp5.142.000
5 gram: Rp12.705.000
10 gram: Rp25.277.000
25 gram: Rp63.069.000
50 gram: Rp125.879.000
100 gram: Rp251.658.000
250 gram: Rp628.960.000
500 gram: Rp1.256.443.000
Harga Emas Global Melemah Sepekan
Harga emas global mencatat penurunan mingguan terbesar dalam enam minggu pada Jumat, 17 Juli 2026. Pasar menekan harga emas setelah konflik antara Amerika Serikat dan Iran meningkat. Situasi ini turut menekan harga minyak, memicu kekhawatiran inflasi, dan memperkuat peluang kenaikan suku bunga di Amerika Serikat.
Mengutip CNBC, harga emas spot naik 1,1% menjadi US$4.015,09 per ons setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak 1 Juli. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus juga menguat 0,7% ke US$4.018,80 per ons.
Meski demikian, harga emas tetap turun sekitar 3% sepanjang pekan tersebut. Penurunan ini menjadi yang terbesar sejak 1 Juni 2026. Konflik di Timur Tengah mengurangi dampak positif dari data inflasi AS yang lebih rendah pada Juni.
Tekanan Inflasi dan Suku Bunga
Chief Market Analyst KCM Trade, Tim Waterer, menilai harga emas mulai pulih setelah turun di bawah US$4.000 per ons dan menarik minat beli investor. Namun, ia menegaskan bahwa risiko geopolitik, kekhawatiran inflasi, dan imbal hasil tetap menahan kenaikan harga emas.
Di sisi lain, harga minyak melonjak sekitar 12% dalam sepekan akibat memanasnya konflik AS-Iran. Kenaikan ini berpotensi mendorong inflasi dan meningkatkan peluang kenaikan suku bunga.
Dalam kondisi suku bunga tinggi, emas cenderung tertekan karena tidak memberikan imbal hasil. Investor biasanya beralih ke aset yang menawarkan keuntungan lebih tinggi.
Presiden Federal Reserve Dallas, Lorie Logan, mendorong kenaikan suku bunga. Wakil Ketua The Fed, Philip Jefferson, juga membuka peluang kebijakan serupa jika inflasi belum menunjukkan perbaikan.
Pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga mencapai 73% pada Desember berdasarkan CME FedWatch Tool.
Permintaan Emas Global
Permintaan emas di India melemah, sehingga diskon harga melebar ke level tertinggi dalam satu bulan karena pembeli menunggu harga lebih rendah. Sementara itu, pasar di China menunjukkan premi emas yang relatif stabil. (Ven*)









