Tekanan Inflasi Dorong Masyarakat Ubah Strategi Investasi

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 23 April 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masyarakat mulai mengatur strategi keuangan dan investasi untuk menghadapi tekanan inflasi dan ketidakpastian ekonomi global.

Masyarakat mulai mengatur strategi keuangan dan investasi untuk menghadapi tekanan inflasi dan ketidakpastian ekonomi global.

Jakarta, Britakini.com – Ketidakstabilan ekonomi global masih membayangi sepanjang 2026. Indeks Ketidakpastian Dunia (World Uncertainty Index/WUI) melonjak pada Februari 2026 ke angka 106.862. Angka ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah.

Tim penyusun menghitung indeks tersebut dengan menganalisis laporan Economist Intelligence Unit (EIU) dari berbagai negara. Hasilnya mencerminkan pandangan profesional terhadap risiko ekonomi global, bukan hanya pergerakan pasar keuangan.

Tekanan Inflasi Mulai Terasa

Indonesia juga menghadapi tekanan serupa. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sebesar 3,48 persen (YoY) pada Maret 2026.

Kenaikan ini didorong oleh harga yang diatur pemerintah yang tumbuh 6,08 persen (YoY) dan harga bergejolak sebesar 4,24 persen (YoY).

Meski masih dalam target pemerintah, kenaikan tersebut mulai menekan daya beli masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah.

Masyarakat Pilih Menabung

Masyarakat mulai bersikap lebih hati-hati. Survei Konsumen Bank Indonesia menunjukkan porsi tabungan naik menjadi 17,7 persen pada Februari 2026, dari 16,5 persen pada bulan sebelumnya.

Baca Juga :  Dwi Sasetyaningtyas dan Suami Pulangkan Dana LPDP

Kondisi ini menunjukkan pola precautionary saving. Rumah tangga menahan konsumsi dan memperkuat cadangan keuangan.

Simpan Uang Tunai Ada Risiko

Menyimpan uang tunai terlalu lama bisa merugikan. Nilai uang dapat tergerus inflasi.

Ivan Kusuma, Head of Investment and Insurance DANA, menyarankan masyarakat menyimpan kas secukupnya. Gunakan untuk kebutuhan likuiditas dan dana darurat. Setelah itu, alokasikan dana ke instrumen yang mampu menjaga nilai.

SBN Jadi Pilihan Stabil

Selain emas, masyarakat bisa memilih Surat Berharga Negara (SBN). Instrumen ini memberikan imbal hasil yang relatif stabil melalui kupon.

Nilainya memang dapat berubah mengikuti suku bunga. Namun, pemerintah menjamin SBN, sehingga risikonya tetap rendah.

Ivan menyarankan investor pemula fokus pada instrumen stabil. Ia juga mendorong mereka membangun portofolio secara bertahap dan tidak hanya mengejar imbal hasil tinggi. Diversifikasi tetap menjadi kunci sesuai profil risiko.

Baca Juga :  AS Butuh Enam Bulan Bersihkan Ranjau Selat Hormuz

Investasi Kini Lebih Mudah

Banyak orang masih menganggap SBN membutuhkan modal besar. Padahal, investor kini bisa mulai dari Rp1 juta.

Kemudahan akses juga semakin terasa. Melalui aplikasi DANA, pengguna dapat membeli e-SBN dengan cepat. Sistem ini terhubung langsung dengan mitra distribusi resmi pemerintah.

Pengguna bisa memilih berbagai produk, seperti ORI, SR, SBR, dan ST, sesuai jadwal penerbitan.

Dorong Stabilitas Finansial

Ivan menegaskan bahwa DANA terus menyederhanakan proses investasi. Platform ini mengandalkan teknologi dan sistem keamanan berlapis.

Ia berharap semakin banyak masyarakat mulai berinvestasi. Dengan langkah ini, masyarakat tidak hanya bertahan, tetapi juga membangun kondisi keuangan yang lebih stabil di masa depan.

(Ven*)

Berita Terkait

Stok Beras Nasional Aman 15 Bulan Hadapi El Nino Ekstrem
BI Jelaskan Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.300
Stok Melimpah, Indonesia Optimistis Tanpa Impor Beras 2026
Harga Emas Antam Turun Rp52.000 di Pegadaian Hari Ini
Pajak Tahunan Toyota Veloz Hybrid 2026 Indonesia
Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik Turun Variatif
Harga Emas Dunia Melemah Dua Hari Beruntun
Tarif Listrik PLN April 2026 Tetap Stabil Tanpa Kenaikan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 17:00 WIB

Stok Beras Nasional Aman 15 Bulan Hadapi El Nino Ekstrem

Kamis, 23 April 2026 - 16:00 WIB

BI Jelaskan Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.300

Kamis, 23 April 2026 - 13:00 WIB

Tekanan Inflasi Dorong Masyarakat Ubah Strategi Investasi

Kamis, 23 April 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Antam Turun Rp52.000 di Pegadaian Hari Ini

Rabu, 22 April 2026 - 15:00 WIB

Pajak Tahunan Toyota Veloz Hybrid 2026 Indonesia

Berita Terbaru

Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz tetap berlangsung di bawah pengawasan ketat militer di tengah konflik dan ancaman ranjau laut.

Internasional

AS Butuh Enam Bulan Bersihkan Ranjau Selat Hormuz

Kamis, 23 Apr 2026 - 18:00 WIB

Wali Kota Sungai Penuh menandatangani MoU kerja sama dengan Universitas Adiwangsa Jambi disaksikan jajaran pejabat daerah.

Uncategorized

Pemkot Sungai Penuh Kerja Sama dengan Universitas Adiwangsa

Kamis, 23 Apr 2026 - 17:51 WIB

Andi Amran Sulaiman saat meninjau gudang beras Bulog di Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4/2026).

Nasional

Stok Beras Nasional Aman 15 Bulan Hadapi El Nino Ekstrem

Kamis, 23 Apr 2026 - 17:00 WIB

Tampak gedung Bank Indonesia di Jakarta yang menjadi pusat pengambilan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah.

Nasional

BI Jelaskan Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.300

Kamis, 23 Apr 2026 - 16:00 WIB

Ilustrasi serangan siber yang menggambarkan dugaan penggunaan backdoor dan botnet untuk melumpuhkan jaringan

Internasional

Iran Ungkap Dugaan Serangan Siber AS ke Jaringan

Kamis, 23 Apr 2026 - 15:00 WIB