Urine Pekat Saat Puasa, Normal atau Berbahaya?

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 4 Maret 2026 - 04:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang perempuan meminum air putih dari botol sebagai upaya memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

Seorang perempuan meminum air putih dari botol sebagai upaya memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

Jakarta, Britakini.com — Saat berpuasa, banyak orang melihat warna urine mereka berubah menjadi lebih gelap atau pekat. Perubahan ini sering membuat orang khawatir karena mereka kerap mengaitkannya dengan penyakit ginjal. Namun, urine pekat saat puasa tidak selalu berarti ada gangguan ginjal.

Selama puasa, tubuh tidak menerima cairan selama belasan jam. Jika seseorang tidak minum cukup saat sahur dan berbuka, tubuh akan mengalami dehidrasi ringan. Kondisi ini membuat warna urine menjadi lebih gelap dari biasanya.

Menurut Healthline, pada awal puasa tubuh melepaskan lebih banyak air dan garam melalui urine. Tubuh melakukan proses ini secara alami dan menyebutnya diuresis saat puasa. Jika seseorang tidak segera mengganti cairan yang hilang, tubuh akan semakin kekurangan cairan.

Seseorang dapat mengecek kondisi hidrasi dengan melihat warna urine. Urine yang sehat biasanya berwarna kuning pucat seperti limun encer. Jika warnanya berubah menjadi kuning tua atau lebih pekat, tubuh kemungkinan besar kekurangan cairan.

Dehidrasi tidak hanya mengubah warna urine. Kondisi ini juga bisa memicu sakit kepala, tubuh terasa lemas, dan menurunkan konsentrasi.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Bangkit, Melonjak Rp30.000 Hari Ini

Apakah urine pekat menandakan penyakit ginjal?

Menurut EMC Healthcare, urine pekat tidak selalu menandakan kerusakan ginjal. Pada orang yang sehat, kondisi ini biasanya hanya menunjukkan kurangnya asupan cairan. Setelah seseorang minum cukup, warna urine umumnya kembali jernih.

Meski begitu, orang yang memiliki riwayat penyakit ginjal perlu lebih berhati-hati saat berpuasa. Dehidrasi dapat mengurangi aliran darah ke ginjal. Jika kondisi ini berlangsung lama, risiko terbentuknya batu ginjal akibat urine yang terlalu pekat bisa meningkat.

Seseorang harus segera waspada jika urine pekat muncul bersama gejala lain, seperti nyeri pinggang hebat, mual, muntah, pembengkakan tubuh, atau jumlah urine yang sangat sedikit.

Keton dalam urine saat puasa

Puasa juga mendorong tubuh memproduksi keton. Menurut Cleveland Clinic, tubuh menghasilkan keton ketika menggunakan lemak sebagai sumber energi pengganti glukosa. Dalam jumlah kecil, kemunculan keton dalam urine masih tergolong normal, terutama saat puasa atau menjalani pola makan rendah karbohidrat.

Namun, kadar keton yang tinggi dapat membahayakan, terutama bagi penderita diabetes. Kondisi ini bisa memicu ketoasidosis diabetik, yaitu komplikasi serius akibat penumpukan keton dalam tubuh.

Baca Juga :  Luapan Sungai Batang Putus Akses Jalan Palembayan

Tenaga medis biasanya membagi kadar keton menjadi kategori kecil, sedang, atau besar. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kadar tinggi dan muncul gejala seperti mual, napas berbau manis, atau gula darah meningkat, seseorang harus segera mencari pertolongan medis.

Cara menjaga ginjal tetap sehat saat puasa

Seseorang dapat menjaga fungsi ginjal selama puasa dengan langkah sederhana berikut:

  • Memenuhi kebutuhan cairan dari berbuka hingga sahur

  • Mengurangi konsumsi garam berlebihan

  • Membatasi asupan protein tinggi

  • Menghindari minuman berkafein secara berlebihan

  • Mengonsumsi buah dan sayur yang membantu menjaga keseimbangan cairan

Secara umum, urine pekat saat puasa lebih sering terjadi karena dehidrasi ringan, bukan karena penyakit ginjal. Karena itu, setiap orang perlu menjaga asupan cairan dan memperhatikan tanda-tanda yang tidak biasa.

Dengan pola makan seimbang dan asupan cairan yang cukup, seseorang dapat menjalani puasa dengan nyaman tanpa mengganggu kesehatan ginjal.

(Ven*)

Berita Terkait

Waspada Kabut Asap, Ini Gejala ISPA yang Perlu Dikenali
Gejala Kekurangan Kalsium dan Cara Mencegahnya Sejak Din
Minuman Sebelum Tidur Ampuh Atasi Insomnia Secara Alami
Panduan Minum Minyak Ikan Dewasa yang Benar
Telur Omega-3 dan Kolesterol Ini Fakta Sebenarnya
Hindari 8 Minuman Ini Saat Pagi Perut Kosong
Minuman Manis Picu Lonjakan Kasus Gagal Ginjal
Cara Alami Efektif Menurunkan Kolesterol Secara Aman
Berita ini 61 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Waspada Kabut Asap, Ini Gejala ISPA yang Perlu Dikenali

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:00 WIB

Gejala Kekurangan Kalsium dan Cara Mencegahnya Sejak Din

Kamis, 16 Juli 2026 - 03:00 WIB

Minuman Sebelum Tidur Ampuh Atasi Insomnia Secara Alami

Senin, 15 Juni 2026 - 21:00 WIB

Panduan Minum Minyak Ikan Dewasa yang Benar

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:00 WIB

Telur Omega-3 dan Kolesterol Ini Fakta Sebenarnya

Berita Terbaru

Ketua DPRD Kota Sungai Penuh Hutri Randa memimpin rapat kerja gabungan pembahasan perubahan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2026.(Foto : Humas Dprd Kota Sungai Penuh)

Sungai Penuh

DPRD Sungai Penuh Bahas Perubahan Anggaran APBD 2026

Selasa, 1 Sep 2026 - 21:00 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Alfin bersama pimpinan DPRD menandatangani Nota Kesepakatan Perubahan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2026.(Foto : Prokopim Kota Sungai Penuh)

Sungai Penuh

Pemkot dan DPRD Sungai Penuh Sepakati KUA PPAS 2026

Selasa, 1 Sep 2026 - 19:00 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Alfin meninjau langsung progres pembangunan Pasar Sungai Penuh, Selasa (1/9/2026).(Foto : Prokopim Kota Sungai Penuh)

Sungai Penuh

Wali Kota Alfin Tinjau Progres Pembangunan Pasar Sungai Penuh

Selasa, 1 Sep 2026 - 17:00 WIB

Kunjungan Tim Penggerak PKK Kota Sungai Penuh ke SMPN 8 Sungai Penuh dalam kegiatan Program 3S.

Sungai Penuh

SMPN 8 Sungai Penuh Dukung Program 3S Cegah Stunting

Selasa, 1 Sep 2026 - 14:00 WIB

Ilustrasi deposito perbankan BUMN dan perbandingan bunga BRI, BNI, serta Bank Mandiri pada Agustus 2026.(Foto: deposito)

Ekonomi

Deposito BRI BNI Mandiri, Cek Bunga Terbaru Agustus

Senin, 31 Agu 2026 - 13:00 WIB