Rupiah Naik 0,20 Persen, Tekanan Dolar AS Mereda

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pergerakan rupiah menguat terhadap dolar AS pada perdagangan terbaru didorong kebijakan Bank Indonesia dan pelemahan dolar global ( Foto : CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Pergerakan rupiah menguat terhadap dolar AS pada perdagangan terbaru didorong kebijakan Bank Indonesia dan pelemahan dolar global ( Foto : CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, Britakini.com – Rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan awal Juni 2026. Data Refinitiv menunjukkan pelaku pasar mendorong rupiah naik 0,20% ke level Rp17.830/US$ pada Selasa (2/6/2026). Penguatan ini sekaligus menghentikan tren pelemahan selama lima hari berturut-turut.

Pergerakan Rupiah Sepanjang Hari

Sepanjang hari, rupiah bergerak fluktuatif. Pada pembukaan, pelaku pasar mengangkat rupiah ke level Rp17.850/US$ atau menguat 0,08%. Tekanan kemudian muncul dan mendorong rupiah melemah hingga Rp17.892/US$. Menjelang penutupan, sentimen kembali membaik sehingga pelaku pasar membawa rupiah berbalik menguat dan ditutup di zona positif.

Pengaruh Faktor Global

Pelemahan dolar AS di pasar global memberi ruang bagi mata uang negara berkembang untuk menguat, termasuk rupiah. Indeks dolar AS (DXY) turun 0,12% ke level 99,081 pada pukul 15.00 WIB. Penurunan ini mengurangi tekanan eksternal dan membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Baca Juga :  Rupiah Fluktuatif Cenderung Melemah Dipicu Sentimen Global

Kebijakan Bank Indonesia

Bank Indonesia terus menjaga stabilitas rupiah dengan langkah aktif di pasar valuta asing. BI mengkalibrasi kebijakan dengan memperketat aturan transaksi. Bank sentral menurunkan batas pembelian dolar AS tanpa dokumen underlying dari US$100.000 menjadi US$50.000 sejak April 2026. Selanjutnya, BI kembali menurunkan batas tersebut menjadi US$25.000 per pelaku per bulan mulai Juni 2026 untuk menekan permintaan spekulatif.

BI juga memperluas fleksibilitas di pasar derivatif. Untuk transaksi forward jual dan swap tanpa underlying, BI menaikkan batas hingga US$10 juta per transaksi. Selain itu, otoritas mendorong pelaku pasar menggunakan skema Local Currency Transaction (LCT) dalam perdagangan bilateral. Hingga April 2026, nilai transaksi LCT mencapai US$22,61 miliar dan menunjukkan peningkatan penggunaan mata uang lokal.

Baca Juga :  Wawako Azhar Hamzah Lepas 93 JCH Kota Sungai Penuh

Tekanan dari Data Perdagangan

Di sisi lain, data perdagangan memberi sinyal kehati-hatian. Badan Pusat Statistik mencatat surplus neraca perdagangan Indonesia turun tajam menjadi US$90 juta pada April 2026, dari US$3,32 miliar pada Maret. Kenaikan impor sebesar 22,49% menjadi US$25,21 miliar menjadi penyebab utama penurunan tersebut. Sementara itu, ekspor mencapai US$25,30 miliar dengan pertumbuhan lebih moderat sebesar 21,98%.

Kesimpulan dan Prospek

Kombinasi kebijakan domestik yang aktif dan pelemahan dolar AS berhasil mendorong penguatan rupiah. Namun, pelaku pasar tetap perlu mencermati perkembangan data perdagangan dan dinamika global karena faktor tersebut dapat memengaruhi pergerakan rupiah dalam jangka pendek. (Ven*)

Berita Terkait

Emas Antam Hari Ini Tak Bergerak, Ini Rincian Lengkapnya
harga emas hari ini 2 juni 2026 di pegadaian
DSI Resmi Kelola Ekspor SDA, Devisa Negara Naik
Penjualan Nissan Indonesia Merosot Tajam Hingga Tahun 2026
Dolar AS Menguat Tipis Rupiah Masih Tertekan Hari Ini
Harga Emas Antam Naik Ini 29 Mei 2026
Prabowo Dorong Kerja Sama Indonesia Prancis Lebih Strategis
Aplikasi Penghasil Saldo Dana 2026: Daftar Game & Aplikasi
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:00 WIB

Emas Antam Hari Ini Tak Bergerak, Ini Rincian Lengkapnya

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:00 WIB

Rupiah Naik 0,20 Persen, Tekanan Dolar AS Mereda

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:00 WIB

harga emas hari ini 2 juni 2026 di pegadaian

Minggu, 31 Mei 2026 - 15:00 WIB

DSI Resmi Kelola Ekspor SDA, Devisa Negara Naik

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:00 WIB

Penjualan Nissan Indonesia Merosot Tajam Hingga Tahun 2026

Berita Terbaru

Geely Xingyuan (EX2), mobil listrik kompak dengan harga terjangkau dan teknologi fast charging 19 menit.(Foto: Dok. Geely)

Teknologi

Geely Bikin Mobil Listrik Terjangkau Teknologi Makin Canggih

Rabu, 3 Jun 2026 - 19:00 WIB

Hero Patria, SE, Ketua DPC Gerindra Kota Sungai Penuh, menyampaikan dukungan terhadap penguatan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui evaluasi Badan Gizi Nasional (BGN), di Sungai Penuh, Rabu (3/6/2026).

Sungai Penuh

Hero Patria Dukung Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis

Rabu, 3 Jun 2026 - 15:00 WIB

Ilustrasi emas batangan Antam. Harga emas hari ini tercatat stagnan setelah sebelumnya mengalami penurunan.(Foto: Grandyos Zafna)

Ekonomi

Emas Antam Hari Ini Tak Bergerak, Ini Rincian Lengkapnya

Rabu, 3 Jun 2026 - 13:00 WIB

Yamaha Gear Ultima 2026 hadir dengan tampilan segar, fitur modern, dan tiga varian berbeda untuk menunjang mobilitas harian.( Foto : YIMM )

Teknologi

Yamaha Gear Ultima Meluncur dengan Warna dan Fitur Baru

Selasa, 2 Jun 2026 - 21:00 WIB