Rupiah Melemah, Cadangan Devisa Capai Rp146,5 Miliar

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 8 September 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nilai tukar rupiah melemah pada pembukaan perdagangan Selasa (8/9/2026) ke level Rp17.645 per dollar AS.(Foto : KOMPAS.com/MAULANA MAHARDHIKA)

Nilai tukar rupiah melemah pada pembukaan perdagangan Selasa (8/9/2026) ke level Rp17.645 per dollar AS.(Foto : KOMPAS.com/MAULANA MAHARDHIKA)

Jakarta, Britakini.comNilai tukar rupiah melemah pada pembukaan perdagangan Selasa (8/9/2026). Rupiah turun ke level Rp17.645 per dollar AS di pasar spot.

Data Bloomberg mencatat rupiah melemah 5 poin atau 0,03 persen dari penutupan perdagangan sebelumnya. Pada Senin (7/9/2026), rupiah berada di level Rp17.640 per dollar AS.

Sementara itu, indeks dollar AS (DXY) justru melemah. Pada pukul 09.00 WIB, DXY turun 0,39 persen ke posisi 98,789.

Namun, pelemahan dollar AS belum mampu mengangkat rupiah. Mata uang Garuda masih bergerak terbatas pada awal perdagangan.

Cadangan Devisa Indonesia Meningkat

Indonesia mencatat kenaikan cadangan devisa pada Agustus 2026. Bank Indonesia mencatat posisi cadangan devisa mencapai 146,5 miliar dollar AS.

Posisi tersebut meningkat 1,2 miliar dollar AS dibandingkan bulan sebelumnya.

Meski naik, cadangan devisa belum sepenuhnya memperkuat penyangga eksternal Indonesia. Kemampuan cadangan devisa untuk memenuhi kebutuhan impor justru sedikit menurun.

Mirae Asset Sekuritas Indonesia menyebut penerimaan pemerintah menjadi salah satu sumber utama kenaikan cadangan devisa. Penerimaan tersebut berasal dari pajak dan jasa.

Pemerintah juga memperoleh tambahan devisa dari pencairan pinjaman luar negeri.

Pembayaran Utang Beri Tekanan

Mirae Asset Sekuritas mencatat pemerintah masih menghadapi tekanan pembayaran utang luar negeri. Pemerintah juga membutuhkan dana untuk menjaga stabilitas rupiah.

“Kenaikan cadangan devisa tersebut terjadi di tengah tekanan pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebutuhan stabilisasi rupiah,” tulis Mirae Asset Sekuritas dalam risetnya, Selasa pagi.

Tekanan tersebut membuat cakupan cadangan devisa terhadap kebutuhan impor menurun.

Mirae Asset Sekuritas mencatat cakupan cadangan devisa turun dari 5,5 bulan menjadi 5,4 bulan kebutuhan impor.

Penurunan itu menunjukkan kenaikan cadangan devisa belum sepenuhnya memperkuat penyangga eksternal Indonesia.

Baca Juga :  Regulasi Kripto Menguat, Peluang Investasi Digital Terbuka

“Ketahanan eksternal telah membaik, meskipun keberlanjutannya akan bergantung pada konsistensi dan kualitas arus masuk valuta asing,” lanjut Mirae Asset Sekuritas.

Investor Asing Kembali Masuk

Pasar valuta asing Indonesia mulai menunjukkan perbaikan. Investor asing kembali menempatkan dana pada sejumlah aset keuangan domestik.

Hingga 14 Agustus 2026, Indonesia mencatat arus masuk bersih portofolio sebesar 1,8 miliar dollar AS sepanjang kuartal III 2026.

Investor asing mengalirkan dana tersebut ke beberapa instrumen. SBN dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) menjadi dua instrumen yang mendapat aliran dana.

Masuknya dana asing turut mendukung pergerakan rupiah.

Rupiah Sempat Menguat

Rupiah sempat menguat pada 18 Agustus 2026. Saat itu, rupiah naik 0,78 persen secara point-to-point (ptp) menjadi Rp17.855 per dollar AS.

Mirae Asset Sekuritas menilai investor asing kembali masuk setelah pasar melakukan repricing terhadap SBN dan SRBI.

Arus dana tersebut meningkatkan permintaan terhadap aset berdenominasi rupiah. Kondisi ini kemudian membantu mengurangi tekanan terhadap nilai tukar.

Selain itu, masuknya modal asing mengurangi kebutuhan Bank Indonesia (BI) untuk menggunakan cadangan devisa. BI dapat mengurangi intervensi cadangan devisa ketika tekanan terhadap rupiah mereda.

Meski demikian, Mirae Asset Sekuritas menilai kenaikan cadangan devisa belum menunjukkan penguatan keseimbangan eksternal secara fundamental.

Defisit Transaksi Berjalan Meningkat

Indonesia masih menghadapi tekanan dari transaksi berjalan. Defisit transaksi berjalan mencapai 12,5 miliar dollar AS atau 3,3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal II 2026.

Pada saat yang sama, surplus perdagangan Indonesia ikut menyusut.

Sepanjang Januari-Juli 2026, Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar 3,7 miliar dollar AS.

Penurunan surplus perdagangan membuat sumber devisa dari kegiatan perdagangan semakin tipis.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Bangkit, Melonjak Rp30.000 Hari Ini

Karena itu, Indonesia semakin membutuhkan arus portofolio dan aliran keuangan lainnya untuk menjaga stabilitas eksternal.

Arus Modal Asing Masih Berisiko

Mirae Asset Sekuritas melihat arus modal asing memberikan dampak positif bagi kondisi eksternal Indonesia. Namun, investor asing dapat mengalihkan dananya dengan cepat ketika risiko global meningkat.

“Hal ini membuat kualitas akumulasi cadangan devisa masih lebih rentan mengalami pembalikan dibandingkan jika didukung pemulihan transaksi berjalan yang berkelanjutan,” lanjut Mirae Asset Sekuritas.

Karena itu, Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan arus modal portofolio untuk memperkuat cadangan devisa dalam jangka panjang.

Indonesia juga perlu memperbaiki transaksi berjalan. Langkah tersebut dapat membuat penyangga eksternal lebih kuat dan berkelanjutan.

Cadangan Devisa Diprediksi Stabil

Mirae Asset Sekuritas memperkirakan cadangan devisa Indonesia tetap berada pada level yang memadai dalam jangka pendek. Lembaga tersebut juga melihat peluang cadangan devisa tetap stabil atau meningkat.

Imbal hasil SBN dan SRBI yang relatif menarik menjadi salah satu faktor pendukung. Imbal hasil tersebut dapat menarik investor asing untuk kembali menempatkan dana di Indonesia.

Namun, Indonesia masih menghadapi tekanan dari transaksi berjalan.

Bank Indonesia memproyeksikan defisit transaksi berjalan sepanjang 2026 berada pada kisaran 0,5 persen hingga 1,3 persen terhadap PDB.

Mirae Asset Sekuritas menilai proyeksi tersebut menunjukkan peluang normalisasi transaksi berjalan pada semester II 2026.

Jika proyeksi tersebut terealisasi, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan terhadap pembiayaan dari arus portofolio.

Perbaikan transaksi berjalan juga dapat meningkatkan kualitas cadangan devisa. Pada akhirnya, kondisi tersebut dapat memperkuat penyangga eksternal Indonesia.

Penguatan penyangga eksternal juga dapat membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. (Ven*)

Penulis : Vendra

Editor : vendra

Sumber Berita: kompas.com

Berita Terkait

Goldman Sachs Ungkap Prospek Harga Emas hingga 2027
Harga Emas Antam Hari Ini Stabil, Cek Rinciannya
Harga Emas Antam dan Pegadaian Naik, Cek Harganya
Kurs Rupiah Tertekan, Ini Faktor yang Mempengaruhinya
Harga Emas Pegadaian 17 September 2026, Cek Lengkap
Mantan PMI Indonesia Raup Omzet Jutaan dari Bubur Cirebon
Harga Emas Antam Hari Ini Menguat, Cek Rinciannya
Rupiah Melemah ke Rp17.730 Jelang Keputusan The Fed
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 20:00 WIB

Goldman Sachs Ungkap Prospek Harga Emas hingga 2027

Minggu, 20 September 2026 - 18:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Stabil, Cek Rinciannya

Sabtu, 19 September 2026 - 17:00 WIB

Harga Emas Antam dan Pegadaian Naik, Cek Harganya

Kamis, 17 September 2026 - 13:00 WIB

Kurs Rupiah Tertekan, Ini Faktor yang Mempengaruhinya

Kamis, 17 September 2026 - 09:33 WIB

Harga Emas Pegadaian 17 September 2026, Cek Lengkap

Berita Terbaru

Daftar mobil hybrid terlaris di Indonesia sepanjang Januari-Agustus 2026 dengan Toyota Innova Zenix Hybrid sebagai model terlaris.(Foto: Muhammad Hafizh Gemilang/detik.com)

Teknologi

Daftar Mobil Hybrid Terlaris 2026, Toyota Masih Dominan

Minggu, 20 Sep 2026 - 22:00 WIB

Ilustrasi harga emas yang diproyeksikan Goldman Sachs mencapai US$5.400 per ons pada akhir 2027.(Foto : Dok. Freepik/kompas.com)

Ekonomi

Goldman Sachs Ungkap Prospek Harga Emas hingga 2027

Minggu, 20 Sep 2026 - 20:00 WIB

Harga emas Antam hari ini (20/9/2026) terpantau stabil di level Rp 2.638.000 per gram, sementara harga buyback bertahan di Rp 2.473.000 per gram di tengah fluktuasi pasar global. (Foto: Liputan6.com/Johan Tallo)

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Stabil, Cek Rinciannya

Minggu, 20 Sep 2026 - 18:00 WIB

BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 18-24 September 2026.(Foto : Ilustrasi Hujan.Nasmoco Dok/kompas.com)

Nasional

Potensi Hujan Lebat, BMKG Minta Warga Waspada

Sabtu, 19 Sep 2026 - 21:00 WIB

Bupati Kerinci Monadi membuka Festival Kopi Kerinci Tanah Surga 2026 di Lapangan M10 Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Sabtu (19/9/2026).

Kerinci

Festival Kopi Kerinci 2026 Dorong Ekonomi Masyarakat

Sabtu, 19 Sep 2026 - 21:00 WIB