Britakini.com — Banyak orang menanam pohon kelengkeng di pekarangan rumah karena rasanya manis dan menyegarkan. Namun, banyak juga yang kecewa karena pohon tidak kunjung berbuah atau hanya menghasilkan sedikit buah.
Anda bisa mengatasi masalah ini dengan menerapkan teknik pemangkasan yang tepat. Cara ini membantu tanaman mengarahkan energi ke pembentukan bunga dan buah, bukan hanya pertumbuhan daun.
Ketahui Penyebab Pohon Kelengkeng Sulit Berbuah
Banyak pemilik tanaman membiarkan pohon tumbuh liar tanpa kontrol. Akibatnya, pohon hanya menghasilkan daun lebat tanpa bunga.
Anda perlu memangkas cabang tertentu agar tanaman fokus pada fase reproduktif. Dengan cara ini, Anda bisa memicu munculnya bunga dan buah.
Lakukan Pemangkasan Rutin agar Buah Lebih Banyak
Anda harus memangkas pohon kelengkeng secara rutin untuk menjaga produktivitasnya. Pemangkasan membantu Anda membentuk tajuk pohon, memperlancar sirkulasi udara, dan merangsang cabang produktif.
Anda juga bisa membuang cabang yang tidak diperlukan agar tanaman tetap sehat. Langkah ini mendorong pertumbuhan tunas baru yang berpotensi menghasilkan buah.
Selain itu, Anda membantu sinar matahari masuk ke seluruh bagian pohon sehingga fotosintesis berjalan optimal.
Tentukan Waktu Pemangkasan, Jangan Asal Potong
Anda perlu menyesuaikan waktu pemangkasan dengan fase pertumbuhan tanaman. Lakukan pemangkasan pada awal musim hujan agar tanaman cepat pulih.
Sebelum memangkas, Anda sebaiknya memberikan pupuk agar tanaman memiliki cukup nutrisi. Setelah panen, Anda harus segera memangkas untuk merangsang pertumbuhan tunas baru.
Jika pohon sudah tua, Anda bisa melakukan pemangkasan peremajaan agar tanaman tetap produktif.
Pangkas Saat Tinggi Tertentu agar Pohon Tidak “Liar”
Anda perlu memangkas tanaman sejak masih muda. Saat tinggi pohon mencapai 160–225 cm, segera potong batang utama pada ketinggian 150–175 cm.
Anda harus menyisakan 3–4 cabang utama sebagai kerangka pohon. Pangkas ranting hingga tersisa sekitar 30–40 cm agar pertumbuhan lebih terarah.
Ulangi langkah ini beberapa kali hingga Anda membentuk struktur pohon yang kuat dan seimbang.
Buang Cabang Ini agar Pohon Cepat Berbuah
Anda harus membuang cabang air pada pohon dewasa. Cabang ini tumbuh cepat tetapi tidak menghasilkan buah.
Selain itu, Anda perlu memangkas cabang yang sakit, kering, saling bersilangan, atau tumbuh ke arah dalam. Tindakan ini membantu tanaman fokus menghasilkan buah.
Anda juga perlu menjaga tinggi pohon sekitar 3–3,5 meter agar mudah dirawat dan dipanen.
Gunakan Pemangkasan untuk Memicu Pembungaan
Anda bisa memicu pembungaan dengan memangkas tunas air dan cabang yang terlalu rapat. Cara ini membantu tanaman mengalihkan energi ke pembentukan bunga.
Setelah panen, Anda perlu memangkas kembali untuk merangsang tunas baru. Dengan pencahayaan yang baik, tanaman akan lebih cepat berbuah.
Gunakan Alat Tajam dan Bersih, Jangan Abaikan Ini
Anda harus menggunakan alat pangkas yang tajam agar menghasilkan potongan rapi. Potongan yang bersih mempercepat penyembuhan luka pada tanaman.
Anda juga wajib membersihkan alat dengan alkohol atau desinfektan sebelum dan sesudah digunakan. Langkah ini mencegah penyebaran penyakit.
Gunakan gergaji tajam saat Anda memotong cabang besar agar hasilnya tetap maksimal.
Rawat Tanaman Setelah Pemangkasan agar Hasil Maksimal
Anda perlu merawat tanaman setelah pemangkasan. Berikan pupuk dua minggu sebelum pemangkasan agar tanaman siap tumbuh optimal.
Gunakan pupuk NPK yang kaya fosfor dan kalium setiap 3–4 bulan untuk merangsang pembungaan.
Selain itu, Anda harus mengendalikan hama dan membersihkan gulma secara rutin agar nutrisi tidak terbuang.
Kesimpulan:
Anda bisa membuat pohon kelengkeng cepat berbuah dengan melakukan pemangkasan secara rutin dan tepat. Jika Anda konsisten menerapkan langkah ini, Anda akan mendapatkan hasil panen yang lebih cepat dan lebih lebat. (Ven*)









