Cara Praktis Mengolah Sampah Sayur Menjadi Pupuk Kompos

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seseorang mengolah sampah sayur menjadi pupuk kompos menggunakan ember komposter di rumah.

Seseorang mengolah sampah sayur menjadi pupuk kompos menggunakan ember komposter di rumah.

Jakarta, Britakini.com – Kebanyakan orang langsung membuang sampah sayur. Padahal, kita bisa mengolahnya menjadi pupuk kompos yang bermanfaat untuk tanaman. Dengan cara ini, kita tidak hanya mengurangi jumlah sampah, tetapi juga menghasilkan pupuk organik yang ramah lingkungan.

Pada dasarnya, mikroorganisme menguraikan bahan alami seperti sisa makanan, daun kering, dan limbah organik menjadi pupuk kompos. Selain itu, limbah buah dan sayur mengandung unsur hara penting, seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K), yang membantu tanaman tumbuh lebih baik.

Lebih lanjut, kita bisa membuat kompos sendiri di rumah tanpa membutuhkan lahan luas atau alat yang rumit. Cukup dengan wadah sederhana, kita sudah dapat menghasilkan pupuk dalam waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan, tergantung metode yang kita gunakan.

Manfaat Pupuk Kompos dari Sampah Sayur

Pertama, kompos memperbaiki kualitas tanah. Kompos membuat tanah menjadi lebih gembur dan kaya nutrisi, sehingga tanaman dapat tumbuh lebih optimal. Selain itu, kompos juga membantu tanah menyimpan air lebih baik, sehingga tanaman tidak mudah kekeringan.

Selanjutnya, kompos menyediakan nutrisi penting seperti nitrogen, fosfor, dan kalium. Oleh karena itu, kita bisa mengurangi penggunaan pupuk kimia. Dengan demikian, kita ikut menjaga lingkungan sekaligus mempertahankan kesuburan tanah dalam jangka panjang.

Tidak hanya itu, kita juga dapat mengurangi penumpukan sampah organik di TPA dengan mengolahnya menjadi kompos. Di sisi lain, kompos membantu akar tanaman tumbuh lebih kuat dan menyerap nutrisi dengan lebih efisien.

Baca Juga :  Astronom Saksikan Tabrakan Dua Planet di Bintang Jauh

Bahan Penting untuk Membuat Pupuk Kompos

Selanjutnya, kita perlu menyiapkan bahan utama. Secara umum, kita membagi bahan menjadi dua jenis, yaitu bahan “hijau” (kaya nitrogen) dan bahan “coklat” (kaya karbon). Agar proses pengomposan berjalan lancar, kita harus menjaga keseimbangan kedua bahan tersebut.

Berikut bahan yang bisa kita gunakan:

  • Bahan hijau: sisa sayur, kulit buah, sisa makanan tanpa minyak, daun segar, rumput, kertas, dan kulit telur
  • Bahan coklat: daun kering, ranting, serbuk gergaji, dan potongan kayu
  • Media: tanah dan air
  • Aktivator (opsional): EM4, gula, bonggol pisang, atau sisa buah
  • Tambahan (opsional): arang sekam dan kapur

Alat yang Dibutuhkan

Sementara itu, kita juga perlu menyiapkan alat sederhana. Kita bisa menggunakan ember atau tong sebagai wadah komposter. Selain itu, kita memerlukan sarung tangan, pisau pencacah, alat pengaduk, ember, dan gayung.

Jika perlu, kita bisa menambahkan termometer untuk memantau suhu. Terakhir, kita dapat menggunakan ayakan dan karung untuk menyaring dan menyimpan kompos yang sudah matang.

Langkah Membuat Pupuk Kompos

Pertama, kita memilah sampah organik dan memisahkannya dari sampah non-organik. Setelah itu, kita memastikan bahwa sisa sayuran tidak mengandung minyak atau bumbu.

Baca Juga :  Rahasia Pemangkasan Kelengkeng agar Buah Cepat dan Lebat

Kemudian, kita mencacah sampah sayur menjadi potongan kecil agar proses penguraian berlangsung lebih cepat. Selanjutnya, kita menyiapkan wadah komposter yang memiliki lubang untuk sirkulasi udara.

Setelah itu, kita menyusun lapisan dasar berupa tanah, sekam, dan arang. Lalu, kita menambahkan sampah sayur yang sudah dicacah ke dalam wadah. Berikutnya, kita menyiram setiap lapisan dengan air yang sudah dicampur aktivator hingga lembap. Kita mengulangi langkah ini sampai semua bahan habis.

Terakhir, kita menyimpan kompos di tempat teduh dan melindunginya dari sinar matahari langsung serta hujan. Selama proses berlangsung, kita mengaduk kompos secara rutin, misalnya seminggu sekali. Pada akhirnya, dalam waktu 1–3 bulan, kompos akan matang dan siap digunakan.

Tips Sukses Membuat Kompos

Agar kompos berhasil dengan baik, kita perlu memperhatikan beberapa hal penting. Pertama, kita harus menjaga keseimbangan antara bahan hijau dan bahan coklat. Selanjutnya, kita perlu memastikan kelembapan tetap stabil, tidak terlalu kering dan tidak terlalu basah.

Selain itu, kita harus rutin mengaduk kompos agar bahan mendapatkan cukup oksigen. Di sisi lain, kita perlu menghindari bahan yang tidak cocok, seperti daging, minyak, dan sampah non-organik.

Terakhir, kita sebaiknya menempatkan komposter di tempat yang teduh. Dengan begitu, kita dapat menjaga kondisi kompos tetap ideal dan proses pengomposan berjalan optimal. (Ven*)

Berita Terkait

Cara Menanam Bayam di Keranjang Bekas Mudah Praktis
Peluang Ternak Belut Karung Modal Minim Hasil Melimpah
Cara Mudah Membuat Kebun Kangkung Gantung Rumah
Pemerintah Tegaskan Guru Honorer Tetap Boleh Mengajar
ParagonCorp Buka Pendaftaran ILP 2026 untuk Dosen Indonesia
Mengurai Fobia Daring di Balik Momentum Hardiknas 2026
Tips Sederhana Menanam Bunga Indah di Dalam Rumah
Rahasia Pemangkasan Kelengkeng agar Buah Cepat dan Lebat
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 01:00 WIB

Cara Menanam Bayam di Keranjang Bekas Mudah Praktis

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:00 WIB

Peluang Ternak Belut Karung Modal Minim Hasil Melimpah

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:00 WIB

Cara Mudah Membuat Kebun Kangkung Gantung Rumah

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:00 WIB

Cara Praktis Mengolah Sampah Sayur Menjadi Pupuk Kompos

Sabtu, 9 Mei 2026 - 18:00 WIB

Pemerintah Tegaskan Guru Honorer Tetap Boleh Mengajar

Berita Terbaru

Ilustrasi berbagai minuman pagi seperti kopi, teh, jus, dan soda di atas meja (Foto : pexels.com/Jim )

Kesehatan

Hindari 8 Minuman Ini Saat Pagi Perut Kosong

Minggu, 7 Jun 2026 - 01:00 WIB

ilustrasi emas batangan untuk zakat emas nisab 85 gram (Foto : Pengadaian.co,id )

Ekonomi

Kapan Wajib Zakat Emas dan Cara Hitungnya Lengkap

Sabtu, 6 Jun 2026 - 23:00 WIB

Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang melemah memicu minat masyarakat pada investasi valas.(Foto : CNN Indonesia/Safir Makki).

Ekonomi

Rupiah Melemah Tajam, Ini Strategi Investasi Valas Aman

Sabtu, 6 Jun 2026 - 19:00 WIB

Tampilan BYD M6 sebagai MPV listrik dengan desain modern dan fitur canggih di Indonesia.( Foto: Andhika Prasetia )

Teknologi

Harga BYD M6 Tak Berubah, Minat Pasar Terus Meningkat

Sabtu, 6 Jun 2026 - 17:00 WIB

Tampilan emas batangan Antam, UBS, dan Galeri 24 yang dijual di Pegadaian. Pada 6 Juni 2026, harga emas tercatat turun di semua ukuran.( Investor Daily/David Gita Roza
)

Uncategorized

Harga Emas Antam Cs di Pegadaian Hari Ini Anjlok, Ini Rinciannya

Sabtu, 6 Jun 2026 - 15:00 WIB