Gerakan 3S Bawa Sungai Penuh Raih Penghargaan Nasional
Sungai Penuh, Britakini.com — Pemerintah Kota Sungai Penuh meraih penghargaan nasional melalui Gerakan 3S (Segenggam Beras, Sebutir Telur, dan Seribu Rupiah). Program ini tidak hanya menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mempercepat penurunan stunting, tetapi juga meningkatkan kepedulian sosial masyarakat secara luas.
Latar Belakang dan Tujuan Gerakan
Pada awalnya, Gerakan 3S hadir sebagai solusi sederhana namun tepat sasaran. Melalui program ini, pemerintah mendorong masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam membantu keluarga berisiko stunting dan kelompok rentan lainnya. Dengan demikian, gerakan ini berkembang menjadi aksi sosial yang berkelanjutan, bukan sekadar bantuan sesaat.
Inovasi Sederhana, Dampak Nyata
Selanjutnya, Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, menilai Gerakan 3S sebagai inovasi sederhana yang mampu memberikan dampak luas. Ia menegaskan bahwa kontribusi kecil, jika dilakukan secara konsisten, akan menghasilkan perubahan besar. Oleh karena itu, masyarakat terdorong untuk memberikan bantuan secara rutin, meskipun dalam jumlah sederhana.
Selain itu, gerakan ini tidak hanya membantu pemenuhan gizi keluarga berisiko stunting, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Peran Penggagas dan Partisipasi Warga
Di sisi lain, Alfin menyerahkan penghargaan kepada Ketua TP PKK Kota Sungai Penuh, Sri Kartini Alfin, sebagai penggagas Gerakan 3S. Ia mengapresiasi peran aktif Sri Kartini dalam menggerakkan partisipasi masyarakat dari berbagai lapisan.
Berkat inisiatif tersebut, masyarakat tidak lagi menjadi objek program, melainkan turut berperan sebagai pelaku utama dalam upaya pencegahan stunting.
Kolaborasi Komunitas dan Lintas Sektor
Lebih lanjut, Komunitas 3S Juara (Maju, Adil, dan Sejahtera) bersama mitra LSM serta komunitas Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) turut mengambil peran penting. Mereka secara aktif mengedukasi dan mendampingi masyarakat.
Dengan kolaborasi ini, upaya pencegahan stunting menjadi lebih terarah, terstruktur, dan mampu menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
Pengakuan Nasional dan Predikat Gold
Sebagai hasil nyata, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN memberikan penghargaan dengan predikat Gold kepada Komunitas 3S Juara dan mitra. Penghargaan ini sekaligus menjadi bukti keberhasilan kolaborasi lintas sektor dalam menekan angka stunting.
Tidak hanya itu, capaian ini juga memperkuat posisi Sungai Penuh sebagai daerah yang inovatif dalam program sosial berbasis masyarakat.
Momentum Harkitnas dan Penguatan Gotong Royong
Sementara itu, dalam apel peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) pada Rabu, 20 Mei 2026, Alfin kembali menegaskan pentingnya konsistensi dalam aksi sosial. Ia menyampaikan bahwa langkah kecil yang dilakukan bersama mampu menghasilkan perubahan besar.
Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat untuk terus memperkuat semangat gotong royong.
Prestasi Pemerintah Daerah
Seiring dengan keberhasilan tersebut, Gerakan 3S juga mengantarkan Pemerintah Kota Sungai Penuh meraih Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 dengan predikat Juara I dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh, Alpian, menerima langsung penghargaan tersebut.
Perlindungan Budaya Lokal
Di samping keberhasilan di bidang sosial, Pemerintah Kota Sungai Penuh juga menerima sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) komunal lagu daerah dari Kementerian Hukum Republik Indonesia. Langkah ini tidak hanya melindungi karya budaya lokal, tetapi juga memperkuat identitas daerah.
Komitmen Berkelanjutan
Pada akhirnya, Pemerintah Kota Sungai Penuh terus menunjukkan komitmennya dalam membangun masyarakat yang sehat, peduli, dan sejahtera. Dengan kata lain, kolaborasi, kepedulian, serta aksi nyata menjadi kunci utama dalam mendorong perubahan positif yang berkelanjutan. (Ven*)









