Banpres Rp125 Miliar untuk Tangani Karhutla di Jambi

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menhut Raja Juli Antoni meninjau perkembangan penanganan karhutla di Jambi.(Foto : Tribun Jambi/Sopianto)

Menhut Raja Juli Antoni meninjau perkembangan penanganan karhutla di Jambi.(Foto : Tribun Jambi/Sopianto)

Jambi, Britakini.com – Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, mengunjungi Provinsi Jambi pada Selasa (27/10/2026). Ia meninjau langsung perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut.

Dalam kunjungan itu, Raja Juli Antoni membawa kabar baik. Ia menyebut kondisi karhutla di Jambi kini jauh membaik dibandingkan tiga minggu sebelumnya.

Hasil pemantauan menunjukkan bahwa jumlah titik panas di sejumlah wilayah terus menurun. Meski begitu, tim yang turun ke lapangan masih menemukan dua titik yang membutuhkan penanganan segera.

“Berdasarkan pemantauan, titik panas di sejumlah wilayah sudah banyak yang tidak terdeteksi. Namun, pemeriksaan langsung di lapangan masih menemukan dua titik yang perlu ditangani,” kata Raja Juli Antoni.

Pemerintah Kucurkan Banpres Rp125 Miliar

Untuk mempercepat penanganan karhutla, pemerintah pusat mengucurkan Bantuan Presiden (Banpres) senilai total Rp125 miliar bagi Provinsi Jambi.

Raja Juli Antoni meminta pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota menggunakan dana tersebut secara efektif dan efisien. Ia juga menekankan pentingnya transparansi serta akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran.

Baca Juga :  Dana Karhutla Jambi Rp30 Miliar Belum Terserap

Selain itu, ia meminta pemerintah daerah mengutamakan kebutuhan masyarakat. Setiap daerah harus memastikan penggunaan dana bantuan memberikan manfaat nyata bagi warga.

“Penyaluran anggaran ini harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Melalui bantuan tersebut, pemerintah ingin mempercepat pemadaman api sekaligus memperkuat pencegahan karhutla. Pemerintah juga mendorong petugas meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi kebakaran baru.

Pemerintah Optimalkan Potensi Hujan

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan dengan intensitas cukup tinggi masih berpotensi mengguyur Jambi hingga 2 November 2026.

Pemerintah akan memanfaatkan peluang hujan tersebut untuk membasahi lahan yang mengalami kekeringan. Petugas akan mengoptimalkan air hujan, mengerahkan pesawat untuk melakukan water bombing, serta meningkatkan pemadaman melalui operasi darat.

Kombinasi ketiga langkah tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi titik api. Selain itu, upaya tersebut dapat menekan risiko kebakaran yang lebih luas.

Karena itu, pemerintah akan memaksimalkan penanganan selama periode hujan berlangsung. Petugas juga akan terus memantau kondisi lapangan untuk menentukan langkah berikutnya.

Baca Juga :  Wako Alfin disambut Positif BWSS VI Mengatasi Banjir

Patroli Gabungan Cegah Karhutla

Setelah periode hujan berakhir, pemerintah akan memperketat langkah pencegahan. Petugas akan meningkatkan patroli gabungan untuk mengawasi kawasan rawan kebakaran.

Patroli tersebut melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Raja Juli Antoni juga mengajak masyarakat menjaga lingkungan dan tidak membakar hutan maupun lahan. Ia mengingatkan bahwa pembakaran dapat memicu titik api baru serta memperburuk kondisi lingkungan.

Oleh sebab itu, pemerintah membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat untuk mencegah karhutla. Warga dapat membantu petugas dengan melaporkan kemunculan asap atau api di kawasan rawan kebakaran.

Melalui patroli rutin, pemadaman cepat, dan keterlibatan masyarakat, pemerintah berharap Jambi mampu menekan risiko karhutla. Langkah bersama ini juga penting untuk menjaga lingkungan serta melindungi kesehatan masyarakat. (ven*)

Editor : Vendra

Sumber Berita: jambi.tribunnews.com

Berita Terkait

MTQH Jambi 2026 Resmi Dimulai, Alpian Hadir
Al Haris Pastikan Penanganan Karhutla Jambi Terus Berjalan
BAM DPR RI Sepakati 4 Langkah Selesaikan Zona Merah Jambi
Cuaca Jambi Senin, Hujan Ringan dan Udara Kabur
Tari Rewang Batang Hari Meriahkan Festival Tari Jambi 2026
Al Haris Perkuat Koordinasi Penanganan Karhutla di Jambi
Kapolda Jambi Pimpin Serah Terima Pataka Siginjai Sakti
Dana Karhutla Jambi Rp30 Miliar, Ini Rincian Penggunaannya
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 15:35 WIB

MTQH Jambi 2026 Resmi Dimulai, Alpian Hadir

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Al Haris Pastikan Penanganan Karhutla Jambi Terus Berjalan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Banpres Rp125 Miliar untuk Tangani Karhutla di Jambi

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:00 WIB

BAM DPR RI Sepakati 4 Langkah Selesaikan Zona Merah Jambi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Cuaca Jambi Senin, Hujan Ringan dan Udara Kabur

Berita Terbaru

Harga BBM terbaru di sejumlah SPBU Indonesia pada 1 November 2026.(Foto : Kapanlagi.com/Budy Santoso)

Ekonomi

Update Harga BBM Hari Ini, Pertamax hingga Diesel

Minggu, 1 Nov 2026 - 17:00 WIB

Rupiah melemah terhadap dolar AS, sementara yield obligasi pemerintah Indonesia terus meningkat. (AP Photo/Tatan Syuflana)

Ekonomi

Pasar Obligasi Bergejolak, Ini Strategi Investasi yang Tepat

Minggu, 1 Nov 2026 - 16:00 WIB

Sekda Kota Sungai Penuh Alpian menghadiri pelantikan Pengawas, Dewan Hakim, dan Panitera MTQH ke-55 Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2026 di Kantor Wali Kota Jambi.

Jambi

MTQH Jambi 2026 Resmi Dimulai, Alpian Hadir

Minggu, 1 Nov 2026 - 15:35 WIB

Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah bersama masyarakat mengikuti rangkaian kegiatan HUT ke-18 Kota Sungai Penuh di Lapangan Merdeka.

Sungai Penuh

HUT ke-18 Sungai Penuh, Azhar Hamzah Gaungkan Hidup Sehat

Minggu, 1 Nov 2026 - 15:00 WIB

Pergerakan rupiah menghadapi tekanan dolar AS dan ketidakpastian pasar keuangan.(Foto: Kapanlagi.com/Budy Santoso)

Ekonomi

Rupiah Diprediksi Tembus Rp 18.320 per Dolar AS Pekan Depan

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:00 WIB