Jambi, Britakini.com – Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, mengunjungi Provinsi Jambi pada Selasa (27/10/2026). Ia meninjau langsung perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut.
Dalam kunjungan itu, Raja Juli Antoni membawa kabar baik. Ia menyebut kondisi karhutla di Jambi kini jauh membaik dibandingkan tiga minggu sebelumnya.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa jumlah titik panas di sejumlah wilayah terus menurun. Meski begitu, tim yang turun ke lapangan masih menemukan dua titik yang membutuhkan penanganan segera.
“Berdasarkan pemantauan, titik panas di sejumlah wilayah sudah banyak yang tidak terdeteksi. Namun, pemeriksaan langsung di lapangan masih menemukan dua titik yang perlu ditangani,” kata Raja Juli Antoni.
Pemerintah Kucurkan Banpres Rp125 Miliar
Untuk mempercepat penanganan karhutla, pemerintah pusat mengucurkan Bantuan Presiden (Banpres) senilai total Rp125 miliar bagi Provinsi Jambi.
Raja Juli Antoni meminta pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota menggunakan dana tersebut secara efektif dan efisien. Ia juga menekankan pentingnya transparansi serta akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran.
Selain itu, ia meminta pemerintah daerah mengutamakan kebutuhan masyarakat. Setiap daerah harus memastikan penggunaan dana bantuan memberikan manfaat nyata bagi warga.
“Penyaluran anggaran ini harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Melalui bantuan tersebut, pemerintah ingin mempercepat pemadaman api sekaligus memperkuat pencegahan karhutla. Pemerintah juga mendorong petugas meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi kebakaran baru.
Pemerintah Optimalkan Potensi Hujan
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan dengan intensitas cukup tinggi masih berpotensi mengguyur Jambi hingga 2 November 2026.
Pemerintah akan memanfaatkan peluang hujan tersebut untuk membasahi lahan yang mengalami kekeringan. Petugas akan mengoptimalkan air hujan, mengerahkan pesawat untuk melakukan water bombing, serta meningkatkan pemadaman melalui operasi darat.
Kombinasi ketiga langkah tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi titik api. Selain itu, upaya tersebut dapat menekan risiko kebakaran yang lebih luas.
Karena itu, pemerintah akan memaksimalkan penanganan selama periode hujan berlangsung. Petugas juga akan terus memantau kondisi lapangan untuk menentukan langkah berikutnya.
Patroli Gabungan Cegah Karhutla
Setelah periode hujan berakhir, pemerintah akan memperketat langkah pencegahan. Petugas akan meningkatkan patroli gabungan untuk mengawasi kawasan rawan kebakaran.
Patroli tersebut melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Raja Juli Antoni juga mengajak masyarakat menjaga lingkungan dan tidak membakar hutan maupun lahan. Ia mengingatkan bahwa pembakaran dapat memicu titik api baru serta memperburuk kondisi lingkungan.
Oleh sebab itu, pemerintah membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat untuk mencegah karhutla. Warga dapat membantu petugas dengan melaporkan kemunculan asap atau api di kawasan rawan kebakaran.
Melalui patroli rutin, pemadaman cepat, dan keterlibatan masyarakat, pemerintah berharap Jambi mampu menekan risiko karhutla. Langkah bersama ini juga penting untuk menjaga lingkungan serta melindungi kesehatan masyarakat. (ven*)
Editor : Vendra
Sumber Berita: jambi.tribunnews.com









