Rupiah Menguat, Kebijakan Saham HSC Jadi Sentimen Positif

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rupiah menguat ke Rp18.015 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Selasa (20/10/2026). (Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Rupiah menguat ke Rp18.015 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Selasa (20/10/2026). (Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Jakarta, Britakini.com – Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Selasa (20/10/2026). Analis menilai rencana Bursa Efek Indonesia (BEI) mengubah perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ikut mendorong penguatan rupiah.

BEI berencana mengeluarkan saham kategori High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan IHSG. Rencana ini memunculkan harapan positif bagi pasar keuangan domestik.

Mengutip Antara, rupiah naik 31 poin atau 0,07% ke level Rp18.015 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah menutup perdagangan pada level Rp18.046 per dolar AS.

Analis Doo Financial, Lukman Leong, menilai kebijakan terkait saham HSC dapat memperkuat sentimen positif di pasar modal Indonesia. Menurutnya, langkah tersebut juga berpotensi mendukung pergerakan rupiah.

“Rupiah walau masih penuh ketidakpastian, namun langkah pemerintah yang di antaranya mengeluarkan saham HSC dari IHSG diharapkan bisa memberikan sentimen positif dan dukungan pada ekuitas domestik rupiah,” ujar Lukman.

BEI Siapkan Kebijakan untuk 80 Saham HSC

BEI mencatat 80 saham masuk kategori HSC. Saham-saham ini memiliki konsentrasi kepemilikan yang tinggi.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menjelaskan bahwa seluruh saham tersebut memiliki bobot sekitar 18% terhadap IHSG. Karena itu, perubahan perhitungan indeks berpotensi memengaruhi gambaran pergerakan pasar saham Indonesia.

Baca Juga :  Pajak JHT BPJS Terbaru, Begini Cara Hitungnya

Jeffrey menegaskan bahwa BEI tidak akan menghapus pencatatan saham HSC melalui kebijakan ini. Investor tetap bisa membeli dan menjual saham tersebut di pasar modal.

Namun, BEI tidak lagi memasukkan pergerakan harga saham HSC dalam perhitungan IHSG setelah menerapkan kebijakan tersebut.

BEI mengambil langkah ini untuk menyajikan gambaran pasar saham yang lebih wajar. Selain itu, kebijakan tersebut bertujuan mengurangi pengaruh risiko dari saham-saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi terhadap pergerakan indeks.

Harga Minyak Naik, Rupiah Menghadapi Tekanan

Di sisi lain, kondisi geopolitik global masih membayangi pergerakan rupiah. Konflik di Timur Tengah dan perang Rusia-Ukraina berpotensi menambah tekanan terhadap mata uang Indonesia.

Lukman menilai kenaikan harga minyak mentah dapat memperberat tekanan tersebut. Pasalnya, kenaikan harga minyak berpotensi meningkatkan biaya impor energi Indonesia.

“Eskalasi Timteng dan perang Ukraina-Rusia yang menyebabkan harga minyak mentah yang masih terus naik akan kembali memberikan tekanan pada rupiah,” kata Lukman.

Mengutip Xinhua, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November naik US$2,25 atau 2,22%. Kenaikan itu membawa harga WTI ke US$103,66 per barel saat penutupan perdagangan di New York Mercantile Exchange.

Baca Juga :  DSI Resmi Kelola Ekspor SDA, Devisa Negara Naik

Sebaliknya, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember turun 31 sen atau 0,28%. Harga Brent pun ditutup pada US$109,55 per barel di London ICE Futures Exchange.

Perbedaan pergerakan harga WTI dan Brent menunjukkan bahwa pasar minyak global masih bergerak dinamis. Sementara itu, perkembangan harga minyak dan konflik geopolitik tetap menjadi faktor yang perlu dicermati pelaku pasar.

Prediksi Rupiah Hari Ini

Analis memperkirakan rupiah akan bergerak mengikuti perkembangan sentimen domestik dan global. Rencana BEI mengubah perhitungan IHSG berpotensi memberikan dukungan positif bagi pasar keuangan Indonesia.

Namun, kenaikan harga minyak mentah dan ketegangan geopolitik dapat membatasi penguatan rupiah. Kedua faktor tersebut masih berpotensi memengaruhi sentimen investor terhadap mata uang Indonesia.

Berdasarkan perkembangan tersebut, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp17.950 hingga Rp18.100 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

Pelaku pasar perlu mencermati perkembangan kebijakan BEI, pergerakan harga minyak, dan situasi geopolitik global. Ketiga faktor tersebut dapat memengaruhi arah pergerakan rupiah selanjutnya. (ven*)

Editor : Vendra

Sumber Berita: Liputan6.com

Berita Terkait

MSCI Picu Risiko Kredit Indonesia, Fitch Beri Peringatan
Harga Perak Antam Terbaru, Peluang Investasi dan Daftar Harga
Kurs Rupiah Hari Ini Melemah, Investor Waspadai Dolar
Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Raja Emas
Harga Emas Dunia Bergerak Stabil, Suku Bunga Jadi Sorotan
Update Harga Emas Hari Ini, Antam dan Pegadaian
Harga Perak Antam Naik Rp 600, Ini Penyebabnya
Harga Emas Dunia Melemah, Waspadai Suku Bunga The Fed
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:00 WIB

MSCI Picu Risiko Kredit Indonesia, Fitch Beri Peringatan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Harga Perak Antam Terbaru, Peluang Investasi dan Daftar Harga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini Melemah, Investor Waspadai Dolar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Raja Emas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Harga Emas Dunia Bergerak Stabil, Suku Bunga Jadi Sorotan

Berita Terbaru

Honda Jazz GE8 bekas masih diminati dengan harga Rp 95 juta hingga Rp 145 juta per Oktober 2026.

Teknologi

Harga Honda Jazz GE8 Bekas 2026, Cek Kisaran Harganya

Kamis, 22 Okt 2026 - 21:00 WIB

Polytron FOX 350, motor listrik untuk mobilitas harian dengan pilihan sewa baterai dan beli putus.

Teknologi

Harga Polytron FOX 350 Terbaru 2026, Cek Promo dan Spesifikasi

Kamis, 22 Okt 2026 - 21:00 WIB

Fitch Ratings memperingatkan potensi dampak reklasifikasi MSCI terhadap rupiah, cadangan devisa, dan risiko kredit Indonesia.(Foto : Liputan6.com/Johan Tallo)

Ekonomi

MSCI Picu Risiko Kredit Indonesia, Fitch Beri Peringatan

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:00 WIB

Rupiah melemah ke Rp18.033 per dolar AS di tengah sentimen pasar dan kebijakan suku bunga Bank Indonesia.(Foto : Kapanlagi.com/Budy Santoso)

Ekonomi

Kurs Rupiah Hari Ini Melemah, Investor Waspadai Dolar

Kamis, 22 Okt 2026 - 18:00 WIB