LPG 3 Kg Diperketat, Ini Data Penerima Subsidi Terbaru

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi tabung LPG 3 kg yang menjadi perhatian pemerintah untuk penyaluran subsidi tepat sasaran.(Foto: Dok. Pertamina Patra Niaga)

Ilustrasi tabung LPG 3 kg yang menjadi perhatian pemerintah untuk penyaluran subsidi tepat sasaran.(Foto: Dok. Pertamina Patra Niaga)

Jakarta, Britakini.comKementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan memperketat penyaluran LPG 3 kilogram (kg) untuk memastikan subsidi energi diterima masyarakat yang berhak. Pemerintah akan memakai Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk menentukan kelompok penerima LPG bersubsidi.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan pemerintah akan mengatur penerima LPG 3 kg berdasarkan kelompok desil dalam DTSEN. Pemerintah juga akan menerapkan pola serupa pada penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

“(Masyarakat) kelas yang mendapatkannya diatur agar lebih tepat sasaran, seperti desil-desil-nya nanti akan diatur tuh yang LPG. Bukan hanya yang BBM ya, LPG juga. Kita kan sudah ada data DTSEN,” ujar Laode di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (26/8/2026).

Pemerintah Evaluasi Data Penerima LPG

ESDM akan membahas data penerima subsidi bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan PT Pertamina (Persero). Pemerintah mengambil langkah ini setelah muncul sorotan terhadap kesesuaian data BPS dengan kondisi ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  Ketua DPRD Hadiri Penutupan Jambore PKK 2025 Sungai Penuh

Laode mengatakan ESDM, BPS, dan Pertamina akan menyusun langkah penerapan data tersebut. Pembahasan itu juga menjadi tindak lanjut pertemuan Menteri ESDM dengan Menteri Keuangan.

“Iya, nah itu. Itu salah satu yang akan kami bahas bersama BPS, Pertamina, kami dalam mengimplementasikan hasil pertemuan Pak Menteri ESDM dan Pak Menteri Keuangan,” jelasnya.

ESDM Uji Coba CNG 3 Kg

Selain memperbaiki penyaluran, ESDM juga mendorong penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) untuk menekan konsumsi LPG 3 kg. Pemerintah saat ini menguji coba tabung CNG 3 kg di kantin Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas).

ESDM menyiapkan 17 tabung CNG dalam uji coba tersebut. Tim akan memantau kinerja tabung selama satu bulan sebelum pemerintah menentukan langkah berikutnya.

“(CNG) sedang uji coba 17 tabung di Lemigas. Nanti kita lihat 17 tabung ini unjuk kerjanya seperti apa, sedang dievaluasi dalam waktu satu bulan ini,” kata Laode.

Baca Juga :  Sukses Buah Naga Organik, Petani Kantongi Puluhan Juta

Konsumsi LPG 3 Kg Melampaui Kuota

Laode sebelumnya mengakui pemerintah masih menjalankan distribusi LPG 3 kg secara terbuka. Kondisi itu memungkinkan masyarakat dari berbagai kelompok ekonomi membeli LPG bersubsidi.

Data Kementerian ESDM mencatat realisasi volume LPG 3 kg mencapai 8,52 juta metrik ton pada 2025. Angka tersebut melampaui kuota APBN yang mencapai 8,17 juta metrik ton.

Pada 2024, masyarakat menggunakan LPG 3 kg sebanyak 8,23 juta metrik ton. Realisasi tersebut juga melampaui kuota APBN 2024 yang mencapai 8,03 juta metrik ton.

Pemerintah menetapkan kuota LPG 3 kg sebesar 8 juta metrik ton pada 2026. Namun, ESDM memproyeksikan konsumsi LPG bersubsidi mencapai 8,6 juta metrik ton sampai akhir tahun.

Laode juga memperkirakan konsumsi LPG akan terus meningkat pada 2027. Karena itu, pemerintah perlu memperbaiki sistem distribusi agar subsidi energi benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan. (Ven*)

Penulis : Vendra

Editor : vendra

Sumber Berita: detik.com

Berita Terkait

Deposito BRI BNI Mandiri, Cek Bunga Terbaru Agustus
Rupiah Anjlok, Ini Kurs Dolar Empat Bank Besar
Harga Emas Pegadaian Hari Ini Stabil, Cek Rinciannya
Harga Emas Antam, Galeri24 dan UBS Kembali Turun
Kurs Dolar AS Hari Ini Turun ke Rp17.729
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp5.000
Harga Emas Antam Turun, Ini Daftar Terbarunya di Pegadaian
Motor Listrik 2026 Lesu, Industri Siapkan Strategi Baru
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Deposito BRI BNI Mandiri, Cek Bunga Terbaru Agustus

Senin, 31 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Stabil, Cek Rinciannya

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Harga Emas Antam, Galeri24 dan UBS Kembali Turun

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Kurs Dolar AS Hari Ini Turun ke Rp17.729

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp5.000

Berita Terbaru

Ketua DPRD Kota Sungai Penuh Hutri Randa memimpin rapat kerja gabungan pembahasan perubahan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2026.(Foto : Humas Dprd Kota Sungai Penuh)

Sungai Penuh

DPRD Sungai Penuh Bahas Perubahan Anggaran APBD 2026

Selasa, 1 Sep 2026 - 21:00 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Alfin bersama pimpinan DPRD menandatangani Nota Kesepakatan Perubahan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2026.(Foto : Prokopim Kota Sungai Penuh)

Sungai Penuh

Pemkot dan DPRD Sungai Penuh Sepakati KUA PPAS 2026

Selasa, 1 Sep 2026 - 19:00 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Alfin meninjau langsung progres pembangunan Pasar Sungai Penuh, Selasa (1/9/2026).(Foto : Prokopim Kota Sungai Penuh)

Sungai Penuh

Wali Kota Alfin Tinjau Progres Pembangunan Pasar Sungai Penuh

Selasa, 1 Sep 2026 - 17:00 WIB

Kunjungan Tim Penggerak PKK Kota Sungai Penuh ke SMPN 8 Sungai Penuh dalam kegiatan Program 3S.

Sungai Penuh

SMPN 8 Sungai Penuh Dukung Program 3S Cegah Stunting

Selasa, 1 Sep 2026 - 14:00 WIB

Ilustrasi deposito perbankan BUMN dan perbandingan bunga BRI, BNI, serta Bank Mandiri pada Agustus 2026.(Foto: deposito)

Ekonomi

Deposito BRI BNI Mandiri, Cek Bunga Terbaru Agustus

Senin, 31 Agu 2026 - 13:00 WIB