Jakarta, Britakini.com — Harga emas dunia naik pada pagi ini setelah sebelumnya anjlok tajam.
Pada Senin (8/6/2026) pukul 06:49 WIB, harga emas spot mencapai US$ 4.340,7 per troy ons. Harga ini naik 0,22% dibandingkan penutupan akhir pekan lalu.
Sebelumnya, harga emas turun cukup dalam. Pada akhir pekan, harga melemah 3,21% dan menyentuh level terendah sepanjang tahun ini.
Data Tenaga Kerja AS Tahan Kenaikan
Kenaikan harga emas masih terbatas. Data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) menahan laju penguatan. Biro Statistik Tenaga Kerja AS mencatat ekonomi AS menambah 172.000 lapangan kerja non-pertanian (non-farm payroll) sepanjang Mei. Angka ini jauh melampaui ekspektasi pasar yang hanya 85.000.
Data tersebut menunjukkan pasar tenaga kerja AS tetap kuat, meski tekanan inflasi dari kenaikan harga energi masih membayangi. Kondisi ini memberi ruang bagi bank sentral Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga acuan karena ekonomi masih cukup tangguh.
Kevin Flanagan, Head of Investment Strategy di WisdomTree, memperkirakan The Fed akan menghapus nada dovish (bias penurunan suku bunga) dalam rapat 16–17 Juni. Jika itu terjadi, kebijakan moneter akan bergerak ke arah yang lebih ketat, seperti dikutip dari Bloomberg News.
Suku Bunga Tinggi Tekan Daya Tarik Emas
Emas tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Karena itu, minat terhadap emas cenderung menurun saat suku bunga berada di level tinggi.
Analisis Teknikal: Masih Bearish
Dari sisi teknikal (time frame harian), harga emas masih bergerak di zona bearish.
Indikator Relative Strength Index (RSI) 14 hari berada di level 35. Angka di bawah 50 menunjukkan tekanan jual masih dominan.
Sementara itu, Stochastic RSI 14 hari berada di angka 11. Angka di bawah 20 menandakan kondisi jenuh jual (oversold).
Level Penting Hari Ini
Untuk perdagangan hari ini, tekanan pelemahan masih berlanjut. Harga juga sudah menembus pivot point di US$ 4.334 per troy ons.
Selanjutnya, harga berpotensi menguji resistance di US$ 4.385 per troy ons (Moving Average/MA 5). Jika kenaikan berlanjut, resistance berikutnya berada di US$ 4.447 per troy ons (MA-10).
Namun jika harga kembali turun, level US$ 4.327 per troy ons menjadi support terdekat. Jika harga menembus level ini, penurunan dapat berlanjut ke kisaran US$ 4.320–4.311 per troy ons.
Dalam skenario paling pesimistis, harga emas berpotensi turun hingga US$ 4.289 per troy ons. (Ven*)








