Jakarta, Britakini.com — Banyak masyarakat Indonesia menyukai ikan asin. Namun, sebagian orang masih khawatir dengan kandungannya, terutama garam dan kolesterol.
Proses Pembuatan Ikan Asin
Produsen membuat ikan asin dengan cara mengawetkan ikan menggunakan garam. Mereka memanfaatkan proses osmosis untuk mengurangi kadar air dalam ikan sekaligus meningkatkan konsentrasi garam. Cara ini efektif menghambat pertumbuhan bakteri. Hasilnya, ikan menjadi lebih awet dengan rasa gurih dan tekstur khas.
Ragam Ikan Asin di Indonesia
Produsen di Indonesia menggunakan berbagai jenis ikan sebagai bahan baku ikan asin. Mereka mengolah ikan kembung menjadi ikan peda. Selain itu, mereka juga membuat ikan asin dari ikan teri nasi atau jengki.
Masyarakat di Pantai Utara (Pantura) Pulau Jawa sering mengolah ikan manyung menjadi jambal roti. Banyak orang menyukai jenis ini karena dagingnya tebal dan teksturnya empuk.
Kandungan Kolesterol pada Ikan Asin
Hampir semua jenis ikan mengandung kolesterol, meski jumlahnya berbeda. Ikan laut umumnya memiliki kandungan kolesterol dalam kadar tertentu.
Sebagai contoh, ikan kembung segar mengandung sekitar 33–55 miligram kolesterol per 100 gram. Ikan teri mengandung sekitar 60 miligram per 100 gram. Sementara itu, ikan manyung mengandung sekitar 37–49 miligram per 100 gram. Jumlah ini masih berada di bawah batas asupan kolesterol harian, yaitu 300 miligram.
Waspadai Kandungan Garam
Meski kandungan kolesterolnya relatif aman, kamu tetap perlu memperhatikan kadar garam dalam ikan asin. Ikan asin mengandung natrium tinggi, dan konsumsi berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Peneliti dalam International Journal Prima Husada Health (2024) menemukan hubungan antara asupan natrium berlebih dan peningkatan kolesterol. Natrium dapat memperburuk kondisi jantung dan pembuluh darah, sehingga memicu kenaikan kolesterol jahat.
Dampak Konsumsi Berlebihan
Peneliti membandingkan 30 orang yang mengonsumsi ikan asin dengan yang tidak. Hasilnya, kelompok yang sering makan ikan asin memiliki rata-rata kadar kolesterol mencapai 411,13 mg/dL. Sementara itu, kelompok yang jarang mengonsumsi ikan asin memiliki rata-rata 213,8 mg/dL. Padahal, kadar kolesterol normal orang dewasa berada di bawah 200 mg/dL.
Temuan ini menunjukkan bahwa konsumsi ikan asin dapat meningkatkan kadar kolesterol darah. Namun, efeknya bergantung pada jenis ikan, frekuensi konsumsi, dan pola makan secara keseluruhan.
Konsumsi Secukupnya
Kamu tetap bisa menikmati ikan asin sesekali. Namun, sebaiknya kamu tidak mengonsumsinya secara berlebihan agar kesehatan tetap terjaga. (Ven*)









