DK PBB Rapat Darurat Usai Serangan AS

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 4 Januari 2026 - 18:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aparat militer Venezuela berjaga di sekitar fasilitas strategis minyak nasional di tengah meningkatnya konflik dengan Amerika Serikat, menyusul penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan digelarnya rapat darurat Dewan Keamanan PBB.

Aparat militer Venezuela berjaga di sekitar fasilitas strategis minyak nasional di tengah meningkatnya konflik dengan Amerika Serikat, menyusul penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan digelarnya rapat darurat Dewan Keamanan PBB.

New York, Britakini.com — Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan menggelar pertemuan darurat di New York pada Senin (5/1/2026). Pertemuan ini berlangsung atas dorongan Venezuela menyusul serangan militer Amerika Serikat dan penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.

Langkah tersebut menandai eskalasi serius dalam hubungan kedua negara dan memicu kekhawatiran luas di tingkat internasional.

Sekjen PBB Nilai Serangan AS Berbahaya

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menilai serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela sebagai tindakan berbahaya. Menurutnya, langkah militer tersebut berpotensi memperburuk konflik internasional dan mengancam stabilitas kawasan Amerika Latin.

Karena itu, Guterres mendorong semua pihak menahan diri dan mengutamakan penyelesaian melalui jalur diplomasi.

Venezuela Tuduh AS Lakukan Agresi Kriminal

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil secara resmi meminta Dewan Keamanan PBB segera bersidang. Ia secara tegas menuduh Amerika Serikat melakukan agresi kriminal terhadap kedaulatan negaranya.

“Pemerintah Amerika Serikat telah melakukan agresi kriminal terhadap Venezuela. Oleh karena itu, kami meminta Dewan Keamanan PBB, sebagai penjaga hukum internasional, untuk segera bertindak,” kata Gil.

Lebih lanjut, Gil menegaskan bahwa rakyat Venezuela tidak akan tunduk pada tekanan militer asing. “Tidak ada serangan pengecut yang mampu mengalahkan kekuatan rakyat kami. Pada akhirnya, kami akan keluar sebagai pemenang,” ujarnya.

Baca Juga :  Pakistan: Lukai 35 Orang ,8 Tewas Serangan Rudal India

Status Darurat Nasional Ditetapkan

Selain itu, pemerintah Venezuela menuduh Amerika Serikat menyerang fasilitas sipil dan militer di sejumlah negara bagian. Menyikapi situasi tersebut, pemerintah di Caracas menetapkan status darurat nasional.

Pada saat yang sama, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi serangan berskala besar tersebut. Trump juga menyatakan bahwa pasukan Amerika Serikat telah menangkap Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya.

Kolombia, Rusia, dan China Dorong Rapat DK PBB

Tak hanya Venezuela, Kolombia juga meminta Dewan Keamanan PBB menggelar pertemuan darurat. Permintaan Kolombia itu mendapat dukungan dari Rusia dan China.

Sebelumnya, Dewan Keamanan PBB telah dua kali bersidang pada Oktober dan Desember 2025 untuk membahas meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela.

Venezuela Sebut AS Lakukan Perang Kolonial

Lebih jauh, Duta Besar Venezuela untuk PBB Samuel Moncada menuduh Amerika Serikat melancarkan perang kolonial. Ia menilai Washington berupaya menghancurkan pemerintahan republik Venezuela yang dipilih secara demokratis.

Menurut Moncada, Amerika Serikat ingin memaksakan pemerintahan boneka demi menguasai sumber daya alam Venezuela, termasuk cadangan minyak terbesar di dunia.

Moncada juga menegaskan bahwa Amerika Serikat telah melanggar Piagam PBB. Piagam tersebut secara tegas melarang ancaman atau penggunaan kekuatan terhadap integritas wilayah dan kemerdekaan politik negara lain.

Baca Juga :  Kurs Dolar AS Hari Ini Turun ke Rp17.631

AS Perkuat Kehadiran Militer dan Blokade Laut

Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintahan Trump secara aktif menargetkan kapal-kapal yang dituduh terlibat perdagangan narkoba di perairan Venezuela dan pesisir Pasifik Amerika Latin.

Selain itu, Amerika Serikat meningkatkan kehadiran militernya di kawasan tersebut dan memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal yang terkena sanksi. Bahkan, pasukan AS mencegat dua kapal tanker yang mengangkut minyak mentah Venezuela.

AS Klaim Bertindak untuk Bela Diri

Sebagai pembenaran, Amerika Serikat merujuk pada Pasal 51 Piagam PBB. Pasal ini mengizinkan negara melakukan pembelaan diri atas serangan bersenjata, dengan kewajiban segera melaporkan tindakannya kepada Dewan Keamanan PBB.

Sementara itu, Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB Mike Waltz menegaskan bahwa Washington tidak berniat melakukan perubahan rezim.

“Ini bukan perubahan rezim. Ini adalah keadilan. Maduro adalah diktator tidak sah yang memimpin organisasi teror narkoba dan bertanggung jawab atas pembunuhan warga Amerika,” tulis Waltz di platform X.

Penangkapan Maduro Jadi Puncak Ketegangan

Sebagai informasi, pasukan Amerika Serikat menangkap Nicolas Maduro pada Sabtu (3/1) dini hari. Penangkapan ini menjadi puncak ketegangan panjang antara Presiden Donald Trump dan Maduro, yang selama ini dituduh Washington mendukung kartel narkoba internasional.  (VVR*)

Berita Terkait

Rudal Houthi Hantam Bandara Riyadh, Ratusan Orang Terluka
Pasar Arab Saudi Jadi Peluang Bisnis Indonesia
OPEC+ Naikkan Produksi Minyak Saat Krisis Pasokan Global
Pengadilan Yordania Jatuhkan Hukuman Mati Pembunuh Polisi
Harga Minyak Dunia Turun Usai Kesepakatan AS Iran
Israel Bebaskan Relawan GSF, Tiba Selamat di Istanbul Turki
Iran Perluas Kendali Selat Hormuz, Tegangan Regional Meningkat
Gaza Dilaporkan Hancur, Ribuan Jenazah Masih Tertimbun
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Rudal Houthi Hantam Bandara Riyadh, Ratusan Orang Terluka

Jumat, 25 September 2026 - 00:00 WIB

Pasar Arab Saudi Jadi Peluang Bisnis Indonesia

Senin, 8 Juni 2026 - 05:00 WIB

OPEC+ Naikkan Produksi Minyak Saat Krisis Pasokan Global

Senin, 8 Juni 2026 - 01:00 WIB

Pengadilan Yordania Jatuhkan Hukuman Mati Pembunuh Polisi

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:00 WIB

Harga Minyak Dunia Turun Usai Kesepakatan AS Iran

Berita Terbaru

Singapura menyoroti tujuh perusahaan Indonesia terkait karhutla dan kabut asap lintas batas, sementara DPR mendesak pemerintah membuka data 52 perusahaan yang diduga terkait kebakaran hutan.(Foto : tribunnews.com/HO)

Nasional

Prabowo Didesak Buka Data 52 Perusahaan Karhutla

Minggu, 18 Okt 2026 - 02:00 WIB

Harga emas Antam, UBS, dan Galeri24 menunjukkan perbedaan berdasarkan merek dan berat.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Hari Ini: Antam, UBS, Galeri24, Mana Termurah?

Sabtu, 17 Okt 2026 - 15:00 WIB

Harga emas batangan Antam naik Rp7.000 menjadi Rp2.572.000 per gram pada Sabtu, 17 Oktober 2026.(Foto : Liputan6.com/Johan Tallo)

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp7.000

Sabtu, 17 Okt 2026 - 13:00 WIB