69 Saham Turun di Bawah Rp50, Ini Dampaknya

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 29 September 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ilustrasi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Jakarta, Britakini.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 69 saham turun di bawah Rp50 pada hari pertama aturan baru batas bawah harga saham, Senin, 28 September 2026.

Sebelumnya, BEI mencatat 164 saham berada pada kisaran Rp50 hingga Rp100 dalam perdagangan 25 September 2026. Setelah BEI menghapus batas bawah Rp50, sebanyak 34 saham dari kelompok tersebut turun di bawah Rp50.

Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi menjelaskan perubahan harga tersebut setelah BEI menetapkan batas bawah harga saham mulai Rp1.

“Dari 164 saham dengan harga Rp50-Rp100 pada 25 September 2026, terdapat 34 saham yang mengalami penurunan harga hingga di bawah Rp50,” kata Iding, Selasa (29/9/2026).

26 Saham Rp50 Sumbang 1,91 Persen ke IHSG

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan 26 saham masih bertahan di level Rp50 pada 25 September 2026.

Kumpulan saham tersebut menyumbang 1,91 persen terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Pada perdagangan 28 September 2026, harga 26 saham tersebut turun sekitar 8 persen hingga 14 persen. Penurunan itu ikut menekan IHSG.

Baca Juga :  Guru PPPK Dapat Kabar Besar, Berpeluang Jadi PNS

“Penurunan saham tersebut berkontribusi sekitar minus 0,27 persen atau 16,707 poin terhadap IHSG,” ujar Jeffrey.

BEI Buka Ruang Harga Saham di Bawah Rp50

BEI menghapus batas bawah harga Rp50 melalui aturan baru tersebut. Kebijakan ini memberi kesempatan bagi saham yang selama ini tertahan di Rp50 untuk bergerak mengikuti mekanisme pasar.

Jeffrey mengatakan sejumlah saham telah bertahun-tahun bertahan di level Rp50 tanpa transaksi.

Menurut Jeffrey, kondisi tersebut menunjukkan bahwa harga Rp50 belum tentu mencerminkan nilai wajar atau fair value saham.

“Sejumlah saham sudah bertahun-tahun berada di harga Rp50 tanpa transaksi. Artinya, harga tersebut belum tentu mencerminkan fair value saham,” kata Jeffrey.

Melalui aturan baru itu, BEI memberi ruang kepada investor untuk menemukan harga saham melalui mekanisme permintaan dan penawaran.

Proses pencarian harga wajar tentu membutuhkan waktu. Investor tetap mengikuti mekanisme perdagangan BEI, termasuk ketentuan auto rejection.

69 Saham Turun di Bawah Rp50

Pada hari pertama aturan baru, 69 saham turun di bawah Rp50.

Baca Juga :  Rupiah Menguat Didukung Cadangan Devisa dan Sentimen Global

Jeffrey mengatakan saham yang sebelumnya bertahan di Rp50 kini mulai mencari harga baru setelah BEI menghapus batas bawah tersebut.

“Sekarang saham-saham tersebut sedang mencari fair value melalui mekanisme pasar,” ujarnya.

Saham dari Papan Pemantauan Khusus juga menambah jumlah saham yang bergerak di bawah Rp50.

BEI Sebut Dampak terhadap IHSG Terbatas

BEI menilai penurunan sejumlah saham tersebut belum memberikan dampak besar terhadap IHSG.

Jeffrey mengatakan sekitar 20 saham sebelumnya berada di level Rp50. Setelah aturan baru berjalan, saham-saham tersebut mulai mencari harga melalui mekanisme pasar.

Saham dari Papan Pemantauan Khusus kemudian menambah jumlah saham yang bergerak di bawah Rp50.

BEI juga menilai pelaku pasar menjalankan perdagangan dengan baik sejak pre-opening hingga sesi perdagangan berlangsung.

Menurut Jeffrey, pelaku pasar memberikan respons positif terhadap perubahan batas bawah harga saham tersebut.

“Ketika kebijakan ini diberlakukan, pasar memberikan respons positif,” ujar Jeffrey. (Ven*)

Penulis : Vendra

Editor : Vendra

Sumber Berita: Liputan6.com

Berita Terkait

IHSG Ambruk 10,76%, Saham Bank Mandiri Ikut Terkoreksi
Harga Emas Antam Turun, Cek Daftar Harga Terbaru
Rupiah Tertekan, Dolar AS Menguat Akibat Inflasi Amerika Serikat
Daftar Tarif Listrik PLN Oktober 2026 untuk Semua Golongan
Rupiah Tertekan Harga Minyak dan Sinyal Bunga The Fed
Harga Emas Antam Turun, Buyback Merosot Lebih Dalam
Harga Emas Turun Saat Dolar AS Menguat dan Minyak Naik
Aplikasi Penghasil Uang 2026, Begini Cara Mengumpulkan Koin
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:00 WIB

IHSG Ambruk 10,76%, Saham Bank Mandiri Ikut Terkoreksi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Harga Emas Antam Turun, Cek Daftar Harga Terbaru

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Rupiah Tertekan, Dolar AS Menguat Akibat Inflasi Amerika Serikat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Daftar Tarif Listrik PLN Oktober 2026 untuk Semua Golongan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Rupiah Tertekan Harga Minyak dan Sinyal Bunga The Fed

Berita Terbaru

Tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan meluas di Tahura Orang Kayo Hitam, Jambi.(Foto : Dok.Istimewa)

Jambi

Al Haris Perkuat Koordinasi Penanganan Karhutla di Jambi

Sabtu, 17 Okt 2026 - 03:00 WIB

Yamaha XSR900 2027 hadir dengan warna Neon White yang mengusung nuansa balap era 1990-an untuk pasar Eropa.(Foto : Paultan)

Teknologi

Yamaha XSR900 2027 Usung Warna Neon White Bergaya Retro

Sabtu, 17 Okt 2026 - 01:00 WIB

Yadea GT80 mengandalkan baterai ganda untuk mengejar jarak tempuh lebih dari 180 km dalam sekali pengisian daya.(Foto : Ist)

Teknologi

Yadea GT80 Diklaim Bisa Tempuh 190 Km, Ini Spesifikasinya

Jumat, 16 Okt 2026 - 23:00 WIB

Saham Bank Mandiri (BMRI) mengalami koreksi 8,54% seiring dengan anjloknya IHSG pada sesi pertama perdagangan Jumat (16/10/2026).(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

IHSG Ambruk 10,76%, Saham Bank Mandiri Ikut Terkoreksi

Jumat, 16 Okt 2026 - 20:00 WIB

BMKG mendeteksi sebaran asap karhutla dari Kalimantan hingga wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.(Foto : detik.com)

Nasional

Asap Karhutla Capai Pulau Jawa, BMKG Pantau Kualitas Udara

Jumat, 16 Okt 2026 - 18:00 WIB