Rupiah Menguat Didukung Cadangan Devisa dan Sentimen Global

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS pada perdagangan terbaru. ( Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS pada perdagangan terbaru. ( Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Jakarta, Britakini.comNilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Senin (10/8/2026). Cadangan devisa Indonesia yang kuat serta sentimen global yang positif mendorong penguatan ini.

Mengutip Antara, rupiah naik 87 poin atau 0,49 persen ke level Rp17.810 per dolar AS, dari posisi sebelumnya Rp17.897 per dolar AS.

Research and Development ICDX, Muhammad Amru Syifa, menilai cadangan devisa yang solid terus menopang pergerakan rupiah.

Cadangan Devisa Tetap Kuat

Bank Indonesia mencatat cadangan devisa Indonesia mencapai US$145,3 miliar pada akhir Juli 2026. Meski turun tipis dari US$145,6 miliar pada bulan sebelumnya, posisi ini masih tergolong tinggi.

Cadangan devisa yang kuat memberi ruang bagi Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas rupiah melalui intervensi di pasar valuta asing. Namun, penurunan tersebut tetap menunjukkan adanya tekanan yang perlu diwaspadai.

Sentimen Global Dorong Rupiah

Sentimen global ikut memperkuat rupiah. Indeks dolar AS turun ke level 99,6, yang menjadi posisi terendah sejak awal Juni.

Baca Juga :  Gubernur Hadir Panen Raya , Monadi: Bentuk Dukungan Pertanian di Kerinci

Penurunan ini terjadi setelah data pasar tenaga kerja AS melemah. Kondisi tersebut mendorong ekspektasi pelaku pasar terhadap peluang pelonggaran kebijakan moneter.

Pasar Tunggu Data Inflasi AS

Pelaku pasar kini menunggu rilis data inflasi AS. Data ini akan menjadi penentu arah kebijakan Federal Reserve (The Fed) pada September 2026.

Amru menjelaskan, inflasi yang lebih rendah dari perkiraan dapat menekan dolar AS dan membuka peluang penguatan rupiah. Sebaliknya, inflasi yang lebih tinggi berpotensi mendorong kebijakan moneter yang lebih ketat dan memperkuat dolar AS.

Ia memperkirakan rupiah akan bergerak pada kisaran Rp17.750 hingga Rp17.900 per dolar AS dalam jangka pendek.

Tren Penguatan Sejak Pekan Lalu

Rupiah sudah menunjukkan tren penguatan sejak akhir pekan lalu. Pada penutupan perdagangan Jumat (7/8/2026), rupiah naik 26 poin atau 0,15 persen ke level Rp17.897 per dolar AS, dari Rp17.923 per dolar AS.

Baca Juga :  Harga Emas Dunia Naik Tipis Dipicu Ketegangan Global

Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga menguat ke level Rp17.913 per dolar AS, dari sebelumnya Rp17.919 per dolar AS.

Faktor Domestik Perkuat Rupiah

Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menyebut stabilitas cadangan devisa sebagai faktor utama yang menopang rupiah di tengah ketidakpastian global.

Ia menjelaskan, rupiah sempat melemah di awal perdagangan akibat data ketenagakerjaan AS yang kuat. Namun, rupiah segera menguat kembali setelah rilis data cadangan devisa Indonesia yang stabil.

Bank Indonesia mencatat penurunan cadangan devisa sekitar US$0,3 miliar pada Juli 2026. Meski turun, angka tersebut tetap mencerminkan ketahanan sektor eksternal Indonesia yang solid di tengah tekanan global. (Ven*)

Berita Terkait

Harga Emas Antam Terbaru, Cek Harga Hari Ini
Cadangan Emas Bank Sentral Naik, Ini Strategi Investasinya
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp30 Ribu
Panduan Tabungan Emas myBCA: Cara Beli dan Jual
Harga Emas Antam Hari Ini Capai Rp2,67 Juta
Kurs Dolar AS Hari Ini Turun ke Rp17.631
Deposito BRI BNI Mandiri, Cek Bunga Terbaru Agustus
Rupiah Anjlok, Ini Kurs Dolar Empat Bank Besar
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 15:00 WIB

Harga Emas Antam Terbaru, Cek Harga Hari Ini

Minggu, 6 September 2026 - 13:00 WIB

Cadangan Emas Bank Sentral Naik, Ini Strategi Investasinya

Sabtu, 5 September 2026 - 05:00 WIB

Panduan Tabungan Emas myBCA: Cara Beli dan Jual

Jumat, 4 September 2026 - 19:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Capai Rp2,67 Juta

Jumat, 4 September 2026 - 17:00 WIB

Kurs Dolar AS Hari Ini Turun ke Rp17.631

Berita Terbaru

Motorola Edge 70 Plus resmi meluncur dengan kamera utama 200 MP dan layar AMOLED 144 Hz.(Foto : Motorola)

Teknologi

Motorola Edge 70 Plus: Kamera 200 MP, Harga Fantastis

Minggu, 6 Sep 2026 - 23:00 WIB

Pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, menjadi fasilitas produksi kendaraan BYD untuk pasar Indonesia.(Foto : Arief A/Liputan6.com)

Teknologi

BYD Produksi Lokal, Ini Fakta Harga Mobil Terbaru

Minggu, 6 Sep 2026 - 21:00 WIB

Hengdian World Studio menghadirkan pengalaman bagi wisatawan untuk membuat dan membintangi drama pendek sendiri.(Foto : Ilustrasi Papan Slate Film (Pixabay)

Wisata

Wisatawan China Kini Bisa Jadi Bintang Drama

Minggu, 6 Sep 2026 - 19:00 WIB

Harga emas Antam hari ini berada di level Rp2.640.000 per gram.(Foto : ANTARA/GALIH PRADIPTA)

Ekonomi

Harga Emas Antam Terbaru, Cek Harga Hari Ini

Minggu, 6 Sep 2026 - 15:00 WIB

Cadangan emas menjadi bagian penting dalam strategi bank sentral menghadapi inflasi dan risiko geopolitik.(Foto : Ilustrasi emas. (Freepik)

Ekonomi

Cadangan Emas Bank Sentral Naik, Ini Strategi Investasinya

Minggu, 6 Sep 2026 - 13:00 WIB