UMKM Tinggalkan Marketplace, E-Commerce Indonesia Tumbuh

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMKM Indonesia berjualan online di marketplace Shopee dan TikTok Shop menggunakan smartphone

UMKM Indonesia berjualan online di marketplace Shopee dan TikTok Shop menggunakan smartphone

JAKARTA, Britakini.comPelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus meninggalkan marketplace seperti Shopee dan TikTok Shop. Kenaikan biaya logistik serta potongan komisi (take rate) mendorong banyak penjual beralih ke kanal lain yang lebih menguntungkan.

Akibatnya, pelaku UMKM kini semakin selektif. Mereka aktif menghitung efisiensi biaya sekaligus mempertimbangkan margin keuntungan sebelum menentukan platform penjualan.

Kemendag Tegaskan Transaksi Digital Tetap Tumbuh

Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan, memastikan transaksi digital nasional akan terus tumbuh. Ia menegaskan bahwa perpindahan seller tidak secara langsung memengaruhi laju pertumbuhan e-commerce.

Menurutnya, sejumlah faktor lain justru berperan lebih besar. Misalnya, daya beli masyarakat, inovasi platform, serta peningkatan penetrasi digital.

Pemerintah Jaga Keseimbangan Ekosistem Digital

Di sisi lain, Kemendag terus berkoordinasi dengan platform marketplace dan berbagai pemangku kepentingan. Langkah ini bertujuan menjaga ekosistem digital tetap sehat, kompetitif, dan adil.

Baca Juga :  Perpanjangan Usulan CASN 2026 Didorong Demi Formasi Optimal

Selain itu, Iqbal menekankan pentingnya transparansi dan praktik usaha yang adil. Ia juga mendorong platform untuk terus berinovasi, namun tetap menjaga agar pelaku UMKM tidak terbebani secara berlebihan.

Dialog Platform dan Seller Jadi Kunci

Lebih lanjut, pemerintah mendorong platform dan penjual untuk membuka dialog secara aktif. Dengan cara ini, kedua pihak dapat mencari solusi yang saling menguntungkan.

Tidak hanya itu, langkah tersebut juga menciptakan ekosistem perdagangan digital yang lebih kondusif, terutama bagi produk lokal. Oleh karena itu, UMKM perlu menghindari ketergantungan pada satu platform saja.

Strategi Multichannel dan Omnichannel Makin Penting

Seiring perubahan ini, pelaku usaha mulai menerapkan strategi multichannel dan omnichannel. Mereka memanfaatkan berbagai kanal digital, mulai dari media sosial, website sendiri, hingga marketplace alternatif.

Baca Juga :  Peluang Usaha Depan Rumah 24 Jam di Pedesaan

Dengan strategi tersebut, UMKM dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Selain itu, mereka juga mampu mengurangi risiko ketergantungan pada satu platform.

Indonesia Tetap Jadi Raja E-Commerce Asia Tenggara

Di tengah dinamika ini, Indonesia tetap menunjukkan kekuatan besar di sektor digital. Laporan Momentum Works dalam Ecommerce in Southeast Asia 2026 menempatkan Indonesia sebagai pasar e-commerce terbesar di kawasan.

Bahkan, nilai transaksi kotor (GMV) Indonesia pada 2025 diperkirakan mencapai US$57,7 miliar atau sekitar Rp999,4 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan 2024 yang mencapai US$56,5 miliar.

Shopee masih memimpin pasar dengan pangsa 54%. Selanjutnya, TikTok Shop dan Tokopedia menyusul dengan 38%. Sementara itu, Lazada dan Blibli masing-masing melengkapi sisa pangsa pasar. (Ven*)

Berita Terkait

Deposito BRI BNI Mandiri, Cek Bunga Terbaru Agustus
Rupiah Anjlok, Ini Kurs Dolar Empat Bank Besar
Harga Emas Pegadaian Hari Ini Stabil, Cek Rinciannya
Harga Emas Antam, Galeri24 dan UBS Kembali Turun
Kurs Dolar AS Hari Ini Turun ke Rp17.729
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp5.000
Harga Emas Antam Turun, Ini Daftar Terbarunya di Pegadaian
LPG 3 Kg Diperketat, Ini Data Penerima Subsidi Terbaru
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Deposito BRI BNI Mandiri, Cek Bunga Terbaru Agustus

Senin, 31 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Stabil, Cek Rinciannya

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Harga Emas Antam, Galeri24 dan UBS Kembali Turun

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Kurs Dolar AS Hari Ini Turun ke Rp17.729

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp5.000

Berita Terbaru

Ketua DPRD Kota Sungai Penuh Hutri Randa memimpin rapat kerja gabungan pembahasan perubahan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2026.(Foto : Humas Dprd Kota Sungai Penuh)

Sungai Penuh

DPRD Sungai Penuh Bahas Perubahan Anggaran APBD 2026

Selasa, 1 Sep 2026 - 21:00 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Alfin bersama pimpinan DPRD menandatangani Nota Kesepakatan Perubahan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2026.(Foto : Prokopim Kota Sungai Penuh)

Sungai Penuh

Pemkot dan DPRD Sungai Penuh Sepakati KUA PPAS 2026

Selasa, 1 Sep 2026 - 19:00 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Alfin meninjau langsung progres pembangunan Pasar Sungai Penuh, Selasa (1/9/2026).(Foto : Prokopim Kota Sungai Penuh)

Sungai Penuh

Wali Kota Alfin Tinjau Progres Pembangunan Pasar Sungai Penuh

Selasa, 1 Sep 2026 - 17:00 WIB

Kunjungan Tim Penggerak PKK Kota Sungai Penuh ke SMPN 8 Sungai Penuh dalam kegiatan Program 3S.

Sungai Penuh

SMPN 8 Sungai Penuh Dukung Program 3S Cegah Stunting

Selasa, 1 Sep 2026 - 14:00 WIB

Ilustrasi deposito perbankan BUMN dan perbandingan bunga BRI, BNI, serta Bank Mandiri pada Agustus 2026.(Foto: deposito)

Ekonomi

Deposito BRI BNI Mandiri, Cek Bunga Terbaru Agustus

Senin, 31 Agu 2026 - 13:00 WIB