Rupiah Menguat Didukung Kebijakan Keras Bank Indonesia

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Layar menampilkan pergerakan rupiah yang menguat terhadap dolar AS setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan.(Foto : Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Layar menampilkan pergerakan rupiah yang menguat terhadap dolar AS setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan.(Foto : Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Rupiah Menguat di Pasar Offshore Didukung Kebijakan BI

Jakarta, Britakini.comPasar Non-Deliverable Forwards (NDF) mencatat sinyal lebih konstruktif pada pembukaan perdagangan Jumat (19/6/2026). Rupiah offshore bergerak stabil di kisaran Rp17.840 per dolar AS pada awal perdagangan, lalu menguat 0,25% ke Rp17.795 per dolar AS pada pukul 06:19 WIB.

Rupiah melanjutkan tren penguatan beberapa hari terakhir setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,75%. Sejak Mei 2026, BI telah menaikkan suku bunga total 100 basis poin dan menjalankan salah satu siklus pengetatan paling agresif di Asia tahun ini.

Pelaku pasar merespons positif kombinasi kebijakan moneter ketat dan langkah stabilisasi BI, sehingga mendorong penguatan rupiah di pasar offshore.

Faktor Domestik Menguatkan Rupiah

Sejumlah faktor domestik mendorong stabilitas rupiah. Pertama, BI memperlebar selisih suku bunga terhadap Federal Funds Rate hingga sekitar 200 basis poin. Kondisi ini meningkatkan daya tarik aset rupiah di tengah persaingan global.

Kedua, BI mempertegas komitmen menjaga stabilitas nilai tukar. Bank sentral menaikkan suku bunga dalam tiga tahap sejak Mei dan mengirim sinyal kuat bahwa BI siap merespons tekanan pada rupiah secara cepat.

Ketiga, harga energi global mulai turun setelah sebelumnya naik akibat konflik Iran. Harga minyak yang bergerak di bawah US$80 per barel menekan risiko inflasi impor dan memperbaiki prospek neraca perdagangan Indonesia.

Baca Juga :  Bisnis Sembako dan Gorengan di Kampung Menguntungkan

Tekanan Eksternal Masih Menekan Pasar

Faktor eksternal tetap mendominasi arah rupiah dalam jangka pendek. Federal Reserve di bawah Kevin Warsh mempertahankan suku bunga di kisaran 3,5–3,75%, tetapi pasar menangkap sinyal kebijakan yang masih hawkish.

Pasar memperkirakan sembilan dari 19 pejabat The Fed akan mendukung setidaknya satu kali kenaikan suku bunga tambahan tahun ini. Ekspektasi ini mendorong indeks dolar AS bertahan di atas 100,84 (data Bloomberg per 06:16 WIB).

Penguatan dolar AS menjaga imbal hasil US Treasury tetap tinggi dan membuat investor global lebih selektif dalam menempatkan dana di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

BI Masih Berpeluang Lanjutkan Kenaikan Suku Bunga

Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas, Lionel Priyadi, menilai BI perlu melanjutkan pengetatan moneter secara bertahap. Ia memperkirakan BI masih akan menaikkan suku bunga hingga sekitar 6,25% meskipun selisih dengan The Fed sudah mencapai 200 basis poin.

Ia juga menyampaikan bahwa selisih suku bunga perlu mencapai minimal 225 basis poin agar rupiah tetap stabil hingga awal tahun depan.

Baca Juga : 

Samuel Sekuritas menilai peluang kenaikan suku bunga BI masih terbuka. Sejak awal tahun, rupiah melemah 5,76%, meskipun masih lebih baik dibandingkan won Korea Selatan yang melemah 6,47%.

Ekonom PT Bank Permata Tbk, Faisal Rachman, menyatakan bahwa arah BI Rate sangat bergantung pada dinamika global dan domestik, termasuk geopolitik Timur Tengah, kebijakan suku bunga AS, serta sentimen investor menjelang evaluasi MSCI dan S&P.

Jika tekanan eksternal mereda pada paruh kedua 2026, Bank Permata memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga di level 5,75% hingga akhir tahun.

Dalam skenario dasar, Bank Permata memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp17.800–Rp18.000 per dolar AS pada akhir 2026. Sementara itu, yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun bergerak di rentang 7,2–7,4%.

Analisis Teknis Rupiah

Secara teknikal, rupiah masih menghadapi tekanan pelemahan jangka pendek, meski pergerakannya terbatas. Pasar mencatat level support terdekat di Rp17.740 per dolar AS, dengan support berikutnya di Rp17.780.

Jika rupiah menembus kedua level tersebut, tekanan pelemahan berpotensi berlanjut hingga Rp17.850 sebagai area support kuat.

Sebaliknya, jika rupiah menguat, pasar akan mencermati level Rp17.700 dan Rp17.600 sebagai target penguatan. Level resistensi berikutnya berada di Rp17.500 per dolar AS.  (Ven*)

Berita Terkait

Harga Emas Perhiasan Terbaru, Cek Laku Emas Hari Ini
Strategi KDMP Wonokerto Tingkatkan Omzet hingga Rp260 Juta
BCA Luncurkan Tabungan Emas, Investasi Mulai Rp10.000
Rupiah Tertekan, Ini Prediksi Dolar AS Hari Ini
Fatwa Muhammadiyah Soal Kripto, Investor Wajib Tahu
Rupiah Tertekan, Dolar AS Pulih, Investor Waspada
Harga Emas Antam Naik, Buyback Tembus Rp2,5 Juta
Rupiah Tertekan, Pasar Nantikan Inflasi AS dan MSCI
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Harga Emas Perhiasan Terbaru, Cek Laku Emas Hari Ini

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Strategi KDMP Wonokerto Tingkatkan Omzet hingga Rp260 Juta

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:00 WIB

BCA Luncurkan Tabungan Emas, Investasi Mulai Rp10.000

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Rupiah Tertekan, Ini Prediksi Dolar AS Hari Ini

Jumat, 14 Agustus 2026 - 01:00 WIB

Fatwa Muhammadiyah Soal Kripto, Investor Wajib Tahu

Berita Terbaru

Toyota bZ4X menjadi salah satu mobil listrik yang mendapat subsidi hingga 1,3 juta yen di Tokyo.(Foto: Agung Pambudhy/Detik.com)

Teknologi

Harga Toyota bZ4X Turun Drastis Berkat Subsidi Tokyo

Minggu, 16 Agu 2026 - 23:00 WIB

Warga berkumpul di tenda pengungsian pascagempa.(Foto : ANTARA FOTO/MEGA TOKAN)

Nasional

Akses Jalan NTT Dibuka, Listrik Pulih Pascagempa

Minggu, 16 Agu 2026 - 21:00 WIB

Harga emas perhiasan di Raja Emas dan Laku Emas kembali menjadi perhatian masyarakat pada Minggu, 16 Agustus 2026.(Foto : Liputan6.com/Johan Tallo)

Ekonomi

Harga Emas Perhiasan Terbaru, Cek Laku Emas Hari Ini

Minggu, 16 Agu 2026 - 19:00 WIB

Ketua DPRD Kota Sungai Penuh Hutri Randa mengikuti Apel Kehormatan dan Renungan Suci di TMP Semumu, Minggu (16/08/2026).

Sungai Penuh

Ketua DPRD Sungai Penuh Hadiri Renungan Suci Kemerdekaan

Minggu, 16 Agu 2026 - 17:00 WIB

Ketua DPRD Kota Sungai Penuh Hutri Randa menghadiri pengukuhan Paskibraka Kota Sungai Penuh Tahun 2026 di Gedung Nasional, Sabtu (15/8/2026).

Sungai Penuh

Hutri Randa Tekankan Disiplin kepada Paskibraka Sungai Penuh

Minggu, 16 Agu 2026 - 13:00 WIB