Rupiah Hari Ini Menguat, Pasar Tunggu Data Inflasi

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 9 September 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nilai tukar rupiah menguat 8 poin ke level Rp17.632 per dolar AS pada perdagangan Selasa (8/9/2026).(Foto : Bisnis/Himawan L. Nugraha)

Nilai tukar rupiah menguat 8 poin ke level Rp17.632 per dolar AS pada perdagangan Selasa (8/9/2026).(Foto : Bisnis/Himawan L. Nugraha)

Rupiah Menguat ke Rp17.632 per Dolar AS

Jakarta, Britakini.comNilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (8/9/2026). Rupiah naik 8 poin atau 0,05% dan menutup perdagangan di level Rp17.632 per dolar AS.

Penguatan rupiah mengikuti pergerakan sejumlah mata uang Asia. Meski begitu, pasar valuta asing Asia bergerak beragam. Investor masih mencermati kondisi ekonomi global dan perkembangan geopolitik.

Rupiah Menguat Bersama Mata Uang Asia

Sejumlah mata uang utama Asia menguat terhadap dolar AS. Yen Jepang mencatat kenaikan 0,22%. Dolar Taiwan juga naik 0,10%, sedangkan won Korea Selatan menguat 0,06%.

Sebaliknya, dolar Hong Kong dan dolar Singapura melemah. Kedua mata uang tersebut masing-masing turun 0,02% terhadap dolar AS.

Investor terus memantau sentimen global. Mereka juga menunggu sejumlah data ekonomi Amerika Serikat. Data tersebut dapat memengaruhi kebijakan moneter bank sentral AS atau The Fed.

Investor Menanti Data PPI dan CPI AS

Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan investor masih memperhatikan perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah.

Baca Juga :  Waspada Cuaca Ekstrem, BMKG Rilis Daftar Wilayah

Menurut Ibrahim, konflik tersebut dapat meningkatkan ketidakpastian di pasar keuangan. Kondisi ini juga membuat investor lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan.

Selain isu geopolitik, pasar menunggu data Indeks Harga Produsen (PPI) AS. Pemerintah AS akan merilis data tersebut pada Kamis.

Selanjutnya, investor akan mencermati data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS pada Jumat. Kedua data tersebut akan memberikan gambaran mengenai tekanan inflasi di Amerika Serikat.

Ibrahim menilai data inflasi dapat memengaruhi arah kebijakan The Fed. Jika inflasi naik lebih tinggi dari perkiraan, pasar dapat meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga.

Pasar saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed sekitar 60% pada pekan depan. Laporan nonfarm payrolls AS yang kuat pada pekan lalu turut mendorong ekspektasi tersebut.

Baca Juga :  Deposito BRI BNI Mandiri, Cek Bunga Terbaru Agustus

Cadangan Devisa Indonesia Bertambah

Dari dalam negeri, Bank Indonesia mencatat cadangan devisa Indonesia sebesar US$146,5 miliar pada akhir Agustus 2026.

Posisi tersebut meningkat dari US$145,3 miliar pada akhir Juli 2026. Dengan demikian, cadangan devisa Indonesia bertambah US$1,2 miliar dalam satu bulan.

Bank Indonesia menyebut beberapa faktor yang mendorong kenaikan tersebut. Penerimaan pajak dan jasa serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah ikut menopang cadangan devisa.

BI juga terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Kebijakan tersebut bertujuan menghadapi ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi.

Rupiah Berpotensi Melemah Besok

Untuk perdagangan Rabu (9/9/2026), Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak melemah.

Ia memproyeksikan rupiah berada dalam kisaran Rp17.630 hingga Rp17.670 per dolar AS.

Pergerakan rupiah akan bergantung pada sentimen global, data ekonomi AS, serta perkembangan geopolitik. Investor juga akan mencermati kebijakan The Fed untuk menentukan arah pasar valuta asing. (Ven*)

Berita Terkait

Goldman Sachs Ungkap Prospek Harga Emas hingga 2027
Harga Emas Antam Hari Ini Stabil, Cek Rinciannya
Harga Emas Antam dan Pegadaian Naik, Cek Harganya
Kurs Rupiah Tertekan, Ini Faktor yang Mempengaruhinya
Harga Emas Pegadaian 17 September 2026, Cek Lengkap
Mantan PMI Indonesia Raup Omzet Jutaan dari Bubur Cirebon
Harga Emas Antam Hari Ini Menguat, Cek Rinciannya
Rupiah Melemah ke Rp17.730 Jelang Keputusan The Fed
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 20:00 WIB

Goldman Sachs Ungkap Prospek Harga Emas hingga 2027

Minggu, 20 September 2026 - 18:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Stabil, Cek Rinciannya

Sabtu, 19 September 2026 - 17:00 WIB

Harga Emas Antam dan Pegadaian Naik, Cek Harganya

Kamis, 17 September 2026 - 13:00 WIB

Kurs Rupiah Tertekan, Ini Faktor yang Mempengaruhinya

Kamis, 17 September 2026 - 09:33 WIB

Harga Emas Pegadaian 17 September 2026, Cek Lengkap

Berita Terbaru

Daftar mobil hybrid terlaris di Indonesia sepanjang Januari-Agustus 2026 dengan Toyota Innova Zenix Hybrid sebagai model terlaris.(Foto: Muhammad Hafizh Gemilang/detik.com)

Teknologi

Daftar Mobil Hybrid Terlaris 2026, Toyota Masih Dominan

Minggu, 20 Sep 2026 - 22:00 WIB

Ilustrasi harga emas yang diproyeksikan Goldman Sachs mencapai US$5.400 per ons pada akhir 2027.(Foto : Dok. Freepik/kompas.com)

Ekonomi

Goldman Sachs Ungkap Prospek Harga Emas hingga 2027

Minggu, 20 Sep 2026 - 20:00 WIB

Harga emas Antam hari ini (20/9/2026) terpantau stabil di level Rp 2.638.000 per gram, sementara harga buyback bertahan di Rp 2.473.000 per gram di tengah fluktuasi pasar global. (Foto: Liputan6.com/Johan Tallo)

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Stabil, Cek Rinciannya

Minggu, 20 Sep 2026 - 18:00 WIB

BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 18-24 September 2026.(Foto : Ilustrasi Hujan.Nasmoco Dok/kompas.com)

Nasional

Potensi Hujan Lebat, BMKG Minta Warga Waspada

Sabtu, 19 Sep 2026 - 21:00 WIB

Bupati Kerinci Monadi membuka Festival Kopi Kerinci Tanah Surga 2026 di Lapangan M10 Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Sabtu (19/9/2026).

Kerinci

Festival Kopi Kerinci 2026 Dorong Ekonomi Masyarakat

Sabtu, 19 Sep 2026 - 21:00 WIB