Rupiah Fluktuatif Cenderung Melemah Dipicu Sentimen Global

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 29 April 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nilai tukar rupiah tertekan terhadap dolar AS akibat sentimen global dan penguatan indeks dolar

Nilai tukar rupiah tertekan terhadap dolar AS akibat sentimen global dan penguatan indeks dolar

Jakarta, Britakini.com — Pasar memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif, namun tetap cenderung melemah pada Rabu (29/4/2026). Karena itu, pelaku pasar memproyeksikan rupiah berada di kisaran Rp17.150–Rp17.300 per dolar AS.

Penutupan Perdagangan Sebelumnya

Berdasarkan data RTI Infokom, pasar menutup rupiah melemah 0,19% atau 32 poin ke Rp17.243 per dolar AS pada Selasa (28/4/2026). Sementara itu, indeks dolar AS menguat 0,26% ke level 98,65.

Tekanan dari Mata Uang Asia

Di kawasan Asia, pelaku pasar juga melemahkan sejumlah mata uang. Peso Filipina mencatat pelemahan terdalam sebesar 0,91%. Selain itu, baht Thailand turun 0,50%, rupee India 0,38%, dan dolar Singapura 0,16%.

Baca Juga :  PLN Sumbar Ada Promo Tambah Daya ,Hemat Hingga Jutaan

Selanjutnya, pasar menekan yuan China hingga melemah 0,14%, dolar Taiwan 0,22%, dan yen Jepang 0,16%. Namun demikian, sebagian mata uang justru menguat. Dolar Hong Kong naik 0,02%, sedangkan won Korea Selatan dan ringgit Malaysia masing-masing naik 0,01%.

Sentimen Global Menekan Rupiah

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai sentimen risk off mendorong tekanan terhadap rupiah. Kondisi ini muncul setelah prospek perdamaian di Timur Tengah kembali memburuk. Bahkan, laporan menunjukkan Donald Trump menolak proposal damai dari Iran.

Akibatnya, investor mengalihkan dana ke dolar AS sebagai aset safe haven. Dengan begitu, mata uang emerging markets, termasuk rupiah, ikut tertekan.

Baca Juga :  Rupiah Tertekan Dolar AS Naik Setelah Perry Warjiyo Mundur

Peran Bank Indonesia

Di sisi lain, pelaku pasar terus mencermati langkah Bank Indonesia. Bank sentral diperkirakan akan meningkatkan intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Selain itu, langkah ini bertujuan meredam volatilitas pasar.

Pergerakan Intraday

Seiring tekanan tersebut, rupiah terus melemah sepanjang perdagangan hari ini. Hingga pukul 13.32 WIB, pasar mencatat rupiah turun 0,47% ke Rp17.324 per dolar AS. Pada saat yang sama, indeks dolar naik 0,10% ke 98,74.

Sebelumnya, pada pukul 09.06 WIB, pasar membuka rupiah di Rp17.243 per dolar AS atau melemah 0,19%. Sementara itu, indeks dolar berada di level 98,64. (Ven*)

Berita Terkait

BCA Luncurkan Tabungan Emas, Investasi Mulai Rp10.000
Rupiah Tertekan, Ini Prediksi Dolar AS Hari Ini
Fatwa Muhammadiyah Soal Kripto, Investor Wajib Tahu
Rupiah Tertekan, Dolar AS Pulih, Investor Waspada
Harga Emas Antam Naik, Buyback Tembus Rp2,5 Juta
Rupiah Tertekan, Pasar Nantikan Inflasi AS dan MSCI
Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik Turun Lengkap
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp20.000 per Gram
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:00 WIB

BCA Luncurkan Tabungan Emas, Investasi Mulai Rp10.000

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Rupiah Tertekan, Ini Prediksi Dolar AS Hari Ini

Jumat, 14 Agustus 2026 - 01:00 WIB

Fatwa Muhammadiyah Soal Kripto, Investor Wajib Tahu

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Rupiah Tertekan, Dolar AS Pulih, Investor Waspada

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Rupiah Tertekan, Pasar Nantikan Inflasi AS dan MSCI

Berita Terbaru

BCA dan Pegadaian meluncurkan layanan Tabungan Emas melalui aplikasi dan situs web myBCA.(Foto : kompas.com/PEXELS/ZLATAKY.CZ)

Ekonomi

BCA Luncurkan Tabungan Emas, Investasi Mulai Rp10.000

Jumat, 14 Agu 2026 - 19:00 WIB

Rupiah diprediksi melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Jumat, 14 Agustus 2026.(Foto : Bisnis/Himawan L Nugraha)

Ekonomi

Rupiah Tertekan, Ini Prediksi Dolar AS Hari Ini

Jumat, 14 Agu 2026 - 09:00 WIB

Muhammadiyah menerbitkan fatwa tentang aset kripto.(Foto: Shutterstock/detik.com)

Ekonomi

Fatwa Muhammadiyah Soal Kripto, Investor Wajib Tahu

Jumat, 14 Agu 2026 - 01:00 WIB

Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan ekosistem Motor Listrik Nasional (Molinas) di fasilitas produksi Alva, Cikarang, Bekasi.(Foto : Eva/detikcom)

Nasional

Prabowo Dorong Industri Motor Listrik Nasional Indonesia

Kamis, 13 Agu 2026 - 23:00 WIB

Ilustrasi rupiah dan dolar AS saat nilai tukar rupiah mengalami pelemahan.( Foto : Ilustrasi AI )

Ekonomi

Rupiah Tertekan, Dolar AS Pulih, Investor Waspada

Kamis, 13 Agu 2026 - 13:00 WIB