Jakarta, Britakini.com – Pihak militer berhasil mencegat serangan rudal yang menargetkan negara Qatar. Ledakan sempat terdengar di kota Doha sebelum sistem pertahanan udara menghalau rudal tersebut.
Dilansir dari Al Jazeera dan Agence France-Presse pada Minggu (8/3/2026), sirene peringatan langsung meraung di Doha setelah ledakan terjadi. Suara sirene membuat warga meningkatkan kewaspadaan dan segera mencari tempat yang lebih aman di dalam rumah.
Militer Qatar Gagalkan Serangan Rudal
Kementerian Pertahanan Qatar menyatakan bahwa angkatan bersenjata mereka berhasil menggagalkan serangan rudal yang diarahkan ke wilayah negara tersebut. Militer Qatar mengaktifkan sistem pertahanan udara begitu mereka mendeteksi ancaman dari udara.
Petugas pertahanan kemudian melacak jalur rudal dan menembaknya sebelum mencapai target. Tindakan cepat tersebut membantu mencegah kerusakan yang lebih besar di wilayah ibu kota. Hingga saat ini, pihak berwenang belum melaporkan adanya korban jiwa maupun kerusakan besar akibat insiden tersebut.
Pemerintah Tingkatkan Status Keamanan
Kementerian Dalam Negeri Qatar segera mengirim peringatan darurat ke ponsel warga setelah insiden terjadi. Pemerintah juga meningkatkan tingkat ancaman keamanan dan meminta masyarakat untuk tetap berada di dalam ruangan hingga situasi benar-benar aman.
Selain itu, otoritas keamanan memperketat pengawasan di sejumlah fasilitas penting dan kawasan strategis di Doha. Aparat juga meningkatkan patroli di berbagai titik untuk memastikan keamanan tetap terjaga.
Pemerintah Qatar turut mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Otoritas meminta warga untuk mengikuti perkembangan situasi melalui saluran resmi pemerintah agar masyarakat tidak panik atau terpengaruh kabar yang menyesatkan.
Qatar dan Mesir Bahas Ketegangan Kawasan
Di tengah situasi yang semakin tegang, Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty.
Kedua pejabat tersebut membahas meningkatnya ketegangan militer di kawasan serta dampaknya terhadap keamanan dan stabilitas regional maupun internasional. Mereka menilai bahwa eskalasi konflik berpotensi memicu ketidakstabilan yang lebih luas jika berbagai pihak tidak segera menurunkan tensi.
Seruan Hentikan Eskalasi Konflik
Sheikh Mohammed mengecam keras serangan terhadap Qatar dan mendesak semua pihak untuk segera menghentikan eskalasi konflik. Ia juga mendorong negara-negara terkait untuk kembali ke meja perundingan guna mencari solusi damai.
Ia menegaskan bahwa dialog, kerja sama regional, dan diplomasi internasional merupakan langkah terbaik untuk menjaga stabilitas kawasan.
Sementara itu, Abdelatty juga menyerukan de-eskalasi dan mendorong semua pihak menyelesaikan konflik melalui jalur negosiasi. Ia menilai pendekatan diplomatik dapat mencegah kekacauan yang lebih luas di kawasan Timur Tengah serta menjaga stabilitas keamanan internasional.
(Ven*)









