Jakarta, Britakini.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan Rabu (28/10/2026). Pelemahan ini terjadi ketika bursa saham Asia justru menguat. Pada saat yang sama, nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah bergerak di kisaran Rp 18.149 hingga Rp 18.164. Tekanan jual membuat mayoritas sektor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak di zona merah.
Mengutip data RTI, IHSG membuka perdagangan dengan penurunan 0,32% ke level 5.249. Tekanan jual kemudian mendorong indeks turun lebih dalam. Pada pukul 09.02 WIB, IHSG melemah 1,2% ke level 5.202. Penurunan berlanjut hingga pukul 09.13 WIB, saat indeks terkoreksi 1,3% ke posisi 5.195.
Indeks LQ45 juga melemah 1,34% ke level 525,72. Pada awal perdagangan, seluruh indeks saham acuan mencatat penurunan.
Mayoritas Saham Melemah pada Awal Perdagangan
Tekanan jual mendominasi perdagangan saham pada awal sesi. IHSG sempat menyentuh level tertinggi 5.226,67 dan level terendah 5.190,30.
Data perdagangan menunjukkan 343 saham melemah, sedangkan 158 saham menguat. Sebanyak 162 saham lainnya mempertahankan harga sebelumnya.
Pelaku pasar mencatat 101.337 transaksi dengan volume perdagangan mencapai 2 miliar saham. Nilai transaksi pada awal perdagangan mencapai Rp 882,4 miliar. Sementara itu, kurs dolar AS terhadap rupiah menyentuh Rp 18.164.
Sektor Infrastruktur Catat Penurunan Terdalam
Tekanan jual menekan hampir seluruh sektor saham. Namun, sektor kesehatan berhasil bergerak melawan tren pasar dengan mencatat kenaikan 0,15%.
Sektor infrastruktur memimpin penurunan setelah melemah 2,17%. Sektor industri menyusul dengan koreksi 1,75%, sedangkan sektor konsumen nonsiklikal turun 1,19%.
Sektor energi juga melemah 0,99%. Sektor transportasi turun 0,89%, sementara sektor konsumen siklikal dan properti masing-masing terkoreksi 0,71%.
Di sektor keuangan, tekanan jual mendorong indeks sektor turun 0,51%. Sementara itu, sektor teknologi mencatat penurunan paling tipis di antara sektor yang melemah, yakni 0,13%.
Pergerakan Saham TPIA, BBCA, ANTM, dan BBNI
Sejumlah saham unggulan menunjukkan pergerakan berbeda ketika IHSG melemah. Saham BBCA dan ANTM berhasil mencatat kenaikan harga. Sebaliknya, saham BBNI bergerak melemah, sedangkan TPIA mempertahankan harga yang sama dengan penutupan sebelumnya.
TPIA Bertahan di Harga Rp 1.360
Saham TPIA bertahan di level Rp 1.360 per saham pada awal perdagangan. Saat membuka sesi, saham ini sempat menguat 30 poin hingga mencapai harga tersebut.
Sepanjang perdagangan awal, TPIA bergerak dalam rentang Rp 1.345 hingga Rp 1.420 per saham. Investor mencatat 3.641 transaksi dengan volume mencapai 368.115 saham.
Aktivitas tersebut menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp 51,1 miliar.
BBCA Menguat 0,61% ke Rp 4.940
Saham BBCA menguat 0,61% ke level Rp 4.940 per saham. Sejak pembukaan perdagangan, saham bank tersebut sudah menunjukkan penguatan sebesar 20 poin ke harga Rp 4.920.
Pada awal sesi, BBCA sempat menyentuh level tertinggi Rp 4.990 dan level terendah Rp 4.920 per saham.
Investor memperdagangkan 548.391 saham BBCA melalui 4.835 transaksi. Total nilai transaksi saham tersebut mencapai Rp 272,2 miliar.
ANTM Naik 1,08% ke Rp 2.800
Saham ANTM turut menguat ketika mayoritas saham bergerak melemah. Harga saham perusahaan tambang tersebut naik 1,08% ke level Rp 2.800 per saham.
Pada awal perdagangan, ANTM bertambah 10 poin dari harga penutupan sebelumnya hingga mencapai Rp 2.780. Selanjutnya, saham ini bergerak dalam rentang Rp 2.770 hingga Rp 2.830 per saham.
Data perdagangan mencatat 2.686 transaksi dengan volume mencapai 147.222 saham. Nilai transaksi ANTM tercatat sebesar Rp 41,3 miliar.
BBNI Turun 0,60% ke Rp 3.300
Berbeda dengan BBCA dan ANTM, saham BBNI melemah 0,60% ke level Rp 3.300 per saham. Saham bank tersebut membuka perdagangan pada harga Rp 3.310, sama dengan harga penutupan sebelumnya.
Selama perdagangan awal, BBNI bergerak pada rentang Rp 3.280 hingga Rp 3.330 per saham. Investor mencatat 1.498 transaksi dengan volume perdagangan mencapai 55.626 saham.
Total nilai transaksi BBNI mencapai Rp 18,4 miliar. (ven*)
Editor : Vendra
Sumber Berita: Liputan6.com









