Jakarta, Britakini.com – Pelaku pasar saham berpeluang menyaksikan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (30/10/2026). Sejumlah analis me Imprediksi IHSG akan mengalami rebound teknikal setelah mencatat penurunan tajam pada perdagangan sebelumnya.
BNI Sekuritas melaporkan IHSG mengalami koreksi sebesar 3,5%. Pada saat yang sama, investor asing mencatatkan aksi jual bersih senilai Rp1,52 triliun.
Investor asing melepas sejumlah saham berkapitalisasi besar. Saham tersebut meliputi BBCA, BBRI, BMRI, ANTM, dan TLKM.
Meski tekanan jual masih membayangi pasar, Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, melihat peluang penguatan IHSG dalam jangka pendek.
Fanny memperkirakan IHSG akan bergerak pada rentang support 5.050–5.080. Sementara itu, indeks berpotensi menguji resistance di level 5.120–5.180.
Kiwoom Sekuritas Ingatkan Risiko Penurunan IHSG
Berbeda dengan proyeksi rebound jangka pendek, Kiwoom Sekuritas Indonesia mengingatkan investor agar tetap mewaspadai tekanan pasar.
Melalui analisis teknikalnya, Kiwoom memperkirakan IHSG berpotensi menguji support terdekat di level 4.980 dan 4.907.
Jika indeks menembus kedua level tersebut, tekanan jual dapat mendorong IHSG melemah lebih dalam hingga menyentuh 4.456.
Namun, pasar masih memiliki peluang untuk bangkit. Apabila IHSG berhasil membangun momentum penguatan, indeks berpotensi menguji resistance secara bertahap di level 5.182, 5.249, dan 5.320.
Kiwoom Sekuritas mengimbau investor agar tidak terburu-buru mengambil posisi. Investor dapat memanfaatkan strategi buy on weakness secara selektif.
Selain itu, investor sebaiknya menunggu konfirmasi sinyal teknikal sebelum melakukan transaksi. Langkah ini dapat membantu mengurangi risiko ketika pasar bergerak tidak sesuai perkiraan.
6 Rekomendasi Saham BNI Sekuritas Hari Ini
Di tengah peluang pemulihan IHSG, BNI Sekuritas menyoroti enam saham yang berpotensi menarik perhatian investor pada Jumat (30/10/2026).
Fanny Suherman memasukkan saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR), dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dalam daftar rekomendasinya.
Berikut rincian area pembelian, batas kerugian, dan target harga keenam saham tersebut.
1. CUAN: Area Beli Rp390–Rp410
BNI Sekuritas memilih strategi Buy on Weakness untuk saham CUAN. Strategi ini memberikan kesempatan kepada investor untuk membeli saham ketika harganya mengalami pelemahan.
Investor dapat mengamati area pembelian di kisaran Rp390–Rp410. Selanjutnya, tetapkan batas cut loss jika harga turun di bawah Rp390.
Untuk target keuntungan, investor dapat membidik harga Rp426–Rp432.
2. ENRG: Target Harga Rp675–Rp705
Saham ENRG masuk dalam daftar rekomendasi Speculative Buy BNI Sekuritas.
Investor dapat mempertimbangkan pembelian pada kisaran Rp640–Rp665. Namun, investor perlu membatasi risiko dengan melakukan cut loss apabila harga turun di bawah Rp640.
Jika saham bergerak sesuai proyeksi, ENRG berpeluang mencapai target harga Rp675–Rp705.
3. TPIA: Potensi Target Rp1.410–Rp1.460
BNI Sekuritas merekomendasikan strategi Speculative Buy untuk saham TPIA.
Investor dapat memperhatikan area pembelian di kisaran Rp1.325–Rp1.350. Untuk menjaga risiko investasi, pasang batas cut loss di bawah Rp1.300.
Sementara itu, target harga terdekat saham TPIA berada pada rentang Rp1.410–Rp1.460.
4. CTRA: Area Pembelian Rp575
Saham CTRA juga memperoleh rekomendasi Speculative Buy dari BNI Sekuritas.
Investor dapat mempertimbangkan pembelian di sekitar harga Rp575. Namun, investor perlu segera membatasi risiko jika harga turun di bawah Rp570.
Adapun target harga terdekat CTRA berada pada kisaran Rp585–Rp595.
5. KETR: Target Harga Rp490–Rp500
BNI Sekuritas memasukkan saham KETR dalam daftar pilihan trading dengan strategi Speculative Buy.
Investor dapat mengamati peluang pembelian di sekitar Rp476. Untuk mengantisipasi penurunan harga, tetapkan cut loss di bawah Rp470.
Jika momentum penguatan berlanjut, saham KETR berpotensi mencapai target Rp490–Rp500.
6. HMSP: Potensi Penguatan ke Rp655–Rp675
Saham HMSP melengkapi enam rekomendasi trading BNI Sekuritas.
Investor dapat menerapkan strategi Speculative Buy pada area Rp635–Rp645. Selanjutnya, gunakan level di bawah Rp635 sebagai batas cut loss.
Apabila harga bergerak positif, investor dapat membidik target terdekat di kisaran Rp655–Rp675.
Investor Perlu Mengutamakan Manajemen Risiko
Peluang rebound IHSG memberikan kesempatan bagi investor untuk mencermati sejumlah saham pilihan. Namun, kondisi pasar yang masih berfluktuasi menuntut investor agar lebih disiplin dalam mengelola risiko.
Investor perlu memperhatikan pergerakan support dan resistance serta memantau aktivitas transaksi asing. Selain itu, investor sebaiknya menyesuaikan strategi pembelian dengan kondisi pasar dan kemampuan menanggung risiko.
Dengan demikian, investor tidak hanya mengejar potensi keuntungan, tetapi juga memiliki rencana untuk menghadapi kemungkinan penurunan harga.
Disclaimer: Seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor. Lakukan analisis fundamental dan teknikal sebelum membeli atau menjual saham. Britakini.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan maupun kerugian yang timbul akibat keputusan investasi pembaca. (ven*)
Editor : Vendra
Sumber Berita: Liputan6.com









