Jakarta, Britakini.com – Masyarakat dunia kembali memperingati Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day (IWD) pada 8 Maret 2026. Tahun ini, peringatan tersebut menyoroti pentingnya hak, keadilan, dan tindakan nyata bagi semua perempuan dan anak perempuan.
Mengutip situs resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa, momentum ini mengajak masyarakat global memperkuat dukungan terhadap kesetaraan gender serta perlindungan hak perempuan.
Sejarah Hari Perempuan Internasional
Banyak negara merayakan Hari Perempuan Internasional setiap tahun. Pada hari ini, masyarakat menghargai berbagai pencapaian perempuan di banyak bidang. Selain itu, perayaan ini tidak membedakan latar belakang nasional, etnis, bahasa, budaya, ekonomi, maupun politik.
Sejak awal kemunculannya, peringatan ini terus berkembang menjadi gerakan global. Karena itu, perempuan di negara maju maupun berkembang memanfaatkan momentum ini untuk memperjuangkan kesetaraan hak.
Selanjutnya, gerakan perempuan internasional semakin kuat setelah empat konferensi perempuan global yang digelar oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Konferensi tersebut mendorong dukungan global terhadap hak perempuan. Selain itu, forum ini juga memperluas partisipasi perempuan dalam bidang politik dan ekonomi.
PBB kemudian mengakui Hari Perempuan Internasional secara resmi pada 1977. Namun sebenarnya, gerakan ini sudah muncul lebih awal melalui aksi buruh pada awal abad ke-20 di Amerika Utara dan Eropa.
Selain itu, penetapan tanggal 8 Maret juga berkaitan dengan gerakan perempuan pada masa Revolusi Rusia. Peristiwa ini menjadi salah satu momen penting dalam sejarah perjuangan perempuan.
Tema Hari Perempuan Internasional 2026
Pada 8 Maret 2026, perempuan dan anak perempuan di seluruh dunia kembali menyuarakan tuntutan mereka. Mereka menuntut hak dan keadilan yang setara.
Saat ini, perempuan secara global hanya memiliki sekitar 64 persen hak hukum yang dimiliki laki-laki. Akibatnya, ketimpangan masih terjadi dalam banyak aspek kehidupan. Misalnya pekerjaan, keuangan, keamanan, keluarga, kepemilikan properti, mobilitas, bisnis, hingga pensiun.
Karena itu, Hari Perempuan Internasional 2026 mengusung tema “Rights. Justice. Action. For ALL Women and Girls.” Tema ini mengajak masyarakat dunia mengambil langkah nyata untuk menghapus berbagai hambatan menuju keadilan gender.
Di sisi lain, gerakan ini juga menyoroti sejumlah masalah. Di antaranya hukum yang diskriminatif, perlindungan hukum yang lemah, serta norma sosial yang merugikan perempuan dan anak perempuan.
Sementara itu, dunia akan berkumpul di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York. Pertemuan ini berlangsung dalam forum tahunan Commission on the Status of Women (CSW70). Forum tersebut menjadi pertemuan terbesar yang membahas kesetaraan gender dan hak perempuan.
Pada akhirnya, Hari Perempuan Internasional 2026 menegaskan satu pesan penting. Dunia harus terus memperjuangkan hak, keadilan, dan tindakan nyata bagi semua perempuan dan anak perempuan.
(Ven*)









