Dolar AS Menguat, Rupiah Masih Bertahan di Rp18.040

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 25 Oktober 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rupiah masih menghadapi tekanan akibat penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil US Treasury.

Rupiah masih menghadapi tekanan akibat penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil US Treasury.

Jakarta, Britakini.com – Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) masih menekan nilai tukar rupiah. Pada perdagangan Jumat (23/10/2026), rupiah berhasil mencatatkan penguatan tipis. Namun, mata uang Garuda masih bertahan di kisaran Rp18.000 per dolar AS.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa rupiah masih menghadapi tantangan di pasar keuangan. Investor terus mencermati perkembangan ekonomi global dan sentimen pasar domestik yang memengaruhi pergerakan mata uang.

Rupiah Menguat Tipis pada Penutupan Perdagangan

Data Refinitiv mencatat rupiah menguat 0,03% ke level Rp18.040 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat (23/10/2026). Sebelumnya, rupiah melemah 0,25% pada perdagangan Kamis (22/10/2026).

Meskipun mencatatkan penguatan, rupiah belum mampu melepaskan tekanan pasar. Pada saat yang sama, dolar AS masih menunjukkan kekuatan terhadap sejumlah mata uang utama dunia.

Indeks dolar AS atau US Dollar Index (DXY) naik 0,19% ke level 101,802 pada pukul 09.00 WIB. Indeks tersebut mengukur kekuatan dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia.

Kenaikan DXY menunjukkan bahwa dolar AS masih menarik minat investor. Kondisi ini turut meningkatkan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Baca Juga :  Onic Bangkit Dramatis Kalahkan Boostgate di M7

Yield US Treasury Perkuat Posisi Dolar AS

Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi Moneter Bank Indonesia (BI), Firman Mochtar, menjelaskan bahwa kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury ikut mendorong penguatan dolar AS.

Menurut Firman, imbal hasil US Treasury telah menembus level 5% dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan tersebut membuat investor semakin tertarik menempatkan dana mereka di pasar keuangan AS.

Investor cenderung memilih aset yang menawarkan imbal hasil menarik. Akibatnya, sebagian investor berpotensi mengalihkan modal dari negara berkembang ke Amerika Serikat.

Peralihan investasi tersebut dapat mengurangi aliran modal masuk ke Indonesia. Selain itu, investor membutuhkan dolar AS untuk membeli aset berdenominasi dolar. Permintaan yang meningkat kemudian memperkuat dolar AS dan menekan rupiah.

Firman juga menjelaskan bahwa penguatan DXY hingga menembus level 101 memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang. Rupiah ikut menghadapi dampak dari pergerakan tersebut.

Sentimen MSCI Ikut Menekan Rupiah

Selain faktor global, perkembangan pasar domestik juga memengaruhi pergerakan rupiah. Firman menilai pengumuman MSCI mengenai rencana pembahasan status pasar saham Indonesia sebagai Standalone Market turut menambah tekanan terhadap mata uang Garuda.

Baca Juga :  Rupiah Menguat, Investor Pantau The Fed dan Cadev

Pengumuman tersebut mendorong investor untuk mencermati prospek pasar saham Indonesia. Mereka juga mempertimbangkan kembali strategi investasi dan penempatan modal di pasar domestik.

Jika investor mengurangi kepemilikan aset Indonesia, pasar keuangan dapat menghadapi arus modal keluar. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan permintaan dolar AS dan memperbesar tekanan terhadap rupiah.

Arus Modal Keluar Jadi Tantangan Rupiah

Firman menegaskan bahwa tekanan global, arus modal keluar, dan sentimen domestik memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah. Ketiga faktor tersebut membuat rupiah menghadapi tantangan meskipun sempat menguat tipis pada akhir perdagangan Jumat.

Ke depan, investor akan mencermati pergerakan dolar AS, perkembangan imbal hasil US Treasury, dan kondisi pasar keuangan Indonesia. Perubahan pada faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi arah pergerakan rupiah.

Bank Indonesia dan pelaku pasar juga perlu memperhatikan dinamika aliran modal serta permintaan dolar AS. Kedua faktor tersebut berperan penting dalam menentukan stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian pasar global. (ven*)

Editor : Vendra

Sumber Berita: cnbcindonesia.com

Berita Terkait

Pertamina Perkuat Distribusi BBM, Simak Dampak bagi Konsumen
Update Harga Emas Pegadaian: Antam, UBS, Galeri 24
Saham WINR Naik 10%, Pengendali Tambah Free Float
Harga Emas Antam Turun, Simak Buyback dan Peluang Investasi
DSN MUI Siapkan Fatwa Kripto Syariah, Ini Kriterianya
IHSG Menguat 4,9%, Berikut 10 Saham Paling Cuan
Lukisan Iris Karya Monet Laku Rp1 Triliun
Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Antam UBS Kompak Turun
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Dolar AS Menguat, Rupiah Masih Bertahan di Rp18.040

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Pertamina Perkuat Distribusi BBM, Simak Dampak bagi Konsumen

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Update Harga Emas Pegadaian: Antam, UBS, Galeri 24

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Saham WINR Naik 10%, Pengendali Tambah Free Float

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:00 WIB

DSN MUI Siapkan Fatwa Kripto Syariah, Ini Kriterianya

Berita Terbaru

Rupiah masih menghadapi tekanan akibat penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil US Treasury.

Ekonomi

Dolar AS Menguat, Rupiah Masih Bertahan di Rp18.040

Minggu, 25 Okt 2026 - 23:00 WIB

Pertamina meningkatkan pasokan BBM, jam operasional SPBU, dan layanan tambahan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.(Foto : Dok.Pertamina)

Ekonomi

Pertamina Perkuat Distribusi BBM, Simak Dampak bagi Konsumen

Minggu, 25 Okt 2026 - 17:00 WIB

Harga emas Pegadaian pada Minggu, 25 Oktober 2026, dengan tiga jenis emas mengalami penurunan.(Foto : CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Ekonomi

Update Harga Emas Pegadaian: Antam, UBS, Galeri 24

Minggu, 25 Okt 2026 - 15:00 WIB

Wali Kota Alfin bersama Wakil Wali Kota Azhar Hamzah dan jajaran Pemkot Sungai Penuh mengikuti Goro Akbar bersama masyarakat.

Sungai Penuh

Wako Alfin Pimpin Goro Akbar Bersama Masyarakat Sungai Penuh

Minggu, 25 Okt 2026 - 14:00 WIB

Pengendali WINR menjual 19,25 juta saham untuk meningkatkan free float.(Foto : Ilustrasi IHSG (BAY ISMOYO/AFP)

Ekonomi

Saham WINR Naik 10%, Pengendali Tambah Free Float

Minggu, 25 Okt 2026 - 13:00 WIB