Tanggapan Aslori: Semua Proses Sudah Lewat Musyawarah Adat

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 9 Juli 2025 - 16:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

H. Aslori Ilham, Humas PLTA Kerinci. ( Foto inbrita)

H. Aslori Ilham, Humas PLTA Kerinci. ( Foto inbrita)

Britakini.com, Kerinci – Warga Desa Pulau Pandan dan Desa Karang Pandan, Kecamatan Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci kembali memanas dan melaku aksi demo, terkait pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kerinci Batang Merangin beberapa waktu lalu.

Dalam aksi tersebut warga menyuarakan keberatan mereka dan menuntut penghentian sementara proyek karena dianggap berdampak pada lingkungan serta mata pencaharian mereka.

Namun, di tengah aksi protes tersebut, pihak PLTA Kerinci menyoroti adanya indikasi keterlibatan oknum tertentu yang diduga memanfaatkan situasi untuk memperkeruh keadaan.

“Perusahaan sudah menjalankan kewajiban sesuai kesepakatan. Kompensasi sebesar Rp 5 juta per kepala keluarga telah dibayarkan kepada lebih dari 500 KK berdasarkan mufakat adat empat jenis, melibatkan pemerintah desa dan tokoh ulama,” tegas Humas PLTA Kerinci, H. Aslori Ilham, dalam keterangan pers pada Selasa, 8 Juli 2025.

Menurutnya, tuntutan kompensasi yang melebihi nilai kesepakatan menjadi sumber perbedaan yang kini dimanfaatkan pihak tak bertanggung jawab.

Baca Juga :  Pelaku Penganiayaan di Koto Keras Ditangkap Satreskrim Kerinci

Meski begitu, PLTA Kerinci menyatakan tetap terbuka untuk berdialog dan mengajak seluruh pihak menjaga kondusivitas selama masa pembangunan berlangsung.

“Kami memahami, dalam setiap proyek besar pasti ada dinamika. Namun, mari kita kedepankan semangat saling menghormati dan komitmen bersama. Proyek ini bersifat sementara. Setelah pembangunan selesai, aliran sungai akan kembali normal,” jelasnya.

Terkait kekhawatiran warga soal berkurangnya hasil tangkapan ikan, pihak perusahaan memastikan belum ditemukan gangguan ekologis signifikan di lokasi proyek.

“Sampai hari ini, tidak ada indikasi punahnya populasi ikan atau fenomena luar biasa lainnya. Kami terus memantau dampak lingkungan secara ketat,” imbuh Aslori.

PLTA Kerinci Batang Merangin merupakan proyek strategis nasional di sektor energi terbarukan. Mengandalkan potensi aliran deras Sungai Batang Merangin di kaki Bukit Barisan, proyek ini dirancang untuk memperkuat ketahanan energi wilayah Jambi dan sekitarnya.

Baca Juga :  Pemkot Apresiasi Polres Panen Raya Serentak Kuartal III

Tak hanya meningkatkan pasokan listrik, proyek ini juga menjadi bagian dari upaya transisi menuju energi bersih dan berkelanjutan. Dengan kapasitas ratusan megawatt, PLTA ini diharapkan memberikan kontribusi positif bagi daerah maupun nasional.

Namun demikian, tantangan sosial seperti kompensasi, pelibatan masyarakat, dan pengelolaan lingkungan tetap menjadi perhatian utama perusahaan.

“Kami berkomitmen menjaga komunikasi terbuka, menyerap aspirasi, dan memastikan hak-hak warga tetap terjaga. Proyek ini bukan hanya soal listrik, tapi tentang masa depan yang lebih hijau, adil, dan berkelanjutan,” tutup Aslori.

Pemerintah daerah, tokoh adat, dan aparat penegak hukum diharapkan aktif berperan dalam menjaga stabilitas situasi agar proses pembangunan tidak menimbulkan konflik yang berlarut. Hanya melalui sinergi seluruh elemen, manfaat proyek dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.(*)

Berita Terkait

Pegawai Rajo Sungai Penuh Telusuri Sejarah Tombak Pusaka
TNKS Minta Pendaki Gunung Kerinci Cegah Kebakaran Hutan
Kualitas Udara Kerinci Memburuk, DLH Minta Warga Waspada
PT KMH Salurkan CSR untuk Kenduri SKO Adat Desa Tamiai
Festival Kopi Kerinci 2026 Dorong Ekonomi Masyarakat
Wali Kota Alfin Dukung Festival Kopi Kerinci 2026
Ketua DPRD Hadiri Festival Kenduri Sko Tanjung Pauh
Ketua DPRD Hadiri Festival Kenduri Sko Tanjung Pauh
Berita ini 91 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Pegawai Rajo Sungai Penuh Telusuri Sejarah Tombak Pusaka

Rabu, 14 Oktober 2026 - 01:00 WIB

TNKS Minta Pendaki Gunung Kerinci Cegah Kebakaran Hutan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Kualitas Udara Kerinci Memburuk, DLH Minta Warga Waspada

Selasa, 29 September 2026 - 15:54 WIB

PT KMH Salurkan CSR untuk Kenduri SKO Adat Desa Tamiai

Sabtu, 19 September 2026 - 21:00 WIB

Festival Kopi Kerinci 2026 Dorong Ekonomi Masyarakat

Berita Terbaru

Harga emas batangan Antam naik Rp7.000 menjadi Rp2.572.000 per gram pada Sabtu, 17 Oktober 2026.(Foto : Liputan6.com/Johan Tallo)

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp7.000

Sabtu, 17 Okt 2026 - 13:00 WIB

Tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan meluas di Tahura Orang Kayo Hitam, Jambi.(Foto : Dok.Istimewa)

Jambi

Al Haris Perkuat Koordinasi Penanganan Karhutla di Jambi

Sabtu, 17 Okt 2026 - 03:00 WIB

Yamaha XSR900 2027 hadir dengan warna Neon White yang mengusung nuansa balap era 1990-an untuk pasar Eropa.(Foto : Paultan)

Teknologi

Yamaha XSR900 2027 Usung Warna Neon White Bergaya Retro

Sabtu, 17 Okt 2026 - 01:00 WIB

Yadea GT80 mengandalkan baterai ganda untuk mengejar jarak tempuh lebih dari 180 km dalam sekali pengisian daya.(Foto : Ist)

Teknologi

Yadea GT80 Diklaim Bisa Tempuh 190 Km, Ini Spesifikasinya

Jumat, 16 Okt 2026 - 23:00 WIB