Jakarta, Britakini.com – PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mempertahankan harga emas batangan pada perdagangan hari ini, Minggu (20/9/2026). Harga emas Antam tetap stabil di tengah pergerakan pasar global yang masih berfluktuasi.
Berdasarkan laman resmi Logam Mulia, Antam menjual emas seharga Rp2.638.000 per gram. Harga tersebut sama dengan harga pada perdagangan sehari sebelumnya.
Antam juga mempertahankan harga buyback atau pembelian kembali emas di level Rp2.473.000 per gram.
Selisih Harga Jual dan Buyback Emas Antam
Investor perlu memahami perbedaan harga jual dan buyback sebelum membeli emas. Perbedaan kedua harga tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan saat investor ingin menjual kembali emas.
Antam menetapkan harga buyback sebesar Rp2.473.000 per gram hari ini. Artinya, pemilik emas akan menerima harga tersebut ketika menjual kembali emasnya kepada Antam, sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, pembeli harus membayar harga jual resmi Antam saat membeli emas. Selisih antara harga jual dan buyback perlu diperhitungkan karena dapat memengaruhi hasil investasi.
Emas Antam Pernah Cetak Rekor Tertinggi
Harga emas Antam juga pernah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high) pada Kamis, 29 Januari 2026.
Pada saat itu, Antam menjual emas dengan harga Rp3.168.000 per gram. Harga buyback juga mencapai Rp2.989.000 per gram.
Pergerakan harga emas dapat berubah mengikuti kondisi pasar global. Karena itu, investor perlu memantau harga emas secara berkala sebelum melakukan transaksi.
Daftar Harga Emas Antam Minggu 20 September 2026
Berikut daftar harga emas Antam dari ukuran 0,5 gram hingga 1.000 gram:
- 0,5 gram: Rp1.369.000
- 1 gram: Rp2.638.000
- 2 gram: Rp5.216.000
- 3 gram: Rp7.799.000
- 5 gram: Rp12.965.000
- 10 gram: Rp25.875.000
- 25 gram: Rp64.562.000
- 50 gram: Rp129.045.000
- 100 gram: Rp258.012.000
- 250 gram: Rp644.765.000
- 500 gram: Rp1.289.320.000
- 1.000 gram: Rp2.578.600.000
Harga Emas Dunia Kembali Menguat
Emas dunia juga menunjukkan penguatan pada akhir pekan. Harga emas spot naik 0,3 persen menjadi US$4.352,39 per ons pada penutupan perdagangan Jumat, 18 September 2026.
Kenaikan tersebut membawa harga emas dunia ke level tertinggi dalam sepekan terakhir. Harga emas juga mencatat kenaikan mingguan pertama dalam sebulan, yaitu sebesar 0,2 persen.
Namun, harga emas berjangka bergerak berbeda. Harga kontrak berjangka emas turun 0,2 persen menjadi US$4.390,30 per ons.
Harga Minyak Brent Kembali Turun
Pergerakan harga minyak mentah Brent turut memengaruhi kondisi pasar global. Harga Brent turun selama tiga sesi perdagangan berturut-turut pada pekan ini.
Pulihnya pasokan minyak dari Arab Saudi membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan global. Kondisi tersebut juga mengurangi tekanan akibat konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Penurunan harga energi dapat mengurangi tekanan inflasi. Kondisi itu kemudian memberi ruang bagi perekonomian global untuk menjaga stabilitas.
Investor Tutup Posisi Short
Chris Gaffney, President of World Markets EverBank, mengatakan penurunan tekanan inflasi turut memengaruhi pergerakan investor di pasar logam mulia.
Sebagian investor sebelumnya mengambil posisi jual (short positions) untuk memanfaatkan peluang penurunan suku bunga Amerika Serikat. Ketika kondisi pasar berubah, investor tersebut mulai menutup posisi jual mereka.
Aksi tersebut ikut mendorong kenaikan harga emas dunia. Namun, penguatan dolar AS menahan laju kenaikan emas.
Dolar AS mencapai level tertinggi dalam tujuh minggu terakhir. Kondisi tersebut membuat harga emas dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.
Dengan kondisi tersebut, investor perlu mencermati harga emas, nilai tukar dolar AS, harga minyak, serta perkembangan ekonomi global sebelum melakukan transaksi. (Ven*)
Penulis : Vendra
Editor : Vendra
Sumber Berita: Liputan6.com









