Rupiah Melemah ke Rp17.730 Jelang Keputusan The Fed

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 16 September 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Jakarta, Britakini.comNilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada pembukaan perdagangan Rabu, 16 September 2026. Pasar kini menunggu keputusan suku bunga bank sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed).

Mengutip Antara, rupiah turun 36 poin atau 0,20 persen ke level Rp17.730 per dolar AS. Pada perdagangan sebelumnya, rupiah berada di level Rp17.694 per dolar AS.

Rupiah Tertekan Jelang Keputusan The Fed

Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, melihat tekanan terhadap rupiah masih berlanjut. Pelaku pasar kini mencermati hasil pertemuan kebijakan The Fed di Amerika Serikat.

Rully memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis points menjadi 4 persen.

“Pasar memperkirakan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis points menjadi 4 persen,” ujar Rully Nova, dikutip dari Antara.

Selain kebijakan The Fed, harga minyak juga memberikan tekanan terhadap rupiah. Harga minyak masih berada di sekitar US$105 per barel.

Kenaikan harga minyak dapat meningkatkan tekanan terhadap kondisi eksternal Indonesia. Pasar juga mencermati dampaknya terhadap nilai tukar rupiah.

Pasar Menanti Hasil Pertemuan FOMC

Mengutip Kantor Berita China Xinhua, Federal Open Market Committee (FOMC) memulai pertemuan kebijakan September pada Selasa, 15 September 2026. FOMC dijadwalkan mengakhiri pertemuan tersebut pada Rabu, 16 September 2026.

Pelaku pasar memberikan perhatian besar terhadap hasil pertemuan tersebut. Data inflasi AS yang tinggi dalam beberapa bulan terakhir ikut mendorong ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga The Fed.

Keputusan The Fed selanjutnya dapat memengaruhi pergerakan dolar AS dan mata uang negara lain, termasuk rupiah.

Baca Juga :  Kode Redeem Free Fire April 2026 Hadiah Gratis

Tekanan Eksternal Membayangi Rupiah

Dari dalam negeri, Bank Indonesia juga menghadapi sejumlah tekanan menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pekan depan.

Sikap The Fed, tren inflasi, dan kenaikan harga minyak menjadi beberapa faktor yang perlu dicermati Bank Indonesia.

Pemerintah juga menghadapi ruang fiskal yang semakin terbatas. Kondisi tersebut berkaitan dengan kenaikan harga minyak dunia yang berada di atas asumsi harga minyak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Asumsi harga minyak dalam APBN berada di sekitar US$70 per barel. Sementara itu, harga minyak dunia berada di sekitar US$105 per barel.

Dengan berbagai sentimen tersebut, analis memperkirakan rupiah bergerak pada kisaran Rp17.690 hingga Rp17.750 per dolar AS.

Rupiah Melemah pada Perdagangan 15 September

Rupiah juga melemah pada perdagangan Selasa, 15 September 2026. Ketidakpastian geopolitik di kawasan Asia Barat ikut memengaruhi sentimen pasar.

Mengutip Antara, rupiah turun 25 poin atau 0,14 persen ke level Rp17.694 per dolar AS. Pada perdagangan sebelumnya, rupiah berada di level Rp17.669 per dolar AS.

Bank Indonesia juga mencatat pelemahan rupiah melalui Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR). JISDOR turun ke level Rp17.687 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.635 per dolar AS.

Konflik Asia Barat Tekan Sentimen Pasar

Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuabi, mengatakan konflik geopolitik di Asia Barat turut menekan rupiah.

Ibrahim menyebut kelompok Houthi atau Ansarullah di Yaman kembali menyerang Arab Saudi pada Senin, 14 September 2026. Kelompok tersebut juga memperkuat posisi di sejumlah titik strategis sepanjang Laut Merah.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Naik, Buyback Jadi Rp2,45 Juta

Menurut Ibrahim, posisi tersebut dapat membuka peluang bagi kelompok Houthi untuk meningkatkan serangan terhadap kapal yang melintasi Selat Bab al-Mandab.

Situasi tersebut berpotensi mengganggu kelancaran pasokan minyak di kawasan. Gangguan pasokan kemudian dapat memengaruhi harga minyak dunia.

Pada pekan sebelumnya, Ansarullah Yaman juga mengganggu operasional pipa minyak lintas negara milik Riyadh.

Sejumlah analis memperkirakan gangguan tersebut dapat memengaruhi sekitar 4 hingga 5 persen pasokan minyak global.

Pembicaraan Selat Hormuz Mengalami Penundaan

Pasar juga mencermati penundaan pembicaraan mengenai Selat Hormuz antara Iran dan AS.

Pertemuan antara Oman, Iran, dan sejumlah negara Teluk untuk membahas pembukaan kembali Selat Hormuz juga mengalami penundaan.

Ibrahim mengatakan Presiden AS Donald Trump kembali menyampaikan klaim bahwa Iran sedang berupaya mencapai kesepakatan damai pada Senin, 14 September 2026.

Namun, Teheran membantah klaim tersebut. Iran menyatakan belum akan melakukan pembicaraan sebelum sejumlah persyaratan terpenuhi.

Salah satu tuntutan Iran berkaitan dengan kepatuhan AS terhadap ketentuan gencatan senjata pada Juni yang kini sudah tidak berlaku.

Inflasi AS Perkuat Ekspektasi Suku Bunga

Selain faktor geopolitik, data Consumer Price Index (CPI) AS pada Agustus 2026 turut memengaruhi pergerakan rupiah.

Kenaikan CPI membuat pelaku pasar meningkatkan ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga The Fed.

Sebelumnya, pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 59,4 persen. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi sekitar 89 persen.

Perkembangan inflasi AS dan keputusan The Fed selanjutnya akan menjadi perhatian pasar. Kedua faktor tersebut dapat memengaruhi arah pergerakan dolar AS dan rupiah. (Ven*)

Penulis : Vendra

Editor : Vendra

Sumber Berita: Liputan6.com

Berita Terkait

Harga Emas Antam dan Pegadaian Naik, Cek Harganya
Kurs Rupiah Tertekan, Ini Faktor yang Mempengaruhinya
Harga Emas Pegadaian 17 September 2026, Cek Lengkap
Mantan PMI Indonesia Raup Omzet Jutaan dari Bubur Cirebon
Harga Emas Antam Hari Ini Menguat, Cek Rinciannya
25 Beras Fortifikasi Bermasalah, Harga Capai Rp57.600
Harga Emas 24 Karat Hari Ini Turun, Cek Lengkap
Harga Emas Antam Turun, Buyback Jadi Rp2.437.000
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 17:00 WIB

Harga Emas Antam dan Pegadaian Naik, Cek Harganya

Kamis, 17 September 2026 - 09:33 WIB

Harga Emas Pegadaian 17 September 2026, Cek Lengkap

Rabu, 16 September 2026 - 23:00 WIB

Mantan PMI Indonesia Raup Omzet Jutaan dari Bubur Cirebon

Rabu, 16 September 2026 - 15:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Menguat, Cek Rinciannya

Rabu, 16 September 2026 - 13:00 WIB

Rupiah Melemah ke Rp17.730 Jelang Keputusan The Fed

Berita Terbaru

BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 18-24 September 2026.(Foto : Ilustrasi Hujan.Nasmoco Dok/kompas.com)

Nasional

Potensi Hujan Lebat, BMKG Minta Warga Waspada

Sabtu, 19 Sep 2026 - 21:00 WIB

Bupati Kerinci Monadi membuka Festival Kopi Kerinci Tanah Surga 2026 di Lapangan M10 Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Sabtu (19/9/2026).

Kerinci

Festival Kopi Kerinci 2026 Dorong Ekonomi Masyarakat

Sabtu, 19 Sep 2026 - 21:00 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Alfin menghadiri pembukaan Festival Kopi Kerinci Tanah Surga 2026 di Kayu Aro.(Foto : Diskominfosta Sungai Penuh)

Kerinci

Wali Kota Alfin Dukung Festival Kopi Kerinci 2026

Sabtu, 19 Sep 2026 - 17:00 WIB

Harga emas 24 karat di Antam, Pegadaian, dan Hartadinata Abadi mengalami kenaikan pada Sabtu, 19 September 2026.(Foto : Gambar by AI/liputan6.com)

Ekonomi

Harga Emas Antam dan Pegadaian Naik, Cek Harganya

Sabtu, 19 Sep 2026 - 17:00 WIB

Ketua DPRD Hutri Randa menyambut Pangdam XX/TIB di Makodim 0417/Kerinci.

Sungai Penuh

Hutri Randa Sambut Kunjungan Pangdam XX TIB Kerinci

Kamis, 17 Sep 2026 - 19:00 WIB