Jakarta, Britakini.com – Dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap rupiah pada pembukaan perdagangan Jumat (28/8/2026). Mata uang Paman Sam itu bergerak di sekitar level Rp 17.700.
Mengacu pada data Bloomberg, dolar AS turun 0,21% ke level Rp 17.707 pada awal perdagangan. Namun, dolar AS kemudian memangkas pelemahannya dalam beberapa menit berikutnya.
Pada pukul 09.10 WIB, dolar AS hanya turun 0,08% ke level Rp 17.729. Pergerakan tersebut menunjukkan pasar masih merespons berbagai sentimen ekonomi global.
Sehari sebelumnya, dolar AS justru menguat terhadap rupiah. Pada penutupan perdagangan Kamis (27/8), nilai tukar dolar AS berada di level Rp 17.744.
Dolar AS Melemah terhadap Euro
Selain rupiah, dolar AS juga bergerak beragam terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Pergerakan tersebut mencerminkan perubahan sentimen pelaku pasar di pasar valuta asing.
Dolar AS melemah tipis terhadap euro (EUR). Data perdagangan menunjukkan dolar AS turun 0,03% terhadap mata uang Eropa tersebut.
Dolar AS juga kehilangan nilai terhadap pound sterling (GBP). Mata uang AS itu melemah 0,01% terhadap pound sterling.
Selanjutnya, dolar AS turun 0,01% terhadap dolar Kanada (CAD). Penurunan tersebut masih tergolong tipis sehingga belum menunjukkan perubahan besar dalam pasar valuta asing.
Dolar AS Menguat terhadap Yen
Di sisi lain, dolar AS mampu menguat terhadap beberapa mata uang utama. Salah satunya adalah yen Jepang (JPY).
Dolar AS naik 0,03% terhadap yen Jepang pada perdagangan Jumat pagi. Penguatan serupa juga terjadi terhadap dolar Australia (AUD).
Data perdagangan mencatat dolar AS menguat 0,07% terhadap dolar Australia. Sementara itu, dolar AS naik 0,02% terhadap franc Swiss (CHF).
Investor Pantau Pergerakan Rupiah
Pergerakan tersebut membuat dolar AS menunjukkan kinerja yang beragam terhadap mata uang utama dunia. Terhadap rupiah, dolar AS masih bergerak di kisaran Rp 17.700 pada perdagangan Jumat pagi.
Investor kini mencermati berbagai perkembangan ekonomi global yang dapat memengaruhi pasar valuta asing. Pelaku pasar juga menunggu sentimen baru yang berpotensi mengubah arah pergerakan dolar AS dan rupiah sepanjang perdagangan hari ini.
Perubahan nilai tukar dapat memengaruhi berbagai aktivitas ekonomi, termasuk perdagangan internasional, investasi, serta biaya impor. Karena itu, investor dan pelaku usaha perlu memantau pergerakan kurs secara berkala. (Ven*)
Penulis : Vendra
Editor : vendra
Sumber Berita: detik.com









