Jakarta, Britakini.com — World Gold Council (WGC) mencatat permintaan emas tetap bertahan sepanjang kuartal kedua 2026. Permintaan investasi yang stabil, lonjakan pembelian bank sentral, dan kekuatan pasar Asia berhasil menutup pelemahan konsumsi perhiasan serta arus keluar ETF.
Mengutip Kitco News pada Jumat (31/7/2026), WGC melalui laporan Gold Demand Trends menegaskan bahwa investasi emas fisik masih menunjukkan kekuatan tinggi.
Permintaan Emas Tetap Stabil
Sepanjang kuartal kedua 2026, pasar global mencatat permintaan emas batangan dan koin sebesar 307 ton. Angka ini relatif stabil dibandingkan periode yang sama tahun lalu, meski lebih rendah dari tren pembelian pada kuartal pertama.
Tekanan Pasar dan Dampak Suku Bunga
Saat ini, pasar emas menghadapi tekanan jual yang signifikan. Konflik di Iran memicu krisis energi global, meningkatkan kekhawatiran inflasi, dan mendorong bank sentral memperketat kebijakan moneter.
Ekspektasi kenaikan suku bunga turut mendorong imbal hasil obligasi naik. Kondisi ini meningkatkan biaya peluang bagi investor untuk memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Dominasi China di Pasar Ritel
Di tengah tekanan tersebut, China tetap memimpin pasar investasi emas ritel global. Permintaan emas batangan dan koin di China mencapai 107 ton pada kuartal kedua dan 314 ton sepanjang semester pertama 2026. Capaian ini menjadi rekor terkuat dalam sejarah pasar emas negara tersebut.
Analis WGC melihat investor mulai bersikap lebih hati-hati saat menghadapi koreksi harga dan fase konsolidasi. Meski demikian, investor tetap memanfaatkan penurunan harga untuk membeli emas dan terus menempatkannya sebagai aset strategis.
Lonjakan Pembelian Bank Sentral
Bank-bank sentral global terus meningkatkan pembelian emas. Sepanjang kuartal kedua 2026, mereka mengakumulasi 289 ton emas, melonjak lebih dari lima kali lipat dibandingkan kuartal pertama yang hanya mencapai 57 ton.
Polandia memimpin sebagai pembeli terbesar dengan tambahan 51 ton. Sementara itu, bank sentral China menambah 33 ton cadangan emas, mencatat pembelian triwulanan terbesar sejak akhir 2023.
Prospek Cadangan Emas Global
WGC juga menyoroti hasil Survei Cadangan Emas Bank Sentral terbaru. Sebanyak 89% responden memperkirakan cadangan emas global akan meningkat dalam satu tahun ke depan, sementara 45% berencana menambah kepemilikan emas mereka.
Analis WGC menilai permintaan emas dari bank sentral akan terus berlanjut meski tidak merata. Secara keseluruhan, sentimen bank sentral terhadap emas tetap sangat kuat.
Outlook Paruh Kedua 2026
WGC memproyeksikan permintaan investasi akan menjadi penggerak utama pasar emas hingga paruh kedua 2026. Investor Asia dan transaksi over-the-counter (OTC) akan memainkan peran yang semakin besar.
Selain itu, aliran ETF emas akan tetap sensitif terhadap pergerakan imbal hasil riil, arah kebijakan moneter, dan kekuatan dolar AS. (Ven*)









