Jakarta, Britakini.com — Pelaku pasar kembali mendorong harga emas dunia naik pada perdagangan kemarin. Logam mulia ini mencatat kenaikan selama dua hari berturut-turut, meski penguatannya masih terbatas.
Kenaikan Tipis dalam Dua Hari
Pada Senin (27/7/2026), pelaku pasar mengangkat harga emas spot ke level US$ 4.072,8 per troy ons. Angka ini naik 0,51% dibandingkan penutupan akhir pekan lalu. Dalam dua hari terakhir, pasar telah mendorong harga emas naik sekitar 0,57% secara point-to-point.
Sentimen Geopolitik Dorong Harga
Perkembangan geopolitik di Timur Tengah memberi sentimen positif bagi pasar. Bloomberg News melaporkan bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran berpeluang kembali membuka jalur perundingan.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pemerintah AS sedang menjajaki komunikasi diplomatik dengan Iran untuk meredakan konflik. Ia menegaskan bahwa peluang tercapainya kesepakatan masih terbuka. Trump juga menilai tekanan dari AS mendorong Iran bersedia kembali berdialog.
Di sisi lain, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menyampaikan bahwa mediator kemungkinan akan membawa pesan dari AS. Namun, hingga saat ini, kedua negara belum memulai pembicaraan resmi.
Harga Minyak Anjlok, Tekan Inflasi
Harapan meredanya konflik langsung menekan harga energi. Pelaku pasar menjual minyak mentah jenis Brent hingga harganya turun 10,54% ke level US$ 88,12 per barel.
Penurunan harga energi membantu meredam tekanan inflasi global. Jika inflasi terkendali, bank sentral tidak perlu terlalu agresif menaikkan suku bunga.
Kondisi ini memengaruhi daya tarik emas. Karena emas tidak memberikan imbal hasil, investor cenderung mengalihkan dana ke instrumen berbunga saat suku bunga tinggi.
Analisis Teknikal
Pada perdagangan hari ini, Selasa (28/7/2026), pelaku pasar masih membayangi pergerakan harga emas dengan tekanan.
Secara teknikal dalam time frame harian, indikator Relative Strength Index (RSI) 14 hari menunjukkan angka 47. Level ini menandakan pasar masih berada dalam kecenderungan bearish, meski belum kuat karena posisinya dekat dengan level netral 50.
Sementara itu, indikator Stochastic RSI menunjukkan angka 73, yang menandakan pelaku pasar masih cukup aktif melakukan aksi beli.
Proyeksi Pergerakan Hari Ini
Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar berpotensi mendorong harga emas turun dalam jangka pendek. Level support terdekat berada di US$ 4.054 per troy ons, yang juga menjadi Moving Average (MA) 10.
Namun, peluang kenaikan masih terbuka. Jika momentum bullish berlanjut, pelaku pasar dapat mendorong harga emas menguji level resistance di US$ 4.086 per troy ons.
Jika harga berhasil menembus pivot point di US$ 4.092 per troy ons, pelaku pasar berpeluang membawa emas naik ke kisaran resistance berikutnya di US$ 4.102 hingga US$ 4.115 per troy ons. (Ven*)









