Jakarta, Britakini.com — Lebih dari 1.000 pencari kerja memadati sesi wawancara terbuka di Malaka, Malaysia, setelah perusahaan menawarkan gaji awal 3.500 ringgit atau sekitar Rp15 juta per bulan (kurs Rp4.306). Antusiasme tinggi para pelamar langsung memicu antrean panjang hingga hampir 2 kilometer.
Antrean Panjang Akibat Gaji Kompetitif
Perusahaan semikonduktor asal Jerman, Infineon Technologies, menggelar wawancara terbuka tersebut di sebuah hotel di negara bagian Malaka pada Minggu (14/6). Perusahaan menyediakan sekitar 500 lowongan untuk posisi operator produksi dan teknisi dengan gaji awal 3.500 ringgit per bulan atau sekitar US$1.100.
Para pelamar menunjukkan antusiasme besar dengan datang sejak pukul 05.00 pagi waktu setempat. Mereka berusaha mendapatkan kesempatan lebih awal agar bisa mengikuti proses seleksi. Banyak pelamar rela mengantre berjam-jam demi mengikuti wawancara secara langsung.
Antrean Mengular Picu Kekhawatiran
Foto dan video yang beredar di media sosial menunjukkan antrean panjang yang membentang dari lokasi wawancara hingga ke jalan raya utama. Kepadatan tersebut memicu kekhawatiran terkait keselamatan para pelamar karena area publik menjadi sangat ramai.
Melihat lonjakan pelamar, pihak Infineon segera mengambil langkah cepat. Perusahaan membagikan kode QR sekitar pukul 10.00 pagi agar pelamar bisa mengunggah resume secara daring. Perusahaan juga meminta pelamar pulang dan menunggu informasi lanjutan. Meski demikian, banyak pelamar tetap bertahan di lokasi meskipun harus menghadapi cuaca panas dan lembap.
Pejabat Daerah Turun Tangan
Peristiwa ini menarik perhatian pejabat daerah. Ketua Menteri Melaka, Ab Rauf Yusoh, bersama Wali Kota Melaka, Shadan Othman, langsung mendatangi lokasi. Mereka membagikan makanan dan minuman kepada para pelamar untuk membantu meringankan kondisi mereka.
Shadan Othman juga menemui manajemen Infineon untuk meminta penjelasan. Ia mendorong perusahaan agar memastikan keselamatan dan kenyamanan seluruh pelamar selama proses rekrutmen berlangsung.
Bukan Karena Tingginya Pengangguran
Anggota dewan eksekutif Malaka, Ngwe Hee Sem, menegaskan bahwa lonjakan jumlah pelamar tidak menunjukkan tingginya angka pengangguran. Ia menyebut tingkat pengangguran di Melaka hanya sekitar 2 persen dan termasuk rendah di Malaysia.
Ngwe menjelaskan bahwa tawaran gaji kompetitif menjadi faktor utama yang menarik minat pencari kerja. Ia menilai besarnya jumlah pelamar terjadi karena daya tarik peluang kerja yang baik, bukan karena lemahnya kondisi pasar tenaga kerja di wilayah tersebut. (Ven*)









