Jakarta, Britakini.com — Sejumlah produsen kini menghadirkan HP Android terbaru dengan desain belakang yang menyerupai iPhone, khususnya iPhone 17 Pro Max. Tren ini pun semakin terlihat jelas, terutama ketika mereka menonjolkan modul kamera berukuran besar sebagai elemen utama yang langsung menarik perhatian.
Selain itu, para produsen juga sengaja merancang modul kamera dengan ukuran lebih dominan agar tampilan ponsel terlihat premium. Dengan demikian, kesan visual yang muncul menjadi semakin kuat dan mudah dikenali. Tak hanya itu, pendekatan desain tersebut sekaligus mempertegas arah tren industri smartphone yang saat ini mengedepankan estetika minimalis namun mencolok.
Para produsen membentuk modul kamera dalam desain persegi dengan sudut membulat. Mereka lalu menyusun lensa berbentuk bulat menyerupai “boba” dalam pola tertentu. Pendekatan ini membuat tampilan ponsel Android terlihat semakin mirip dengan lini iPhone terbaru.
Produsen tidak membatasi desain tersebut pada satu segmen harga. Mereka menerapkannya pada ponsel entry-level, kelas menengah, hingga flagship.
Daftar HP Android dengan Modul Kamera Mirip iPhone
Berikut sejumlah model yang mengadopsi desain tersebut.
1. Tecno Spark 40
Membekali Spark 40 dengan modul kamera persegi panjang besar yang hampir menutup sepertiga bodi belakang. Tecno menyusun tiga lingkaran lensa dalam pola segitiga untuk menciptakan tampilan ala iPhone 17 Pro dan 17 Pro Max.
Tecno juga menggunakan panel belakang polos tanpa ornamen agar kesan minimalis semakin kuat. Di Indonesia, Tecno menjual ponsel ini mulai Rp 1,8 juta dengan pilihan warna Ink Black, Titanium Grey, dan Veil White.
2. Infinix Note 60 Pro
Merancang Note 60 Pro dengan modul kamera besar di bagian atas belakang perangkat. Modul tersebut memuat kamera utama 50 MP dan kamera ultrawide 8 MP.
Infinix melengkapi perangkat ini dengan fitur Active Matrix Display berupa lampu dot matriks interaktif. Fitur ini dapat menampilkan jam, notifikasi, panggilan masuk, hitung mundur, hingga animasi hewan peliharaan. Di Indonesia, Infinix memasarkan ponsel ini mulai Rp 5,4 jutaan dengan lima varian warna.
3. Infinix Note 60
Mempertahankan bahasa desain yang sama pada Note 60. Mereka tetap menggunakan modul kamera besar yang menonjol di bagian atas belakang.
Infinix tidak menyematkan fitur Active Matrix Display pada model ini. Meski begitu, desainnya tetap menghadirkan kesan visual yang mirip dengan iPhone 17 Pro Max. Infinix menjualnya di Indonesia mulai Rp 4 jutaan.
4. Poco F8 Series
Merancang F8 Series dengan modul kamera persegi besar yang mendominasi bagian belakang. Poco menyusun lensa dalam tata letak yang mengingatkan pada iPhone 17 Pro Max.
Sebagai pembeda, Poco menambahkan tulisan “Bose” di samping lensa. Di Indonesia, Poco memasarkan varian Pro mulai Rp 8,5 jutaan dan varian Ultra mulai Rp 11,5 jutaan.
5. Honor Power 2
Mengusung modul kamera persegi panjang pada Power 2. Mereka menata lingkaran lensa dalam pola segitiga sehingga terlihat seperti tiga kamera.
Namun, Honor sebenarnya hanya menyematkan dua kamera belakang pada perangkat ini. Honor meluncurkan ponsel ini di China dengan harga mulai 2.699 yuan atau sekitar Rp 6,4 juta.
6. Nubia V80 Design
Mendesain V80 Design dengan modul kamera persegi panjang yang memuat tiga lingkaran lensa tersusun zig-zag. Nubia menggunakan salah satu lingkaran tersebut hanya sebagai elemen dekoratif, bukan kamera aktif.
Nubia memasarkan perangkat ini di Malaysia seharga 570 ringgit untuk varian 8/256 GB dan di Filipina mulai 5.800 PHP untuk varian 4/256 GB.
7. Xiaomi 17 Pro Max
Menghadirkan 17 Pro Max dengan modul kamera besar yang hampir menutup sepertiga bagian belakang. bahkan menambahkan layar mini di dalam modul tersebut untuk memperkuat kesan futuristis.
Xiaomi menyematkan dua kamera vertikal, satu kamera ultrawide, serta lampu LED flash berlabel Leica sebagai penanda kerja sama dengan produsen kamera asal Jerman. Xiaomi memasarkan perangkat ini di China mulai 5.999 yuan atau sekitar Rp 14,6 juta.
Tren Desain yang Semakin Luas
Produsen Android kini aktif mengadopsi modul kamera besar dan menonjol untuk menciptakan kesan premium. Mereka menerapkan desain tersebut di berbagai kelas harga agar lebih banyak konsumen dapat merasakan tampilan ala iPhone tanpa harus membeli perangkat Apple.
(VVR*)









