Jakarta, Britakini.com — Pasangan ganda putra Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin ingin tampil tanpa beban saat menghadapi semifinal All England 2026, meski kini mereka menjadi satu-satunya harapan Indonesia di turnamen tersebut.
Sejak awal, Indonesia menurunkan 13 wakil utama dan satu wakil tambahan di turnamen bulutangkis tertua di dunia itu yang berlangsung pada 3–8 Maret 2026. Dari jumlah tersebut, tiga wakil berasal dari luar Pelatnas, sedangkan empat lainnya menjalani debut di ajang bergengsi tersebut.
Wakil Indonesia Berguguran
Setelah empat hari pertandingan berjalan, satu per satu wakil Indonesia harus menghentikan langkahnya. Beberapa pasangan gagal melanjutkan perjuangan mereka di babak-babak awal.
Salah satu pasangan yang tersingkir ialah Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, yang sebelumnya menjadi andalan Indonesia untuk meraih gelar.
Keduanya tersingkir setelah menghadapi sesama wakil Indonesia. Dalam pertandingan babak 16 besar, Raymond/Nikolaus berhasil mengalahkan Fajar/Fikri dengan skor 21-8, 14-21, 16-21.
Raymond/Nikolaus Jadi Harapan Terakhir
Kemenangan tersebut membawa Raymond/Nikolaus melangkah ke babak berikutnya bersama lima wakil Indonesia lainnya. Namun, para wakil Merah Putih tersebut akhirnya berguguran satu per satu di babak selanjutnya.
Sebaliknya, pasangan yang juga menjuarai Australia Open 2025 itu justru terus melaju. Mereka kembali meraih kemenangan dan memastikan tempat di semifinal.
Situasi ini membuat Indonesia kini hanya menyisakan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di babak empat besar All England 2026.
Tak Ingin Terbebani
Raymond mengakui status sebagai satu-satunya wakil Indonesia di semifinal tentu menghadirkan tekanan. Meski begitu, ia menegaskan bahwa dirinya dan Joaquin ingin tetap bermain lepas.
“Tekanan sebagai satu-satunya wakil Indonesia di semifinal All England pasti ada. Namun, kami tidak ingin menjadikannya sebagai beban,” kata Raymond dalam keterangan resmi federasi, Sabtu (7/3/2026).
Taufik Minta Atlet Tetap Percaya Diri
Sementara itu, Wakil Ketua Umum I Taufik Hidayat yang juga menjabat di Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia meminta para atlet Indonesia tidak gentar menghadapi lawan dengan peringkat lebih tinggi.
Menurut Taufik, situasi tersebut justru bisa menjadi kesempatan bagi para pemain muda untuk menguji kemampuan sekaligus menambah pengalaman di level dunia.
“Saya berpesan agar mereka tetap percaya diri, bermain berani, dan menikmati setiap pertandingan. Jangan terlalu memikirkan siapa lawannya atau ranking yang dimiliki,” ujar Taufik.
Ia juga meminta para pemain fokus pada permainan sendiri dan mengeluarkan kemampuan terbaik di lapangan.
“Dengan mental seperti itu, saya yakin mereka bisa memberikan perlawanan terbaik sekaligus terus berkembang ke depannya,” kata Taufik.
(Ven*)









