Prediksi Rupiah Pekan Ini, Investor Waspadai Tekanan Global

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 2 November 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rupiah melemah ke level Rp18.149 per dolar AS di tengah tekanan pasar global.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Rupiah melemah ke level Rp18.149 per dolar AS di tengah tekanan pasar global.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Jakarta, Britakini.com – Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Senin (2/11/2026). Pelaku pasar kini menunggu sejumlah data ekonomi domestik yang dapat memengaruhi pergerakan mata uang Garuda.

Mengutip Antara, rupiah kehilangan dua poin atau 0,01 persen pada awal perdagangan. Posisi rupiah turun dari Rp18.147 menjadi Rp18.149 per dolar AS.

Analis Doo Financial, Lukman Leong, memperkirakan rupiah akan bergerak stabil pada awal perdagangan. Ia menilai investor masih menunggu pengumuman sejumlah indikator ekonomi Indonesia pada siang hari.

“Rupiah diperkirakan dibuka datar, dengan investor menantikan serentetan data ekonomi domestik siang ini, di antaranya inflasi dan perdagangan,” ujar Lukman Leong.

Pelaku pasar memperkirakan inflasi Indonesia meningkat tipis dari 3,28 persen menjadi 3,3 persen. Sementara itu, mereka memprediksi neraca perdagangan mencatat surplus sebesar US$1,9 miliar.

Harga Minyak Dunia Ikut Memengaruhi Rupiah

Selain data ekonomi domestik, investor juga memperhatikan pergerakan harga minyak dunia. Harga minyak mengalami penurunan setelah muncul harapan perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Mengutip Sputnik, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menyampaikan sikap Teheran mengenai peluang perundingan dengan Washington pada Sabtu (31/10/2026).

Rezaei menyebut Iran hanya bersedia berunding jika Washington menerima tujuh syarat yang diajukan Teheran. Syarat tersebut berbeda dari ketentuan dalam nota kesepahaman Islamabad.

Selain itu, Rezaei menegaskan bahwa Iran harus memberikan hukuman kepada Amerika Serikat. Ia menilai sikap tegas tersebut penting agar negara lain tidak menganggap mereka bebas melancarkan serangan militer serupa terhadap Iran.

Meski demikian, peluang perundingan belum menghilangkan ketidakpastian geopolitik. Investor masih mencermati perkembangan hubungan kedua negara karena situasi tersebut dapat memengaruhi pasar keuangan global.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Naik, Buyback Tembus Rp2,5 Juta

Investor Asing Jual Saham, Rupiah Tertekan

Dari dalam negeri, aksi jual investor asing turut menekan pergerakan rupiah. Aktivitas tersebut memperlihatkan bahwa pelaku pasar masih menghadapi sentimen domestik yang kurang kuat.

Lukman mengungkapkan bahwa investor asing membukukan penjualan bersih atau net sell sekitar Rp3 triliun di seluruh pasar selama sepekan terakhir.

“Sepekan lalu, asing net sell Rp3 triliun all market,” ujarnya.

Pada saat yang sama, sejumlah mata uang Asia juga melemah terhadap dolar AS saat membuka perdagangan. Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan pasar turut memengaruhi mata uang negara lain di kawasan.

Berdasarkan berbagai sentimen tersebut, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp18.100 hingga Rp18.200 per dolar AS.

Ibrahim Proyeksikan Rupiah di Kisaran Rp18.000-Rp18.320

Sebelumnya, pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Indonesia, Ibrahim Assuaibi, juga memperkirakan rupiah masih menghadapi tekanan pada perdagangan pekan ini.

Ibrahim memproyeksikan nilai tukar rupiah bergerak dalam rentang Rp18.000 hingga Rp18.320 per dolar AS.

“Rupiah diprediksi dalam perdagangan minggu depan di rentang Rp18.000-Rp18.320,” kata Ibrahim dalam keterangannya pada Minggu (1/11/2026).

Pada Jumat (30/10/2026), rupiah mengakhiri perdagangan dengan pelemahan 10 poin. Mata uang Garuda berada di level Rp18.147 per dolar AS, turun dari posisi penutupan sebelumnya sebesar Rp18.137 per dolar AS.

Sebelum menutup perdagangan di zona merah, rupiah sempat menguat 35 poin. Namun, tekanan pasar kembali meningkat sehingga rupiah gagal mempertahankan penguatan tersebut hingga akhir perdagangan.

Ibrahim menilai ketegangan geopolitik menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan rupiah pada akhir pekan lalu.

Baca Juga :  Harga Perak Antam 26 Oktober 2026, Cek Harga Terbaru

Ketegangan AS-Iran Picu Kekhawatiran Investor

Selain faktor ekonomi, perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran juga memengaruhi sentimen pasar keuangan.

The Wall Street Journal melaporkan bahwa Kepala Komando Pusat AS, Laksamana Brad Cooper, telah memaparkan sejumlah opsi militer terhadap Iran kepada Presiden Donald Trump.

Cooper menyampaikan berbagai opsi tersebut dalam pertemuan di Gedung Putih pada Kamis. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dan sejumlah pejabat senior lainnya juga menghadiri pertemuan tersebut.

Menurut laporan itu, para pejabat membahas kelanjutan blokade Amerika Serikat terhadap Iran. Mereka juga mempertimbangkan kemungkinan melanjutkan operasi tempur berskala besar.

Trump bahkan mengisyaratkan kemungkinan melancarkan serangan baru setelah pemilihan paruh waktu Amerika Serikat pada 3 November.

Perkembangan tersebut meningkatkan kekhawatiran investor terhadap situasi geopolitik. Akibatnya, pelaku pasar cenderung lebih berhati-hati dalam menentukan strategi investasi.

Pelaku Pasar Pantau Pergerakan Rupiah

Ke depan, investor akan terus memperhatikan sejumlah faktor yang dapat memengaruhi nilai tukar rupiah. Data inflasi dan neraca perdagangan menjadi perhatian utama dari dalam negeri.

Sementara itu, perkembangan konflik Amerika Serikat dan Iran serta perubahan harga minyak dunia turut memengaruhi sentimen eksternal.

Aksi jual investor asing di pasar saham juga perlu mendapat perhatian karena dapat memperbesar tekanan terhadap pasar keuangan domestik.

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, rupiah berpeluang bergerak dalam kisaran Rp18.100 hingga Rp18.200 per dolar AS menurut Lukman Leong. Adapun Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah berada dalam rentang Rp18.000 hingga Rp18.320 per dolar AS pada perdagangan pekan ini. (ven*)

Editor : Vendra

Sumber Berita: Liputan6.com

Berita Terkait

Harga Emas Antam Tertinggi, Galeri24 dan UBS Menguat
Harga Perak Antam Menguat, Investor Pantau Pasar Global
Analis Pesimistis, Harga Emas Berpotensi Turun Pekan Ini
Harga Emas Hari Ini Anjlok, Cek Harga Perhiasan
Antam, UBS, Galeri24 Kompak Turun, Ini Daftarnya
Update Harga BBM Hari Ini, Pertamax hingga Diesel
Pasar Obligasi Bergejolak, Ini Strategi Investasi yang Tepat
Rupiah Diprediksi Tembus Rp 18.320 per Dolar AS Pekan Depan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 15:00 WIB

Harga Emas Antam Tertinggi, Galeri24 dan UBS Menguat

Senin, 2 November 2026 - 14:00 WIB

Prediksi Rupiah Pekan Ini, Investor Waspadai Tekanan Global

Senin, 2 November 2026 - 13:00 WIB

Harga Perak Antam Menguat, Investor Pantau Pasar Global

Senin, 2 November 2026 - 12:00 WIB

Analis Pesimistis, Harga Emas Berpotensi Turun Pekan Ini

Minggu, 1 November 2026 - 19:00 WIB

Antam, UBS, Galeri24 Kompak Turun, Ini Daftarnya

Berita Terbaru

Harga emas Antam, UBS, dan Galeri24 kompak naik di Pegadaian.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Antam Tertinggi, Galeri24 dan UBS Menguat

Senin, 2 Nov 2026 - 15:00 WIB

Harga perak Antam menguat Rp 450 per gram seiring kenaikan harga perak dunia.(Foto : Ilustrasi perak-silver by AI)

Ekonomi

Harga Perak Antam Menguat, Investor Pantau Pasar Global

Senin, 2 Nov 2026 - 13:00 WIB

Ilustrasi emas batangan di tengah tekanan harga emas dunia.(Foto: DAVID GRAY | AFP)

Ekonomi

Analis Pesimistis, Harga Emas Berpotensi Turun Pekan Ini

Senin, 2 Nov 2026 - 12:00 WIB

 Ilustrasi prakiraan cuaca di wilayah Provinsi Jambi.

Jambi

BMKG Ungkap Cuaca Jambi Besok, Cek Daerah Terdampak

Minggu, 1 Nov 2026 - 21:00 WIB