Antam, UBS, Galeri24 Kompak Turun, Ini Daftarnya

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 1 November 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas Antam, UBS, dan Galeri24 di Pegadaian kompak turun pada Sabtu (31/10/2026).(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Harga emas Antam, UBS, dan Galeri24 di Pegadaian kompak turun pada Sabtu (31/10/2026).(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Jakarta, Britakini.com – Harga emas batangan Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian mengalami penurunan pada Sabtu (31/10/2026). Meski ketiga produk tersebut sama-sama melemah, emas Antam masih mencatat harga tertinggi sebesar Rp 2.564.000 per gram.

Berdasarkan data di laman resmi Pegadaian yang dipantau pukul 12.29 WIB, harga emas Galeri24 berada di angka Rp 2.443.000 per gram. Nilai tersebut turun Rp 35.000 dari perdagangan sebelumnya yang mencapai Rp 2.478.000 per gram.

Penurunan juga terjadi pada emas Antam. Pegadaian memasang harga Rp 2.564.000 per gram, lebih rendah Rp 21.000 dibandingkan harga sehari sebelumnya sebesar Rp 2.585.000 per gram.

Tidak ketinggalan, emas UBS turut mencatat pelemahan. Pegadaian menjual emas UBS seharga Rp 2.467.000 per gram. Harga ini turun Rp 34.000 dari posisi sebelumnya yang mencapai Rp 2.501.000 per gram.

Perubahan tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat yang berencana membeli emas. Pasalnya, Pegadaian dapat mengubah harga jual sewaktu-waktu. Oleh karena itu, calon pembeli sebaiknya memeriksa harga terbaru sebelum bertransaksi.

Pegadaian Menawarkan Beragam Ukuran Emas

Pegadaian menyediakan emas batangan dalam berbagai pilihan berat. Melalui pilihan tersebut, masyarakat dapat menyesuaikan pembelian dengan kebutuhan dan kemampuan keuangan masing-masing.

Untuk produk Galeri24, pembeli dapat memilih ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Sementara itu, UBS menawarkan ukuran 0,5 gram sampai 500 gram.

Berbeda dengan kedua produk tersebut, Antam menyediakan emas dengan ukuran maksimal 100 gram. Perbedaan pilihan berat ini memberikan keleluasaan kepada masyarakat dalam menentukan jumlah pembelian.

Dengan demikian, masyarakat dapat membeli emas untuk berbagai keperluan. Mulai dari investasi secara bertahap hingga menyimpan aset dalam jangka panjang.

Berikut daftar lengkap harga emas Pegadaian pada Sabtu (31/10/2026).

Galeri24

  • 0,5 gram: Rp 1.282.000
  • 1 gram: Rp 2.443.000
  • 2 gram: Rp 4.827.000
  • 5 gram: Rp 11.978.000
  • 10 gram: Rp 23.894.000
  • 25 gram: Rp 59.412.000
  • 50 gram: Rp 118.731.000
  • 100 gram: Rp 237.343.000
  • 250 gram: Rp 591.900.000
  • 500 gram: Rp 1.183.799.000
  • 1.000 gram: Rp 2.367.598.000

Emas Antam

  • 0,5 gram: Rp 1.333.000
  • 1 gram: Rp 2.564.000
  • 2 gram: Rp 5.067.000
  • 3 gram: Rp 7.575.000
  • 5 gram: Rp 12.592.000
  • 10 gram: Rp 25.127.000
  • 25 gram: Rp 62.689.000
  • 50 gram: Rp 125.297.000
  • 100 gram: Rp 250.515.000

UBS

  • 0,5 gram: Rp 1.333.000
  • 1 gram: Rp 2.467.000
  • 2 gram: Rp 4.895.000
  • 5 gram: Rp 12.097.000
  • 10 gram: Rp 24.064.000
  • 25 gram: Rp 60.043.000
  • 50 gram: Rp 119.839.000
  • 100 gram: Rp 239.584.000
  • 250 gram: Rp 598.783.000
  • 500 gram: Rp 1.196.159.000

Harga Emas Dunia Merosot ke Level Terendah dalam Setahun

Penurunan harga emas Pegadaian mengikuti pelemahan pasar logam mulia dunia. Pada Jumat (30/10/2026) atau Sabtu pagi waktu Jakarta, harga emas global mencapai posisi terendah dalam satu tahun terakhir.

Tekanan pasar juga menghantam harga perak. Logam putih tersebut bahkan menembus ke bawah US$ 50 per ons untuk pertama kalinya sejak November 2025.

Kenaikan harga energi dan kekhawatiran inflasi menjadi pemicu utama pelemahan tersebut. Kondisi ini mendorong pelaku pasar memperkirakan bank sentral Amerika Serikat (AS) akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

CNBC melaporkan pada Sabtu (31/10/2026), harga emas di pasar spot turun 2,7% menjadi US$ 3.910,53 per ons. Angka tersebut sekaligus menjadi level terendah sejak Oktober 2025.

Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember juga kehilangan 2,8% nilainya. Harga kontrak tersebut turun menjadi US$ 3.919,60 per ons.

Sepanjang Oktober, harga emas dunia mencatat penurunan kumulatif sebesar 5,9%. Pelemahan ini memperpanjang tren negatif yang sudah berlangsung selama dua bulan berturut-turut.

Di pasar yang sama, harga perak spot merosot 5,8% menjadi US$ 49,34 per ons. Posisi tersebut merupakan level terendah sejak November 2025.

Wakil Presiden sekaligus Pakar Strategi Logam Senior Zaner Metals, Peter Grant, menilai kekhawatiran inflasi terus menekan harga logam mulia.

Menurut Peter Grant, sejumlah bank sentral masih menerapkan kebijakan moneter ketat karena risiko inflasi belum mereda. Meskipun beberapa bank sentral menahan suku bunga pada pekan ini, mereka tetap memberikan sinyal bahwa kebijakan suku bunga tinggi akan berlangsung lebih lama.

Kebijakan tersebut membuat investor mengurangi minat terhadap emas. Pasalnya, emas tidak menghasilkan bunga seperti deposito maupun sejumlah instrumen keuangan lainnya.

Kebijakan The Fed Menambah Tekanan terhadap Harga Emas

Kebijakan moneter Amerika Serikat turut menentukan arah pergerakan harga emas dunia. Dalam hal ini, keputusan Federal Reserve atau The Fed menjadi salah satu perhatian utama pelaku pasar.

The Fed bersama Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) sama-sama menyoroti risiko inflasi akibat kenaikan biaya energi. Kedua bank sentral tersebut juga mengisyaratkan bahwa mereka belum sepenuhnya mengakhiri kebijakan moneter ketat.

Selain sinyal bank sentral, data ekonomi AS turut memperburuk sentimen pasar. Data yang dirilis pada Kamis menunjukkan inflasi Amerika Serikat meningkat pada September.

Lonjakan harga bensin dan sejumlah barang lainnya mendorong kenaikan inflasi tersebut. Akibatnya, para ekonom semakin memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga AS pada Desember.

Di sisi lain, analis Commerzbank menemukan faktor tambahan yang menekan harga logam mulia. Mereka menilai penurunan saham teknologi kemungkinan memicu aksi jual paksa atau forced selling serta margin call di pasar keuangan.

Situasi tersebut mendorong sebagian investor menjual aset emas untuk memenuhi kewajiban keuangan mereka. Tekanan jual yang meningkat kemudian memperdalam penurunan harga logam mulia.

Meski begitu, analis Commerzbank menilai pasar sudah bereaksi terlalu jauh. Mereka menganggap penurunan harga logam mulia kali ini berlebihan dan masih memperkirakan peluang pemulihan harga.

Kenaikan Harga Minyak Ikut Membebani Emas

Selain kebijakan suku bunga, kenaikan harga minyak turut memengaruhi pergerakan emas dunia.

Pada perdagangan Jumat, indeks Nasdaq yang didominasi saham teknologi menghadapi tekanan akibat kekhawatiran investor terhadap besarnya pengeluaran perusahaan untuk pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Berbeda dengan saham teknologi, harga minyak justru bergerak menguat. Komoditas energi tersebut bahkan membukukan kenaikan bulanan selama empat bulan berturut-turut.

Kenaikan harga energi berpotensi mendorong inflasi lebih tinggi. Kondisi ini memperkuat perkiraan bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama.

Akibatnya, investor cenderung mengalihkan perhatian dari emas ke instrumen lain yang menawarkan imbal hasil. Sebab, emas tidak memberikan bunga atau pendapatan rutin kepada pemiliknya.

Permintaan Emas di Pasar Asia Belum Menguat

Selain faktor ekonomi global, pelemahan permintaan emas fisik di Asia juga menambah tekanan terhadap harga logam mulia.

Di India, konsumen memilih menunda pembelian emas karena masih mengharapkan harga turun lebih jauh. Sikap menunggu tersebut membuat aktivitas transaksi emas di negara itu tetap lemah.

China juga belum menunjukkan peningkatan permintaan yang berarti. Padahal, negara tersebut termasuk salah satu konsumen emas terbesar di dunia.

Lemahnya minat beli dari kedua negara tersebut membuat pasar emas menghadapi tekanan tambahan. Kondisi ini sekaligus memperlihatkan bahwa penurunan harga belum cukup kuat untuk mendorong peningkatan pembelian fisik.

Melihat perkembangan tersebut, investor perlu memperhatikan sejumlah faktor sebelum membeli emas. Pergerakan inflasi, kebijakan suku bunga The Fed, harga energi, serta permintaan pasar Asia dapat memengaruhi arah harga logam mulia berikutnya. (ven*)

Baca Juga :  Wawako Azhar Hamzah Buka Pameran Budaya Kerinci 2025

Editor : Vendra

Sumber Berita: Liputan6.com

Berita Terkait

Harga Emas Hari Ini Anjlok, Cek Harga Perhiasan
Update Harga BBM Hari Ini, Pertamax hingga Diesel
Pasar Obligasi Bergejolak, Ini Strategi Investasi yang Tepat
Rupiah Diprediksi Tembus Rp 18.320 per Dolar AS Pekan Depan
Harga Emas Antam Melemah, Minyak Dunia Justru Melonjak
Harga Minyak Melonjak, Investor Waspadai Risiko Energi Global
Harga BBM Pertamina Terbaru November 2026 Seluruh Wilayah
20 Saham IDX Commodity 20, Peluang Investasi Terbaru
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 20:00 WIB

Harga Emas Hari Ini Anjlok, Cek Harga Perhiasan

Minggu, 1 November 2026 - 19:00 WIB

Antam, UBS, Galeri24 Kompak Turun, Ini Daftarnya

Minggu, 1 November 2026 - 17:00 WIB

Update Harga BBM Hari Ini, Pertamax hingga Diesel

Minggu, 1 November 2026 - 16:00 WIB

Pasar Obligasi Bergejolak, Ini Strategi Investasi yang Tepat

Minggu, 1 November 2026 - 14:00 WIB

Rupiah Diprediksi Tembus Rp 18.320 per Dolar AS Pekan Depan

Berita Terbaru

Daftar harga emas perhiasan Raja Emas dan Laku Emas terbaru berdasarkan kadar karat.(Foto : Arun SANKAR / AFP)

Ekonomi

Harga Emas Hari Ini Anjlok, Cek Harga Perhiasan

Minggu, 1 Nov 2026 - 20:00 WIB

Harga emas Antam, UBS, dan Galeri24 di Pegadaian kompak turun pada Sabtu (31/10/2026).(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Antam, UBS, Galeri24 Kompak Turun, Ini Daftarnya

Minggu, 1 Nov 2026 - 19:00 WIB

Harga BBM terbaru di sejumlah SPBU Indonesia pada 1 November 2026.(Foto : Kapanlagi.com/Budy Santoso)

Ekonomi

Update Harga BBM Hari Ini, Pertamax hingga Diesel

Minggu, 1 Nov 2026 - 17:00 WIB

Rupiah melemah terhadap dolar AS, sementara yield obligasi pemerintah Indonesia terus meningkat. (AP Photo/Tatan Syuflana)

Ekonomi

Pasar Obligasi Bergejolak, Ini Strategi Investasi yang Tepat

Minggu, 1 Nov 2026 - 16:00 WIB

Sekda Kota Sungai Penuh Alpian menghadiri pelantikan Pengawas, Dewan Hakim, dan Panitera MTQH ke-55 Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2026 di Kantor Wali Kota Jambi.

Jambi

MTQH Jambi 2026 Resmi Dimulai, Alpian Hadir

Minggu, 1 Nov 2026 - 15:35 WIB