Jakarta, Britakin.com – Ketua Komisi X DPR RI sekaligus politisi Partai Golkar, Hetifah Sjaifudian, menegaskan dukungannya terhadap rencana Presiden Prabowo Subianto yang ingin membangun 300 ribu jembatan di pelosok Indonesia. Ia menilai langkah ini penting untuk menjamin keamanan anak-anak saat berangkat ke sekolah.
Hetifah mengatakan banyak siswa, terutama di wilayah seperti Papua, masih harus berjalan jauh dan menyeberangi sungai berarus deras hanya untuk sampai ke sekolah. Kondisi itu membuat mereka rawan kecelakaan. Karena itu, ia menyebut pembangunan jembatan sebagai upaya menghadirkan akses yang aman dan layak bagi pelajar.
Menurut Hetifah, Presiden Prabowo juga berkomitmen melakukan revitalisasi 60 ribu sekolah pada 2026. Ia mengakui masih banyak sekolah yang belum memiliki toilet, sanitasi memadai, atau akses air bersih. Ia menyebut program ini sebagai langkah penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas kekerasan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo membentuk Satuan Tugas Khusus Darurat Jembatan. Satgas ini bertugas membangun 300 ribu jembatan berbagai ukuran di seluruh daerah terpencil. Rencana tersebut ia sampaikan saat memperingati Hari Guru Nasional 2025 di Indonesia Arena, Jakarta. Dalam acara itu, Prabowo memperlihatkan video anak-anak yang harus menyeberangi sungai atau melewati jembatan tak layak menuju sekolah.
Prabowo meminta mahasiswa teknik sipil, anggota TNI, hingga Brimob terjun langsung membantu pembangunan jembatan. Ia menegaskan bahwa masalah akses aman menuju sekolah harus ditangani dengan kerja nyata, bukan sekadar wacana.
Prabowo juga mengajak para elite di Jakarta untuk melihat langsung kondisi masyarakat di pelosok dan ikut menyumbangkan tenaga serta pemikiran. Ia menekankan bahwa setiap jembatan membutuhkan sumber daya besar, namun penting untuk keselamatan dan masa depan anak-anak Indonesia.
(VVR*)









