Harga Perak Antam Hari Ini, Peluang Investasi Logam Mulia

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga perak Antam naik menjadi Rp 37.750 per gram pada 27 Oktober 2026.(Ilustrasi perak-silver by AI)

Harga perak Antam naik menjadi Rp 37.750 per gram pada 27 Oktober 2026.(Ilustrasi perak-silver by AI)

Jakarta, Britakini.com – Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik pada Selasa, 27 Oktober 2026. Namun, harga perak dunia justru melemah di tengah penantian investor terhadap keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Mengutip situs Logam Mulia, Antam menetapkan harga perak sebesar Rp 37.750 per gram. Harga ini naik Rp 1.150 dari perdagangan sebelumnya yang mencapai Rp 36.600 per gram.

Antam juga menjual perak batangan dalam ukuran 250 gram dan 500 gram. Harga perak batangan 250 gram mencapai Rp 9.587.500. Sementara itu, Antam mematok harga ukuran 500 gram sebesar Rp 18.375.000.

Harga Perak Dunia Melemah

Berbeda dengan Antam, pasar global mencatat penurunan harga perak. Mengutip Trading Economics, harga perak dunia turun 0,79% menjadi US$ 53,53 per ons pada Selasa.

Harga perak masih bergerak di sekitar US$ 54 per ons setelah menyentuh level terendah dalam beberapa bulan terakhir. Investor kini mencermati perkembangan ekonomi AS dan keputusan suku bunga The Fed untuk menentukan langkah investasi berikutnya.

Di sisi lain, penurunan harga minyak membantu meredakan kekhawatiran inflasi. Harga minyak mentah turun selama dua sesi berturut-turut setelah muncul upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Perkembangan tersebut mengurangi kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi dalam jangka pendek. Meski begitu, harga energi masih bertahan pada level tinggi. Kondisi ini membuat investor tetap mengantisipasi kemungkinan inflasi yang lebih kuat.

Jika inflasi terus meningkat, The Fed dapat mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Kebijakan tersebut berpotensi menekan harga perak karena logam mulia ini tidak menghasilkan bunga.

Menurut CME FedWatch Tool, pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai sekitar 82%. Investor juga menantikan data produk domestik bruto (PDB) AS dan indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE).

Kedua indikator tersebut dapat membantu investor menilai kondisi ekonomi dan arah inflasi AS. Hasilnya juga dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter The Fed.

Harga Emas Dunia Menguat

Sementara itu, harga emas dunia menguat pada Senin, 26 Oktober 2026. Kenaikan ini membantu emas pulih setelah harganya menyentuh level terendah dalam lebih dari tiga bulan pada sesi sebelumnya.

Baca Juga :  Harga Emas Pegadaian Bergerak Variatif, UBS Pimpin Kenaikan

Mengutip CNBC pada Selasa, harga emas di pasar spot naik 0,6% menjadi US$ 4.020,60 per ons pada pukul 14.09 waktu setempat. Sebelumnya, harga emas sempat turun ke US$ 3.975 per ons pada Jumat. Level tersebut menjadi yang terendah sejak 20 Juli 2026.

Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember juga mencatat kenaikan. Kontrak tersebut naik 0,8% dan ditutup pada US$ 4.038,40 per ons.

Analis StoneX, Bob Haberkorn, menilai penurunan harga minyak turut membantu kenaikan emas. Selain itu, investor memanfaatkan harga yang lebih rendah untuk kembali membeli logam mulia tersebut.

Haberkorn memperkirakan aktivitas perdagangan akan cenderung sepi menjelang pengumuman The Fed. Ia juga menilai harga emas berpotensi bertahan di sekitar US$ 4.000 per ons hingga bank sentral AS menyampaikan keputusan kebijakannya.

Sebelumnya, harga minyak sempat melonjak pada pekan lalu. Namun, harapan meredanya ketegangan antara AS dan Iran mendorong harga minyak kembali turun. Meski demikian, harga minyak masih bertahan di dekat level tertinggi dalam enam bulan terakhir.

Penurunan Harga Minyak Redakan Kekhawatiran Inflasi

Penurunan harga minyak memberikan sedikit kelegaan bagi pasar. Investor menilai pelemahan harga energi dapat membantu mengurangi tekanan inflasi.

Namun, pasar tetap mengantisipasi gangguan pasokan baru. Jika gangguan tersebut mendorong harga minyak kembali naik, tekanan inflasi dapat meningkat lagi.

The Fed dijadwalkan mengumumkan keputusan suku bunga pada Rabu. Pasar memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan pekan ini setelah menaikkannya pada September.

Meski demikian, investor masih melihat peluang kenaikan suku bunga pada Desember. CME FedWatch mencatat peluang tersebut berada di sekitar 80% dalam laporan sebelumnya.

Suku bunga tinggi meningkatkan biaya peluang atau opportunity cost bagi investor yang memegang emas. Sebab, emas tidak memberikan bunga seperti deposito atau instrumen pendapatan tetap.

Sejumlah pejabat The Fed telah memberi sinyal bahwa bank sentral kemungkinan tidak menaikkan suku bunga jangka pendek AS pada pertemuan pekan ini. Namun, investor tetap mewaspadai inflasi yang dapat mendorong The Fed mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.

Baca Juga :  Harga Emas Dunia Bangkit Setelah Koreksi Tajam

Investor Menanti Data Ekonomi AS

Selain keputusan suku bunga, investor menunggu data PCE AS yang dijadwalkan rilis pada Kamis. The Fed menggunakan indikator ini sebagai salah satu acuan utama untuk mengukur inflasi.

Data tersebut dapat membantu investor memperkirakan arah kebijakan moneter. Jika inflasi tetap tinggi, pasar mungkin memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Sebaliknya, penurunan inflasi dapat memperkuat harapan pasar terhadap pelonggaran kebijakan moneter. Perubahan ekspektasi ini berpotensi memengaruhi pergerakan dolar AS dan harga logam mulia.

Investor juga memantau pemilihan umum paruh waktu AS pada 3 November. Mereka mencermati kemungkinan dampak hasil pemilu terhadap kebijakan fiskal, tarif perdagangan, belanja pemerintah, dan sentimen pasar global.

Analis OCBC menilai dampak kebijakan setelah pemilu lebih penting bagi pasar daripada hasil pemilu semata. Menurut mereka, perubahan kebijakan fiskal, tarif, belanja terkait geopolitik, dan ketidakpastian politik dapat memengaruhi pasar keuangan.

Faktor-faktor tersebut dapat mengubah imbal hasil obligasi pemerintah AS atau Treasury. Selain itu, perubahan kebijakan juga dapat memengaruhi nilai tukar dolar AS dan harga emas dunia.

Harga Platinum Turun, Paladium Menguat

Pergerakan harga logam mulia lainnya menunjukkan tren yang beragam. Dalam perdagangan yang diberitakan sebelumnya, harga perak di pasar spot naik 0,2% menjadi US$ 54,01 per ons.

Sebaliknya, harga platinum turun 1,2% menjadi US$ 1.532,55 per ons. Platinum bahkan sempat menyentuh level terendah sejak November 2025.

Sementara itu, harga paladium naik 0,5% menjadi US$ 1.048,70 per ons.

Nornickel, perusahaan asal Rusia yang menjadi produsen paladium terbesar di dunia, juga menyoroti prospek produksi logamnya. Perusahaan tersebut merupakan salah satu produsen utama nikel olahan di dunia.

Nornickel mengungkapkan rencana perombakan besar-besaran pada tanur peleburan miliknya. Perusahaan itu memperingatkan bahwa proyek tersebut berpotensi mengurangi produksi sejumlah logam utamanya pada 2027–2028.

Rencana tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu dicermati pelaku pasar ketika menilai prospek pasokan logam industri dan logam mulia dalam beberapa tahun mendatang. (ven*)

Editor : Vendra

Sumber Berita: Liputan6.com

Berita Terkait

20 Saham IDX Commodity 20, Peluang Investasi Terbaru
IHSG Berpeluang Rebound, Simak Strategi Trading Enam Saham
The Fed Beri Sinyal Dovish, Rupiah Menguat Hari Ini
Harga Emas Pegadaian Turun? Cek Antam, UBS, Galeri24
Harga Emas Antam Anjlok, Buyback Ikut Turun Tajam
Inflasi AS Memanas, Harga Emas Tertekan Kenaikan Suku Bunga
IHSG Anjlok Tajam, Investor Waspadai Rupiah dan Saham
IHSG Melemah Tajam, Simak Peluang Investasi Saham Hari Ini
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:00 WIB

20 Saham IDX Commodity 20, Peluang Investasi Terbaru

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:00 WIB

IHSG Berpeluang Rebound, Simak Strategi Trading Enam Saham

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:00 WIB

The Fed Beri Sinyal Dovish, Rupiah Menguat Hari Ini

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Turun? Cek Antam, UBS, Galeri24

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Harga Emas Antam Anjlok, Buyback Ikut Turun Tajam

Berita Terbaru

IDX Commodity 20 menjadi indeks acuan baru bagi investor saham komoditas.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

20 Saham IDX Commodity 20, Peluang Investasi Terbaru

Jumat, 30 Okt 2026 - 18:00 WIB

Ilustrasi perdagangan saham dan pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

IHSG Berpeluang Rebound, Simak Strategi Trading Enam Saham

Jumat, 30 Okt 2026 - 17:00 WIB

Rupiah menguat ke Rp18.123 per dolar AS setelah investor merespons sinyal dovish The Fed.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

The Fed Beri Sinyal Dovish, Rupiah Menguat Hari Ini

Jumat, 30 Okt 2026 - 16:00 WIB

Daftar harga emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Pegadaian Turun? Cek Antam, UBS, Galeri24

Jumat, 30 Okt 2026 - 15:00 WIB

Harga emas Antam turun Rp 13.000 per gram pada Jumat (30/10/2026).(Foto : Liputan6.com/Johan Tallo)

Ekonomi

Harga Emas Antam Anjlok, Buyback Ikut Turun Tajam

Jumat, 30 Okt 2026 - 14:00 WIB